Setelah cukup lama saya menggunakan Digital Alliance Meca Air S sebagai keyboard harian, akhirnya saya memutuskan untuk mengganti perangkat krusial ini dengan model lain nan diharapkan jelas mempunyai feel dan pengalaman nan lebih baik.
Nah sedikit cerita, keyboard Meca Air S saya sebelumnya memang cukup nyaman digunakan, apalagi dengan switch biru-nya, bunyi ketika mengetik rasanya lezat banget, meskipun jelas mungkin bakal mengganggu orang lain jika di tempat umum.

Nah kemudian saya sempat tukar juga ke Meca Air S dengan model switch Brown nan rasanya tetap clicky dan lezat juga. Secara umum sih keyboard ini tidak ada masalah, namun ada satu kekurangan nan cukup fatal bagi saya, nan pertama adalah kita kudu punya battery persediaan untuk antisipasi jika battery AAA nya habis, dan meskipun saya sudah pakai battery rechargeable, tetap saja itu merepotkan.

Baca Juga : Review GEEKOM A5 R7 – 5825U: Mini PC Powerful untuk Kerja & Gaming Ringan
Yang kedua, keyboard ini rasanya tinggi banget, untuk saya nan biasa menggunakan keyboard laptop feelnya lama lama makin pegal ketika digunakan, dan meskipun kita sebenarnya bisa beli Wrist Rest Pad, tapi mungkin itu bukan solusi terbaik apalagi jika keyboard sering dibawa keluar ruangan.
Rekomendasi Wrist Rest Pad nan saya pakai di Kantor : Redragon METEOR Palm Rest
Rencana tukar ke Keyboard Low Profile
Nah ada beberapa brand nan awalnya saya lirik, mulai dari Noir dan Keychron, keduanya bagus dan menarik untuk dicoba, untuk Keychron sendiri saya awalnya sempat melirik model nan K3 lantaran di instansi ada rekan kerja nan pakai keyboard tersebut dan setelah saya coba lezat juga.
Namun ada beberapa perihal nan jadi perhatian lain, nan pertama jelas adalah harganya, mengingat saya kaum mendang mending, mengeluarkan biaya diatas 1 juta untuk sebuah keyboard rasanya cukup menegangkan.
Dan oleh lantaran itu, ada beberapa rekomendasi masuk dari beberapa rekan saya, mulai dari Keychron B1, Royal Kludge RK N80, Fantech Maxfit Air, Ajazz AKL680, Nix Eleve OKL-168 dan Paradox ZX-68
Awalnya saya melirik Keychron B1 lantaran mengejar feel mengetik ala di keyboard laptop, namun di tahun 2025 ini, masa sih enggak pakai keyboard mechanical?, dimana jelas keyboard jenis ini punya beberapa kelebihan termasuk kustomisasi dan support pergantian switch nan bisa dibilang mudah banget.
Pilihan jatuh ke Paradox ZX-68

Setelah cukup lama mempertimbangkan pilihan, akhirnya Keyboard pilihan jatuh ke Paradox ZX-68, nah keyboard ini mempunyai dua varian, nan standar dan nan low profile.
Karena sebelumnya feel mengetik agak pegal di keyboard standar, akhirnya saya memutuskan untuk pilih jenis nan low profile dengan warna switch merah, yap sejujurnya saya suka switch nan warna biru, tapi lantaran saya sering mengetik tengah malam, itu justru membikin istri saya terganggu, daripada diusir, jadi mendingan pilih nan senyap senyap saja.
Unboxing dan Apa saja Isi dalam paket pembelian
Didalam paket penjualan Paradox ZX-68 ini, kita bakal mendapatkan 1 x Keyboard Paradox Gaming ZX-68, 2 x USB Type-C (satu pendek satu panjang), Keycap Puller, Extra Keycaps Control, 1 x wadah untuk USB dan tentunya 1 x Magnetic Case nan jadi kelebihan model ini.

Nah jika perangkat nan Anda gunakan tidak mempunyai USB Type-C jangan cemas lantaran dalam paket pembelian Anda bakal mendapatkan ekstra converter Type-C ke Type-A.
Dari sisi packaging sih tidak ada nan unik, dan nyaris sama saja seperti kebanyakan packaging keyboard Mechanical dibawah 1 jutaan.
Spesifikasi
Nah untuk spesifikasi dari Paradox ZX‑68 Low Profile ini bisa Anda cek pada tabel berikut.
| Layout | 68 keys (compact, mirip 65%) |
| Switch | Low-profile mechanical switch (Red, Blue, Brown) |
| Keycap | Profil rendah, ramping, mirip laptop |
| Konektivitas | Wired USB-C + Wireless (Bluetooth/2.4GHz) |
| Baterai | Built-in rechargeable |
| Hot-swappable | Ya, bisa tukar switch tanpa solder |
| Backlight | RGB dengan beberapa mode |
Untuk material keyboard ini sendiri, untuk body dia pakai ABS Plastic, sementara Keycaps standar menggunakan material PBT.
Nah berbeda dengan keyboard saya sebelumnya, dia sudah mempunyai battery bawaan sehingga lebih praktis dibandingkan AAA, daya tahannya pun bisa dibilang cukup awet apalagi jika backlight dimatikan. Selain itu, RGB backlight juga datang dengan beberapa mode nan bisa kita atur dari keyboard alias menggunakan aplikasi tambahan.
Dukungan Konektivitas
Keyboard ini datang dengan dua opsi koneksi, nan pertama kabel via USB Type-C dan nan kedua bluetooth 5.1 nan bisa kita atur dengan 3 profile berbeda, jadi kita bisa menghubungkan keyboard ini hingga ke total 4 perangkat, 1 kabel, 3 bluetooth dengan tombol kombinasi sigap untuk beranjak perangkat.

Nah seperti pada gambar diatas, port USB dan Toggle Bluetooth ada disamping kanan dan meskipun jika Anda menggunakan hubungan bluetooth, Anda tetap bisa menggunakannya sembari charge kok, jadi jangan cemas kehabisan battery ketika sedang digunakan.

Untuk berganti mode bluetooth, cukup tekan FN + Z / X / C saja. Dimana dengan itu kita bisa berganti profile dengan sigap dan mudah.
Build Quailty dan Bonus Magnetic Case
image by : Paradox GamingUntuk Build Qualitynya sih saya rasa ini ini salah satu keyboard murah nan feelnya kayak premium, dia betul benar solid berkah bodi berbahan ABS Plastic, untuk bagian keycaps sih standar aja, saya rasa ada nan lebih baik diluar sana, namun di keyboard ini feelnya memang lebih lezat dan nyaman digunakan daripada ketika menggunakan Meca Air S sebelumnya.
Selain itu, nan jadi kelebihan utama dari keyboard ini adalah dia sudah datang dengan Magnetic Case nan sekaligus berfaedah untuk meninggikan keyboard agar pengalaman mengetik lebih baik dan bisa kita sesuaikan.
image by : Paradox GamingSelain itu, Magnetic Case ini bisa juga dipakai untuk holder smartphone dan tablet.
image by : Paradox GamingJadi dengan adanya magnetic case ini kita bisa membawa keyboard ini dengan mudah dan kondusif kemanapun dan kapanpun tanpa kudu membeli case tambahan, selain jadi case, dia juga mempunyai kegunaan ekstra untuk meningkatkan pengalaman pengguna.
Namun untuk saya sendiri, magnetic case tersebut saya simpan lantaran memang untuk saat ini tidak saya butuhkan.

Layout Keyboard dan Feel Mengetik
Nah keyboard ini mempunyai layout 68%, ukuran nan rendah dan lantaran menyantap switch merah, dia betul benar silent, rasa mengetik memang tetap enak, terutama lantaran layoutnya nan pas untuk saya dan ukurannya nan memang lebih pendek dibandingkan dengan profile standar.
Untuk beberapa shortcut juga bisa dengan mudah diakses dari beberapa tombol kombinasi FN, misalkan untuk mematikan alias menyalakan backlight, bisa dengan FN + \, untuk mengganti mode bisa dengan FN + ] alias FN + [ sesuai kebutuhan.
Untuk pengaturan ekstra, misalkan mengatur lama backlight bisa kita atur dengan FN + panah kiri alias kanan.

Nah selain itu mode backlight sendiri ada beragam, mulai dari warna static dan bergerak semua ada dan untuk saya nan awalnya tidak pernah pakai keyboard seperti ini sih cukup seru juga, meskipun memang paling saya matikan juga.

Untuk pemakaian jangka panjang, rasanya lezat juga loh, lantaran kembali lagi ukurannya yeng lebih rendah bikin tangan tidak terlalu pegal ketika dipakai cukup lama. Selain itu lantaran dengan adanya backlight, pengalaman mengetik dimalam hari juga lezat dan nyaman, lantaran saya bisa tahu letak tombol dengan mudah. Selain itu bagian paling pentingnya adalah lantaran dia pakai switch merah, suaranya juga tidak ribut dan istri saya tidak marah marah lagi.
Untuk mengetik yah lezat juga, tulisan nan saya tulis di WinPoin selama beberapa minggu terakhir juga sudah saya ketik dengan keyboard ini, meskipun memang sih ada beberapa typo mengingat ada perbedaan layout dari Meca Air S ke Paradox ZX68 ini, terutama pada bagian tombol FN nan biasanya itu merupakan letak dari tombol Windows.

Sementara untuk gaming, ini jujur lezat banget, lantaran memang mungkin dia pakai switch merah nan merupakan jenis linear nan ringan dan halus, selain suaranya nan senyap, aktuasinya juga ringan, berbeda dengan switch biru dan brown nan juga kemarin sempat saya gunakan.
Dan lantaran travel distance lebih pendek ialah sekitar 4 mm dengan titik aktuasi di 2 mm, membuatnya sigap merespons, jadi untuk game nan butuh respon cepat, keyboard ini sudah oke banget sih.
Dukungan Aplikasi?
Nah keyboard ini bisa kita padukan dengan aplikasi Paradox Gaming CSM Engine, dimana ini berfaedah sebagai software pendukung untuk keyboard Paradox Gaming. Dengan itu kita bisa dengan mudah mengatur pencahayaan RGB, memprogram macro, menyesuaikan profil game, dan mengoptimalkan performa switch sehingga keyboard bisa lebih elastis sesuai kebutuhan pengguna.

Kalo saya sih lantaran kurang suka juga dengan RGB, paling untuk sekarang pengaturan nan saya hanya set warna backlight menjadi full white saja, next mungkin bakal saya sesuaikan makro dengan beragam kebutuhan saya, tapi mari kita lihat kelak lantaran untuk menggunakan aplikasi ini sendiri rupanya cukup butuh penyesuaian.
Kesimpulan dan Apakah Worth it?
Paradox ZX‑68 Low Profile ini jelas sukses jadi upgrade nan tepat setelah pengalaman dengan Digital Alliance Meca Air S. Dengan switch merah linear, keyboard ini menawarkan pengalaman mengetik nan lebih ringan, senyap, dan responsif nan jelas ini ideal untuk dipakai malam hari maupun sesi gaming panjang.
Selain itu, Paradox ZX‑68 Low Profile juga bisa jadi pilihan solid untuk pengguna nan mencari keyboard mekanikal murah dengan feel laptop‑like, senyap untuk mengetik, dan sigap untuk gaming. Cocok buat Anda nan mau upgrade tanpa kudu keluar biaya besar, tapi tetap dapat fitur modern dan pengalaman premium.
Nah jika ditanya worth it sih jelas iya, harganya murah dengan value nan bisa dibilang sudah cukup oke juga, di rentan nilai Rp.5xx.xxx, alias jika Anda beruntung Anda bisa dapat diharga dibawah Rp.3xx.xxx ketika diskon, jelas Paradox ZX68 ini sudah masuk kategori mantap.

Selain kualitasnya nan baik, feel mengetik nan enak, layout nan pas dan datang dengan extra case multi fungsi, dengan nilai segitu sih ini untuk worth it banget.
Nah jika Anda tertarik sih Anda bisa beli dari link Tokopedia berikut mumpung harganya tetap promo guys. Atau Anda punya rekomendasi lain selain nan sudah dibahas diatas? alias jangan jangan Anda sudah pakai keyboard ini juga? komen dibawah guys.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
1 minggu yang lalu