Pernahkah Anda membayangkan sebuah ponsel lipat nan tidak hanya elegan, tetapi juga mempunyai keahlian fotografi setara kamera profesional? Dunia teknologi kembali diguncang oleh berita mengejutkan dari raksasa China, Xiaomi. Rencana perusahaan untuk merilis penerus seri Mix Fold rupanya tidak melangkah sesuai ekspektasi banyak penggemar.
Selama ini, seri Mix Fold telah menjadi jagoan Xiaomi dalam bersaing di pasar ponsel lipat premium. Generasi sebelumnya, Mix Fold 3, sukses mencuri perhatian dengan kreasi ramping dan sistem kamera nan impresif. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Xiaomi mungkin sedang mempersiapkan strategi branding nan sama sekali berbeda untuk perangkat lipat berikutnya.
Bocoran terbaru nan dilaporkan Gizmochina pada Sabtu (27/9) mengindikasikan pergeseran strategi signifikan dari Xiaomi. Alih-alih melanjutkan tradisi penamaan Mix Fold, perusahaan dikabarkan bakal meluncurkan perangkat dengan branding nan terintegrasi dengan lini flagship utama mereka. Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, tetapi mungkin menandakan reposisi produk dalam ekosistem Xiaomi secara keseluruhan.
Menguak Misteri Kode Model dan Pergeseran Strategi
Bocoran info ini pertama kali muncul dari akun leak terpercaya, XiaomiTime, nan mengungkapkan bahwa ponsel lipat terbaru Xiaomi telah terdaftar dalam database IMEI. nan membikin analis industri penasaran adalah nomor model nan teridentifikasi: 26023PN08C dengan nama kode internal “pecan”. Meskipun nomor dan huruf dalam kode model biasanya terlihat acak, bagi nan memahami pola penamaan Xiaomi, kombinasi ini menyimpan petunjuk penting.
Kunci misteri terletak pada kode “PN” nan tertanam dalam nomor model tersebut. Selama ini, seri Mix Fold konsisten menggunakan kode dengan awalan “PX”. Sebagai perbandingan, Mix Fold 4 mempunyai nomor model 24072PX77C. Pergantian dari “PX” ke “PN” bukanlah perubahan kecil—ini adalah sinyal kuat bahwa Xiaomi sedang mempertimbangkan reposisi produk secara fundamental.
Tag “PN” dalam ekosistem Xiaomi secara tradisional dikaitkan dengan seri nomor utama perusahaan. Xiaomi 17 nan baru-baru ini meluncur juga menggunakan pola penamaan serupa. Jika prediksi ini akurat, maka ponsel lipat berikutnya dari Xiaomi mungkin bakal melewatkan penamaan Mix Fold 5 alias Fold 6 sepenuhnya dan sebagai gantinya diluncurkan sebagai Xiaomi 17 Fold.
Jadwal Peluncuran nan Tidak Biasa dan Strategi Pasar
Xiaomi biasanya memperkenalkan perangkat lipatnya pada bulan Juni setiap tahunnya, mengikuti pola konsisten nan telah mereka bangun. Namun, untuk perangkat nan satu ini, prediksi nan beredar justru mengarah ke bulan Februari 2026. Pergeseran agenda ini menimbulkan pertanyaan menarik: apa nan sedang direncanakan Xiaomi?
Perubahan timeline peluncuran mungkin mengenai dengan strategi produk nan lebih besar. Prediksi ini bisa terhubung dengan debut Xiaomi 17 Ultra, nan diharapkan dirilis sekitar waktu nan sama. Dengan menyinkronkan peluncuran perangkat lipat dengan flagship utama, Xiaomi mungkin mau menciptakan momentum pemasaran nan lebih kuat dan menyelaraskan ekosistem produk mereka.
Perubahan ini juga terjadi di tengah persaingan sengit di pasar ponsel lipat global. Dengan competitor seperti Samsung nan terus berinovasi dengan Samsung Galaxy Z TriFold, Xiaomi perlu menemukan strategi diferensiasi nan efektif. Integrasi dengan seri utama mungkin menjadi jawaban mereka untuk memperkuat positioning produk di akal konsumen.
Spesifikasi Kamera nan Menggiurkan dan Kontinuitas Inovasi
Dari sisi spesifikasi, bocoran baru tersebut mengungkapkan konfigurasi kamera nan cukup mengesankan untuk Xiaomi 17 Fold. Perangkat ini dikabarkan bakal menampilkan sensor utama Samsung S5KHP5 200 MP—lonjakan signifikan dari generasi sebelumnya. Sensor beresolusi ultra-tinggi ini berpotensi memberikan perincian gambar nan belum pernah dilihat sebelumnya di ponsel lipat.
Untuk melengkapi setup kamera utama, Xiaomi 17 Fold juga dilaporkan bakal membawa lensa ultra lebar 50 MP (OV50M) dan lensa tambahan 50 MP lainnya (OV50M). nan menarik, konfigurasi triple 50MP ini menunjukkan konsistensi pendekatan Xiaomi terhadap fotografi mobile. Kemampuan low-light dan dynamic range dari sensor OV50M telah terbukti impresif di perangkat sebelumnya.
Untuk kebutuhan selfie dan video call, perangkat ini bakal mengandalkan kamera depan 16 MP (OV16F). nan patut dicatat, setup kamera ini sebagian besar merupakan pengaturan nan sama dengan nan dibawa Xiaomi pada Mix Fold 3, menunjukkan bahwa perusahaan mungkin mempertahankan formula nan sudah terbukti sukses sembari meningkatkan komponen kunci tertentu.
Implikasi Strategis dan Masa Depan Ponsel Lipat Xiaomi
Perubahan dari Mix Fold ke Xiaomi 17 Fold bukan sekadar pergantian nama—ini adalah pernyataan strategis. Dengan mengintegrasikan produk lipat ke dalam lini flagship utama, Xiaomi mungkin mau menyampaikan pesan bahwa ponsel lipat bukan lagi produk niche, tetapi bagian inti dari portofolio mereka. Pendekatan ini mirip dengan nan dilakukan Samsung dengan seri Z Fold mereka.
Integrasi dengan seri utama juga membuka kesempatan untuk pengharmonisan fitur dan pengalaman pengguna. Kita bisa berambisi Xiaomi 17 Fold bakal datang dengan HyperOS 3 nan dioptimalkan unik untuk aspek corak lipat, menawarkan pengalaman multitasking nan mulus dan fitur AI canggih.
Persaingan dengan produk seperti iPhone 17 Pro dan perangkat dengan chipset A19 Pro bakal semakin ketat. Dengan mengangkat pendekatan nan lebih terintegrasi, Xiaomi berpotensi menciptakan ekosistem nan lebih kohesif antara perangkat lipat dan smartphone konvensional mereka.
Untuk saat ini, Xiaomi 17 Fold hanya ada sebagai entri database IMEI. Namun, jika Xiaomi betul-betul berencana meluncurkannya tahun depan, maka harusnya lebih banyak perincian nan bakal muncul melalui kebocoran jauh sebelum pengumuman resminya. Industri teknologi pasti bakal menyaksikan dengan seksama gimana strategi baru Xiaomi ini bakal mempengaruhi lanskap kompetitif ponsel lipat global.
Yang jelas, langkah berani Xiaomi ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak takut untuk bereksperimen dengan strategi produk mereka. Di pasar nan semakin jenuh, penemuan tidak hanya datang dari sisi teknologi, tetapi juga dari langkah sebuah produk diposisikan dan dipasarkan. Keputusan untuk mengintegrasikan ponsel lipat ke dalam lini utama mungkin justru menjadi kelebihan kompetitif nan dibutuhkan Xiaomi untuk bersaing di level global.