Review Hyperx Quadcast 2: Mikrofon Gaming Serius Dengan Desain Futuristik

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Telset.id – HyperX kembali menunjukkan dominasinya di bumi periferal gaming dengan merilis HyperX QuadCast 2, penerus dari seri legendaris QuadCast nan telah lama menjadi favorit para streamer dan pembuat konten. 

Mikrofon ini dirancang untuk menghadirkan kualitas bunyi ahli dalam bungkusan nan mudah digunakan, tanpa perlu peralatan audio tambahan seperti mixer alias interface XLR. QuadCast 2 ini menyasar gamer, podcaster, hingga ahli nan menginginkan mikrofon plug-and-play dengan performa luar biasa dan tampilan menawan.

Dari sisi spesifikasi, HyperX QuadCast 2 membawa peningkatan signifikan dibanding pendahulunya, mulai dari sampling rate 96 kHz/24-bit, port USB-C, sistem kontrol baru nan lebih praktis, hingga pencahayaan LED nan bisa disesuaikan. 

Lantas apakah semua pembaruan ini membuatnya semakin layak menjadi mikrofon pilihan utama bagi mereka nan menginginkan kualitas bunyi bening dan karakter kreasi unik HyperX nan ikonik? mari simak review berikut.

BACA JUGA:

  • Review Motorola G86 Power: Si Tebal nan Punya Performa Kencang dan Baterai Awet
  • Review HyperX Pulsefire Fuse Wireless Gaming Mouse: Si Minimalis nan Responsif

Desain HyperX QuadCast 2

HyperX Quadcast 2Desain HyperX Quadcast 2

Dari pertama kali memandang Quadcast 2 keluaran HyperX nan kami review ini terlihat sangat futuristik dan elegan. Bodi silindernya dibalut warna putih matte dengan pencahayaan LED RGB di kembali kisi logam nan sekarang dapat diatur melalui software HyperX NGENUITY. Efek pencahayaan ini tidak hanya memberikan sentuhan visual nan terlihat cool untuk setup gaming, tapi juga berfaedah sebagai parameter status mikrofon misalnya, warna berubah ketika mikrofon di-mute.

Sistem suspensi internal berbentuk free-hanging tetap menjadi salah satu daya tarik utama desainnya, bagian ini juga menawarkan karet penyangga berwarna biru langit nan memberikan kesan kalem.

Mikrofon ini tergantung di dalam shock mount elastis nan berfaedah untuk menyerap getaran dari meja, keyboard, alias aktivitas tangan. Hasilnya, bunyi rekaman menjadi lebih bersih tanpa gangguan getaran mekanis.

Namun, di kembali desainnya nan futuristik, ukuran HyperX QuadCast 2 memang tergolong besar dan agak berat. Dengan tinggi 23,8 cm dan berat sekitar 780 gram (termasuk dudukan), mikrofon ini mungkin terasa agak menonjol di meja kecil.

Bagi sebagian orang, ini bisa menjadi tantangan dalam menata posisi nan ergonomis. Meski begitu, kualitas materialnya terasa premium dan solid, memberikan kesan bahwa perangkat ini memang dibuat tahan untuk jangka panjang.

Performa Audio HyperX QuadCast 2

HyperX Quadcast 2Performa HyperX Quadcast 2

Performa bunyi adalah perihal paling esensial ketika Review HyperX QuadCast 2. Mikrofon ini menggunakan tiga kapsul kondensor berukuran 14mm, dengan support sampling rate 96 kHz dan bit depth 24-bit. Artinya, QuadCast 2 bisa menangkap perincian bunyi dengan presisi tinggi cocok untuk kebutuhan ahli seperti podcast, live streaming, voice-over, hingga rekaman vokal musik.

Dalam pengujian, karakter bunyi nan dihasilkan terasa punya clarity nan cukup baik, dengan keseimbangan gelombang nan baik antara bass dan treble. Suara vokal terdengar lebih hidup tanpa perlu di-EQ, menjadikannya ideal untuk pengguna nan tidak mau repot melakukan pasca-produksi audio. Bagi para streamer, kualitas bunyi ini sudah lebih dari cukup untuk langsung digunakan di beragam aplikasi streaming tanpa tambahan pengaruh eksternal.

HyperX Quadcast 2HyperX Quadcast 2

Selain itu, QuadCast 2 juga mendukung fitur empat pola pickup bunyi (polar pattern), ialah cardioid, bidirectional, omnidirectional, dan stereo. Pola ini dapat dipilih dengan mudah sesuai kebutuhan.

Mode cardioid cocok untuk streaming dan recording tunggal lantaran konsentrasi menangkap bunyi dari depan, sedangkan mode omnidirectional berfaedah untuk konvensi alias podcast dengan banyak pembicara. Mode stereo memberikan dimensi ruang nan lebih luas untuk musik alias ASMR, sementara mode bidirectional ideal untuk wawancara dua arah. Fleksibilitas ini membikin QuadCast 2 menjadi mikrofon nan sangat serbaguna di beragam skenario.

Meski begitu, ada satu perihal nan sedikit disayangkan, kontrol gain baru nan digabung dengan pengaturan volume headphone terasa agak rumit digunakan. Tombol putar multifungsi ini memang membikin desainnya lebih rapi, tetapi tidak seintuitif knob gain di jenis sebelumnya. Pengguna baru mungkin perlu sedikit waktu untuk beradaptasi dengan sistem kontrol barunya.

Sebagai mikrofon nan ditujukan untuk gamer dan streamer, HyperX QuadCast 2 betul-betul memberikan pengalaman nan memuaskan. Suara game, obrolan, dan musik dapat terekam dengan jelas tanpa gangguan latar belakang berkah sistem vibration-damping mount dan sensitivitas tinggi pada kapsul kondensornya. 

Ketika digunakan untuk bermain game seperti Valorant alias Marvel Rivals, bunyi pengguna terdengar natural dan bebas distorsi apalagi ketika berbincang dengan intensitas tinggi.

Kelebihan lainnya adalah latensi rendah pada mode monitoring, sehingga pengguna dapat mendengar suaranya secara instan tanpa jeda. Ini sangat krusial dalam sesi streaming alias podcasting, di mana sinkronisasi bunyi dan ekspresi menjadi kunci. Selama penggunaan panjang, suhu perangkat tetap stabil lantaran sistem pendingin pasif nan efisien, dan tidak ada indikasi overheat.

Namun, untuk kebutuhan ahli seperti produksi musik skala studio, QuadCast 2 mungkin belum bisa sepenuhnya menggantikan mikrofon XLR dengan preamp analog. 

Fitur HyperX QuadCast 2

HyperX Quadcast 2Fitur HyperX Quadcast 2

Dari sisi fitur, mikrofon ini menawarkan port USB-C dengan daya 5W, hubungan USB-C ini memungkinkan kompatibilitas nan lebih luas dengan beragam perangkat, mulai dari PC, Mac, PS5, PS4, Nintendo Switch, hingga smartphone Android dengan support USB audio.

QuadCast 2 juga dilengkapi dengan output jack 3,5mm untuk monitoring langsung. Ini memungkinkan pengguna mendengar bunyi mereka secara real-time tanpa delay, fitur krusial bagi streamer profesional. 

HyperX Quadcast 2HyperX Quadcast 2

Kontrol volume headphone dan mute juga terasa responsif, dengan tap-to-mute sensor di bagian atas mikrofon nan sekarang lebih sensitif. Cukup menyentuhnya untuk mematikan suara, dan parameter LED otomatis berubah warna untuk memberi tahu statusnya, perihal mini ini cukup membantu untuk terus memantau kondisi mikrofon apakah tetap menyala alias tidak..

Selain itu, HyperX menyediakan software NGENUITY untuk pengaturan lanjutan seperti kalibrasi sensitivitas, pengaturan RGB, dan aktivasi filter high-pass untuk meredam noise 

Kesimpulan 

HyperX Quadcast 2HyperX Quadcast 2

Secara keseluruhan, HyperX QuadCast 2 sukses mempertahankan reputasi seri QuadCast sebagai mikrofon gaming premium dengan kualitas bunyi setara studio dan kemudahan penggunaan unik HyperX. Mikrofon ini menghadirkan audio dengan support sampling rate 96kHz/24-bit, sensitivitas tinggi, serta empat mode pickup bunyi nan elastis untuk beragam kebutuhan mulai dari streaming, podcast, hingga voice-over profesional. Desainnya nan futuristik dengan LED RGB nan dapat disesuaikan dan sistem shock mount free-hanging tidak hanya mempercantik tampilan setup gaming, tetapi juga menjaga hasil rekaman tetap bersih dari getaran dan noise eksternal.

BACA JUGA:

  • Review Samsung Galaxy Z Fold7: Lipatan Semakin Tipis, Fitur Semakin Pintar
  • Review HyperX Alloy Rise Gaming Keyboard: Kaya Kustomisasi

Namun, di kembali segala keunggulannya, QuadCast 2 tetap menyimpan beberapa kompromi kecil. Ukurannya nan cukup besar bisa menyantap ruang meja, dan sistem kontrol multifungsi untuk gain serta volume headphone terasa kurang intuitif dibanding model sebelumnya.

Meski demikian,dengan kualitas bunyi nan jernih, kreasi premium, serta kompatibilitas luas melalui port USB-C, HyperX QuadCast 2 layak bagi kalian mencari mikrofon gaming nan ada di pasaran. Berdasarkan pantauan tim Telset di marketplace lokal, mikrofon ini dijual di kasaran nilai Rp 2,8 jutaan hingga Rp3,7 jutaan.

Selengkapnya