Vodafone Gunakan Ai Avatar Di Iklan, Respons Publik Terbelah

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Telset.id – Bayangkan menonton iklan dengan seorang wanita nan tampak nyata, berbincang dengan lancar, namun ada sesuatu nan terasa aneh. Rambutnya bergerak tak wajar, ekspresinya datar, dan tahi lalat di wajahnya bergeser sendiri. Itulah nan terjadi dalam iklan terbaru Vodafone, nan memakai avatar AI sebagai bintang utamanya. Bukan sekadar penelitian teknologi, langkah ini memicu perdebatan serius: sejauh mana brand dunia boleh “menipu” audiens dengan AI nan menyamar sebagai manusia?

Vodafone, raksasa telekomunikasi global, bukan startup mini nan coba-coba membikin deepfake kocak untuk konten media sosial. Ini perusahaan dengan reputasi internasional, dan keputusannya menggunakan AI avatar dalam kampanye iklan resmi patut dicermati. Alih-alih menyembunyikan kebenaran bahwa itu bukan manusia sungguhan, Vodafone justru membiarkan “kekurangan” AI terlihat jelas—seolah mau menguji seberapa jauh penerimaan publik terhadap teknologi ini dalam bumi pemasaran.

Respons perusahaan terhadap kritik di forum online justru mengungkapkan strategi nan lebih dalam. Ketika ditanya kenapa tidak menggunakan manusia sungguhan, Vodafone menjawab bahwa ini adalah bagian dari penelitian untuk menguji beragam style iklan. Mereka berdasar bahwa AI sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, jadi wajar jika dicoba dalam iklan. Namun, apakah argumen itu cukup untuk membenarkan penggunaan avatar AI nan tetap mempunyai kejanggalan visual dan audio?

AI Avatar Vodafone dalam Iklan Terbaru

Ini bukan pertama kalinya Vodafone bereksperimen dengan AI. Tahun lalu, mereka meluncurkan iklan nan sepenuhnya dihasilkan oleh AI, nan menuai kontroversi meski kualitas visualnya dinilai buruk. Tren ini sejalan dengan maraknya influencer virtual nan membanjiri platform media sosial. Namun, nan membedakan adalah keberanian Vodafone sebagai brand mapan untuk menjadikan AI sebagai wajah utama kampanye mereka—bukan sekadar tambahan alias pengaruh spesial.

Dari sisi teknis, kelemahan avatar AI dalam iklan Vodafone cukup mudah dikenali. Rambut nan terlihat tidak alami, aktivitas bentuk nan kaku, nada bicara nan datar, dan apalagi tahi lalat nan beranjak posisi. Semua itu adalah “tells” alias tanda-tanda nan biasa ditemui dalam konten AI generatif. Bagi mata nan terlatih, ini adalah pengingat bahwa kita sedang tidak berinteraksi dengan manusia sungguhan.

Pertanyaan besarnya adalah: apakah konsumen siap menerima iklan nan menggunakan AI avatar sebagai pengganti manusia? Di satu sisi, teknologi ini menawarkan efisiensi dan fleksibilitas—tidak perlu menyewa model, mengatur agenda syuting, alias cemas dengan bentrok kontrak. Di sisi lain, ada akibat kehilangan sentuhan manusiawi nan justru menjadi inti dari iklan nan persuasif.

Vodafone mungkin sedang bermain di area abu-abu antara penemuan dan etika. Dengan menyebut ini sebagai “eksperimen”, mereka seolah mempunyai pembenaran untuk mencoba perihal baru tanpa kudu berkomitmen penuh. Namun, sebagai brand besar, tanggung jawab mereka lebih besar daripada sekadar mencoba-coba. Audiens berambisi transparansi, bukan kejutan nan membikin mereka merasa diperdaya.

Lalu, gimana masa depan iklan dengan AI? Jika Vodafone terus melanjutkan jalan ini, bukan tidak mungkin brand lain bakal mengikuti. Tapi, krusial untuk diingat bahwa teknologi kudu melayani manusia, bukan menggantikannya secara sembunyi-sembunyi. Keamanan digital dan transparansi menjadi kunci, terutama dalam era di mana teknologi semakin canggih dan susah dibedakan dari kenyataan.

Vodafone telah membuka kotak Pandora dengan iklan AI avatar mereka. Sekarang, terserah pada konsumen dan regulator untuk menentukan sejauh mana praktik ini dapat diterima. Satu perihal nan pasti: percakapan tentang etika AI dalam pemasaran baru saja dimulai, dan kita semua perlu waspada agar tidak tertinggal dalam pusaran teknologinya nan semakin deras. Seperti nan dilakukan IM3 dalam kampanye mereka, kerjasama antara manusia dan teknologi bisa menjadi jalan tengah nan lebih beretika.

Selengkapnya