– Spekulasi mengenai arah pasar mata uang digital sekarang menjadi salah satu taruhan paling ramai di Polymarket, dengan konsentrasi tertuju pada ke mana nilai XRP bakal bergerak pada akhir Januari 2026. Meski mencatat reli sejak awal tahun, konsensus pasar prediksi justru condong pada skenario pelemahan.
Berdasarkan kesempatan nan diperdagangkan di Polymarket, XRP dinilai paling mungkin turun ke US$ 1,80, alias sekitar 14,7 persen lebih rendah dari nilai saat ini di kisaran US$ 2,11. Probabilitas untuk skenario tersebut mencapai 31 persen.

Skenario bullish memang tetap ada, tetapi peluangnya relatif lebih kecil. Kenaikan ke US$ 2,60, nan setara dengan reli sekitar 23 persen, hanya diberi probabilitas 14 persen. Level nilai lain seperti US$ 1,60, US$ 2,80, US$ 3 hingga US$ 3,20 mempunyai kesempatan jauh lebih rendah.
Pandangan nan condong bearish ini terlihat kontras dengan keahlian XRP di awal tahun. Sejak Hari Tahun Baru, token tersebut telah naik lebih dari 12 persen, meskipun sempat terkoreksi sekitar 11,7 persen dari puncak tahunannya di US$ 2,39. Secara tahunan, XRP tetap mencatat keahlian positif.
Baca Juga: Token Parodi Ini Jadi Bintang Baru Pasar Koin Meme
Dari sisi fundamental, ada pula aspek nan berpotensi mendukung harga. Hubngan antara performa XRP dan perkembangan upaya Ripple Labs memang tidak selalu linier, tetapi pernyataan terbaru dari ketua perusahaan memberi sinyal kepercayaan diri. Direktur Monica Long baru-baru ini menyebut bahwa Ripple berada dalam kondisi finansial nan cukup kuat sehingga tidak memerlukan tambahan pendanaan, termasuk melalui rencana penawaran saham pertama.
Namun, skeptisisme pasar prediksi tampaknya berakar pada gambaran nan luas. Dalam enam bulan terakhir, XRP tetap turun sekitar 25 persen, seiring pelemahan pasar mata uang digital secara keseluruhan pada paruh akhir 2025. Tekanan makro dan penurunan selera resiko dunia membikin penanammodal lebih selektif, terutama terhadap aset berkapitalisasi besar nan telah mencatat reli signifikan sebelumnya.
Tekanan juga terlihat pada arus biaya produk investasi. Meski pada 8 Januari tercatat sekitar US$ 4 juta inflow ke ETF Spot XRP, sehari sebelumnya justru menjadi momen krusial ketika terjadi arus keluar pertama setelah 55 hari berturut-turut mencatat inflow sejak peluncurannya pada November 2025.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
21 jam yang lalu