Tiktok Bakal Hadirkan Fitur Voice Note Dan Media Di Chat

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Telset.id – Siapa sangka, TikTok tak lagi sekadar platform untuk menonton video pendek secara terus-menerus. Platform nan identik dengan konten viral dan tren dansa ini sekarang bersiap menghadirkan fitur baru nan bakal mengubah langkah penggunanya berinteraksi. Ya, TikTok bakal segera mengizinkan penggunanya mengirim pesan suara, gambar, dan video langsung di dalam obrolan pribadi alias grup. Menurut laporan TechCrunch, fitur ini bakal diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan.

Langkah ini bukan sekadar tambahan biasa. Ini adalah upaya TikTok untuk semakin memperkaya pengalaman sosial di dalam aplikasinya. Bayangkan, alih-alih hanya mengandalkan teks, Anda sekarang bisa menyampaikan emosi lewat bunyi alias berbagi momen lewat gambar tanpa kudu meninggalkan aplikasi. Sebuah langkah nan dinilai banyak pengamat sebagai respons terhadap tingginya ketenaran pesan bunyi di beragam platform pesan instan.

Namun, TikTok tak serta-merta membebaskan penggunanya. Seperti dilaporkan TechCrunch, voice note dibatasi maksimal satu menit. Sementara untuk gambar dan video, pengguna bisa mengirim hingga sembilan media sekaligus—baik nan diambil langsung dari kamera alias diambil dari galeri ponsel. Ada patokan mainnya: Anda tidak bisa mengirim gambar alias video sebagai pesan pertama ke pengguna lain. Aturan ini sejalan dengan kebijakan TikTok nan hanya mengizinkan pengguna terdaftar berumur minimal 16 tahun untuk menggunakan fitur pesan.

Bagi pengguna di atas 18 tahun, ada opsi tambahan: mereka bisa mengaktifkan alias menonaktifkan fitur penemuan otomatis nan memblokir gambar mengandung nudity dalam obrolan—khusus untuk pengguna berumur 16 hingga 18 tahun. Langkah ini menunjukkan kesungguhan TikTok dalam menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna mudanya.

Langkah TikTok Mengejar Kompetitor

Fitur serupa sebenarnya bukan perihal baru. Aplikasi pesan seperti Messenger dan Snapchat sudah lama memungkinkan penggunanya mengirim pesan bunyi dan media. Tapi, TikTok tak mau ketinggalan. Setelah tahun lampau menghadirkan obrolan grup nan menampung hingga 32 orang, sekarang mereka melengkapi dengan keahlian berbagi konten nan lebih personal.

Bahkan, pada April lalu, TikTok juga menambahkan fitur Footnotes nan terinspirasi dari X dan Meta—fitur nan bekerja mirip dengan Community Notes. Semua ini adalah bagian dari strategi besar TikTok untuk tidak hanya menjadi tempat konsumsi konten, tetapi juga ruang hubungan nan komprehensif.

Lalu, apa artinya ini bagi Anda? Bagi kreator, fitur ini membuka kesempatan baru untuk bekerja-sama lebih intim dengan audiens alias sesama kreator. Bagi pengguna biasa, ini berfaedah lebih banyak langkah untuk terhubung dengan kawan tanpa kudu beranjak aplikasi. Tapi, tetap waspada—seperti platform lainnya, fitur baru juga bisa membuka celah keamanan. Pastikan Anda selalu memeriksa pengaturan privasi dan waspada terhadap potensi phishing di TikTok.

Tak bisa dipungkiri, TikTok sedang berupaya keras menjadi lebih dari sekadar aplikasi video pendek. Mereka mau menjadi pusat hubungan sosial nan lengkap. Dan dengan fitur terbaru ini, mereka selangkah lebih dekat untuk mewujudkannya. Apakah ini bakal membikin pengguna setia aplikasi pesan lain beralih? Waktu nan bakal menjawab.

Yang pasti, langkah ini juga menunjukkan sungguh kompetitifnya bumi platform sosial saat ini. Seperti diakui Zuckerberg nan menyebut TikTok sebagai ancaman terbesar Meta, TikTok terus berinovasi dan memperluas pengaruhnya. Bahkan, fitur seperti Amber Alert nan sebelumnya diluncurkan juga menunjukkan komitmen mereka terhadap rumor sosial nan lebih luas.

Jadi, siap-siap saja. Dalam beberapa minggu ke depan, obrolan TikTok Anda mungkin bakal jadi lebih hidup dan berwarna. Atau, setidaknya, lebih ribut dengan suara-suara dari kawan Anda nan malas mengetik.

Selengkapnya