Review Honor 400, Smartphone Ai Terbaik Di Kelas Menengah

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Telset.id – Kita sudah sering mendengar istilah “smartphone AI”, tapi tak sedikit nan hanya tempelan marketing. Ketika betul-betul dicoba, fitur AI-nya hanya segelintir dan fungsinya pun bisa dibilang biasa saja. Namun saat Kami mencoba HONOR 400, ada sesuatu nan berbeda. Ini bukan soal gimmick alias sekadar tren, tapi tentang gimana kepintaran buatan bisa betul-betul membantu dan menyederhanakan hidup sehari-hari.

Ya, inilah review komplit Kami setelah beberapa satu minggu memakai HONOR 400, sebuah smartphone AI nan datang di pasar Indonesia sebagai bagian dari comeback HONOR tahun ini. Tak hanya unggul di fitur, kreasi dan performanya pun layak diperhitungkan.

Paket Penjualan: Lengkap dan Langsung Pakai

Kesan pertama Kami saat membuka kotaknya: rapi dan lengkap. Di dalamnya sudah tersedia unit smartphone (dengan screen protector terpasang), charger HONOR SuperCharge 66W, kabel USB-C, casing bening, SIM ejector, dan dokumen.

Tak perlu buru-buru ke toko aksesori. Semua kebutuhan dasar sudah ada, dan casing bawaannya pun cukup pas serta nyaman digenggam.

Desain: Tipis, Flat, dan Tetap Elegan

Saat pertama kali menggenggam HONOR 400, perihal nan langsung terasa adalah ringannya berat dan nyamannya corak flat-nya. Kami pribadi menggunakan jenis Black dan Gold, nan punya corak visual unik di back cover-nya. Beda dengan warna polos lainnya, jenis ini terlihat lebih artistik—dan memang jadi head-turner saat digunakan di tempat umum.

Material kaca di belakang membuatnya terasa seperti flagship, sementara frame polikarbonat menjaga berat tetap ringan. Ketebalannya hanya 7,3 mm, dan berat 184 gram—sungguh impresif untuk smartphone dengan baterai 6000 mAh.

Rating IP66 dan sertifikasi SGS-5-Star Drop Resistance juga memberi rasa kondusif saat Kami menggunakannya sembari ngopi di teras saat hujan rintik-rintik. Bukan untuk dicelup tentu, tapi setidaknya tidak perlu panik ketika ada cipratan air.

Layar AMOLED 120Hz: Tajam, Cerah, dan Adem di Mata

Panel AMOLED 6,55 inci di HONOR 400 datang dengan resolusi 2736 x 1264 pixel dan refresh rate adaptif hingga 120Hz. Layar ini bukan hanya tajam, tapi juga responsif. Scrolling terasa halus, dan saat Kami menonton video HDR, warnanya betul-betul hidup.

Yang membikin Kami terkesan adalah klaim peak brightness 5000 nits. Saat dites langsung di luar ruangan siang hari, brightness-nya memang terasa sangat terang. Berdasarkan pengukuran dengan perangkat sederhana, di mode simulasi outdoor, layarnya bisa tembus hingga 1500 nits—cukup buat membaca pesan alias memandang maps di bawah terik matahari.

Kami juga mencoba fitur Motion Sickness Relief—dan rupanya bekerja cukup efektif. Saat menggunakan HP di mobil (baca-baca tulisan sembari jalan), titik-titik biru di layar menjaga konsentrasi mata tetap stabil. Tidak sepenuhnya menghilangkan rasa pusing, tapi Kami merasakan bedanya.

Performa: Snapdragon 7 Gen 3 nan Tangguh untuk Harian

Meski bukan SoC terbaru, Snapdragon 7 Gen 3 terbukti cukup tangguh. Kami menggunakan jenis 12 GB RAM dan 512 GB storage—satu-satunya jenis nan tersedia di Indonesia.

Multitasking melangkah lancar. Kami sempat mencoba buka 9 aplikasi sekaligus (Tokopedia, Chrome, YouTube, Instagram, TikTok, Google Docs, WhatsApp, Canva, CapCut, dan Shopee) tanpa lag berarti. Bahkan saat edit video singkat di CapCut, performanya tetap stabil.

Gaming? Kami coba PUBG Mobile di settingan “HDR – Ultra” dan hasilnya playable tanpa frame drop nan mengganggu. Suhu bodi tetap adem—mungkin lantaran optimasi OS dan kreasi thermal nan baik.

Kamera 200 MP: Resolusi Tinggi nan Nyata Manfaatnya

HONOR 400 menyematkan kamera utama 200 MP dengan sensor besar 1/1.4”. Di siang hari, hasil jepretan terasa tajam, dengan dynamic range nan baik dan warna akurat.

Kami mencoba ambil foto kembang dengan latar belakang sinar mentari langsung, dan pengaruh bokehnya alami sekali. Di malam hari, performa low-light juga cukup baik. Noise tetap ada, tapi tidak merusak perincian secara keseluruhan. Fitur Night Mode bisa menyeimbangkan pencahayaan secara cerdas.

Yang mencuri perhatian Kami justru kamera depannya—50 MP dengan keahlian rekam 4K. Saat dipakai buat video call alias selfie, perincian wajah terlihat natural tanpa pengaruh beauty nan berlebihan. Cocok untuk Anda nan aktif di IG Reels alias TikTok.

Fitur AI: Ini nan Membuat HONOR 400 Unik

Inilah bagian paling menarik dari HONOR 400. Kami sudah mencoba nyaris semua fitur AI-nya, dan bisa bilang: ini bukan gimmick.

✨ AI Eraser 2.0

Kami memotret pemandangan di taman, tapi ada orang nyelonong di latar. Dengan fitur ini, Kami cukup tandai objeknya, dan sistem langsung menghapus serta menambal dengan tekstur sekitarnya. Rapi. Tidak sempurna 100%, tapi cukup untuk unggah ke medsos tanpa edit tambahan.

🖼️ AI Outpainting

Kami punya foto pemandangan nan terpotong. Dengan fitur ini, bagian luar foto bisa diperluas secara otomatis—mirip seperti content-aware fill di Photoshop. Cocok untuk ubah aspect ratio dari 4:3 ke 16:9 tanpa merusak komposisi.

🎬 AI Image to Video

Fitur paling “wow”. Kami upload satu foto wajah, dan AI-nya mengubahnya menjadi video dengan animasi halus—seperti karakter nan bernapas dan mengedip. Ini menggunakan model Veo 2 dari Google. Memang belum bisa pilih style video, tapi untuk fitur built-in di smartphone, ini terobosan besar.

🛡️ AI Deepfake Detection

Saat video call, AI melakukan penemuan wajah musuh bicara. Kami sempat uji coba dengan video deepfake dari YouTube—dan sistem langsung memberi warning. Menarik sekali, terutama di era maraknya penipuan digital.

📝 AI Compose & Proofreading

Kami menulis caption untuk Instagram, lampau minta HONOR 400 menyempurnakannya. Hasilnya? Lebih rapi, natural, dan bebas typo. Bahkan Kami juga coba buat surat lamaran kerja dari prompt sederhana—dan hasilnya cukup layak untuk dikirimkan!

OS dan Update: Magic OS 9.0, Ringan dan Bersih

Magic OS 9.0 berbasis Android 15 melangkah mulus. Antarmukanya bersih, bebas iklan, dan sebagian besar aplikasi bawaan bisa dihapus. Kami sangat mengapresiasi ini.

Untuk support pembaruan, HONOR menjanjikan 2 kali pembaruan Android besar dan 3 tahun patch keamanan. Kombinasi ini cukup kondusif untuk investasi jangka menengah.

Fitur HONOR Connect juga patut dicoba. Kami sukses mentransfer file dari HONOR 400 ke iPhone hanya dengan drag & drop. Setup-nya mudah, dan prosesnya cepat.

Baterai 6000 mAh: Tahan Seharian, Charge Sekejap

Dengan baterai sebesar ini dan teknologi Silicon Carbon, daya tahannya luar biasa. Dalam penggunaan intensif (kamera, gaming, browsing, video call), HONOR 400 bisa memperkuat dari jam 8 pagi hingga 11 malam tanpa isi ulang.

Ketika akhirnya dicas, HONOR SuperCharge 66W mengisi dari 5% ke 70% dalam waktu sekitar 30 menit. Sangat membantu ketika kudu buru-buru.

Kesimpulan:

HONOR 400 bukan smartphone AI nan asal menyematkan fitur pintar. Dari nan Kami alami sendiri, fitur-fitur AI-nya relevan dan betul-betul dipakai. Kamera 200 MP bukan sekadar angka, layar AMOLED-nya nyaman dipandang, dan performa harian tidak mengecewakan.

Apakah ini smartphone AI terbaik di kelasnya? Kami percaya jawabannya: iya. Setidaknya untuk saat ini. HONOR 400 membuktikan bahwa AI di smartphone bukan sekadar pelengkap, tapi bisa menjadi nilai tambah nyata bagi pengguna sehari-hari.

Jika Anda mencari smartphone AI nan fungsional, bukan gimmick, HONOR 400 layak jadi pilihan utama. Paling tidak di segmen mid range.

Selengkapnya