Penyebab Dengkul Sakit Pada Lansia: Apa Saja?

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Memahami penyebab dengkul sakit pada lansia adalah langkah pertama nan krusial untuk bisa menangani dan mencegah agar tidak semakin parah. Apa saja sih penyebabnya? Cek terus dalam tulisan ini.

Dengkul sakit adalah masalah nan sangat sering dialami oleh orang tua. Bukan hanya rasa tidak nyaman saja, tapi kondisi ini bisa menghalang aktivitas sehari-hari dan membikin kualitas hidup menurun drastis.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Kenapa Dengkul Lansia Sering Sakit?

Kenapa dengkul sering sakit pada lansia? Jawabannya tidak sederhana lantaran banyak aspek nan berperan.

Yang jelas, dengkul adalah sendi nan kudu menopang berat badan kita setiap hari, dari pagi sampai malam, selama puluhan tahun. Bayangkan saja berapa banyak tekanan nan kudu ditanggungnya!

Penyebab Dengkul Sakit Pada Lansia: Penuaan

Penyebab nyeri dengkul pada orang tua nan paling utama adalah proses penuaan itu sendiri. Sama seperti bagian tubuh lain, dengkul juga ikut menua.

Bedanya, kerusakan pada dengkul terjadi secara berjenjang dan sering tidak disadari sampai gejalanya sudah cukup mengganggu.

Apa nan Terjadi pada Lutut Saat Kita Menua?

Proses degeneratif akibat penuaan membikin komponen-komponen krusial di dalam dengkul mulai rusak.

Bayangkan dengkul seperti engsel pintu nan dipakai terus-menerus. Lama-kelamaan, engsel itu bakal aus dan tidak lagi bekerja dengan mulus.

Di dalam dengkul kita, ada lapisan pelindung nan disebut tulang rawan (kartilago).

Fungsinya seperti alas lembek nan membikin tulang-tulang bisa bergerak tanpa saling bergesekan.

Nah, seiring bertambahnya usia, alas ini mulai menipis. Inilah nan dimaksud dengan tulang rawan menipis.

Ketika alas sudah tipis alias apalagi habis, tulang-tulang di dalam dengkul bakal bersenggolan langsung. Akibatnya? Timbul rasa sakit, bengkak, dan dengkul terasa kaku.

Kondisi ini disebut dengan sendi dengkul aus alias dalam bahasa medis dikenal sebagai osteoarthritis lutut. Masyarakat sering menyebutnya sebagai pengapuran sendi.

Pelumas Alami nan Berkurang

Selain bantalan, di dalam dengkul juga ada cairan nan berfaedah sebagai pelumas. Cairan ini namanya cairan sinovial.

Bayangkan seperti oli pada mesin motor. Tanpa pelumas nan cukup, mesin bakal sigap rusak lantaran gesekan.

Fungsi tulang rawan dan cairan sendi sangat krusial untuk menjaga dengkul tetap sehat. Sayangnya, saat kita menua, produksi cairan sendi berkurang.

Baik jumlahnya maupun kualitasnya menurun. Akibatnya, gesekan di dalam dengkul semakin besar dan mempercepat kerusakan. Ini nan membikin nyeri dengkul pada lansia lantaran usia semakin terasa.

Perubahan struktur sendi dengkul juga meliputi tumbuhnya tulang ekstra di tepi sendi (seperti tonjolan kecil) dan penebalan pada lapisan sendi.

Semua perubahan ini membikin dengkul terasa kaku, terutama saat bangun tidur pagi hari alias setelah duduk lama. Kadang juga terdengar bunyi “krek-krek” saat menggerakkan lutut.

Faktor Lain nan Membuat Dengkul Makin Sakit

Meskipun usia adalah aspek utama, ada beberapa perihal lain nan bisa memperparah kondisi dengkul sakit.

1. Berat Badan Berlebih

Hubungan obesitas dan tekanan pada dengkul sangat erat. Semakin berat badan kita, semakin besar tekanan nan kudu ditanggung lutut.

Faktanya, setiap kelebihan 1 kilogram berat badan bisa memberikan tekanan sampai 4 kali lipat pada dengkul saat kita berjalan!

Ini seperti kita menyuruh seseorang membawa beban berat terus-menerus tanpa istirahat. Pasti sigap capek dan rusak, kan? Begitu juga dengan dengkul kita.

Tekanan berlebih ini mempercepat pengikisan alas tulang rawan dan memicu peradangan lutut, sehingga timbul sakit dengkul kronis.

2. Aktivitas Sehari-hari

Hubungan aktivitas harian lansia dengan nyeri dengkul juga tidak bisa diabaikan.

Terlalu banyak bergerak alias melakukan aktivitas berat seperti melangkah jauh, naik turun tangga berkali-kali, alias berdiri terlalu lama bisa memicu nyeri.

Tapi tunggu dulu, jangan salah paham. Terlalu sedikit bergerak juga tidak baik! Kalau jarang beraktivitas, otot-otot di sekitar dengkul bakal melemah.

Padahal otot-otot ini krusial untuk menopang dan melindungi lutut. Jadi, kuncinya adalah aktivitas nan seimbang, tidak berlebihan tapi juga tidak terlalu sedikit.

3. Penyakit Lain nan Menyerang Sendi

Selain osteoarthritis, ada juga penyakit lain nan bisa menjadi penyebab dengkul sakit pada lansia tanpa cedera.

Salah satunya adalah artritis alias radang sendi, khususnya jenis rheumatoid arthritis.

Bedanya dengan pengapuran sendi adalah penyebabnya. Kalau osteoarthritis lantaran keausan, rheumatoid arthritis disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh nan malah menyerang sendi sendiri.

Akibatnya, timbul peradangan nan lebih dahsyat dan kerusakan bisa terjadi lebih cepat.

Gejala nan Biasa Dirasakan

Gejala penyebab dengkul sakit bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung tingkat keparahan dan penyebabnya. Berikut adalah keluhan nan paling sering dirasakan:

  • Sakit saat berjalan – Penyebab dengkul sakit saat melangkah pada lansia biasanya lantaran beban tubuh menekan dengkul nan sudah rusak. Setiap langkah terasa menyakitkan lantaran tulang-tulang di dalam sendi saling bergesekan.
  • Sakit saat berdiri lama – Penyebab dengkul sakit saat berdiri lama adalah tekanan terus-menerus tanpa jeda. Bayangkan Anda kudu menahan beban berat dalam waktu lama, pasti bakal terasa sangat capek dan sakit.
  • Sakit saat naik turun tangga – Lutut nyeri saat melangkah dan dengkul sakit saat naik turun tangga adalah keluhan klasik. Saat naik tangga, tekanan pada dengkul bisa mencapai 3-4 kali berat badan. Makanya rasa sakitnya lebih tajam dibanding jalan biasa.
  • Kaku di pagi hari – Penyebab dengkul kaku dan sakit pada lansia paling terasa saat bangun tidur. Setelah dengkul tidak digerakkan sepanjang malam, sendi menjadi kaku. Biasanya membaik setelah bergerak sedikit.
  • Sakit sebelah – Penyebab dengkul sakit sebelah pada lansia, entah kiri alias kanan saja, bisa lantaran beban tubuh tidak merata, pernah cedera sebelumnya, alias memang keausan sendinya tidak sama.

Apakah Dengkul Sakit pada Lansia Berbahaya?

Dengkul sakit pada lansia apakah berbahaya? Ini pertanyaan nan sering muncul.

Sebenarnya, dengkul sakit lantaran penuaan tidak langsung menakut-nakuti nyawa. Tapi, akibat tidak langsungnya bisa sangat serius.

Dampak nyeri dengkul terhadap mobilitas dan kualitas hidup sangat besar. Ketika sakit untuk bergerak, lansia jadi malas beraktivitas. Akibatnya:

  • Otot-otot menjadi lemah
  • Keseimbangan tubuh menurun, sehingga mudah jatuh
  • Risiko penyakit jantung meningkat lantaran kurang gerak
  • Bisa mengalami depresi lantaran merasa terbatas dan tidak mandiri

Jadi meskipun tidak langsung berbahaya, pengaruh jangka panjangnya tetap perlu diwaspadai.

Kapan Harus Waspada?

Perbedaan nyeri lutut normal vs patologis pada lansia perlu dipahami. Rasa pegal alias kaku ringan setelah banyak bergerak, lampau sigap lenyap setelah istirahat, itu tetap wajar. Tapi Anda kudu waspada kalau:

  • Nyeri terus-menerus alias malah semakin parah
  • Nyeri sampai mengganggu tidur malam
  • Lutut tampak bengkak, merah, alias terasa hangat saat dipegang
  • Bentuk dengkul berubah (misalnya kaki jadi bengkok)
  • Otot di sekitar dengkul terasa sangat lemah

Cara Mengetahui Penyebab Dengkul Sakit Pada Lansia

Cara mengetahui penyebab dengkul sakit pada lansia adalah dengan memeriksakan diri ke master ortopedi (dokter ahli tulang dan sendi).

Dokter bakal melakukan beberapa pemeriksaan:

  • Wawancara medis – Dokter bakal menanyakan kapan mulai sakit, seberapa sakit, apa nan membikin sakit bertambah alias berkurang, dan riwayat kesehatan Anda.
  • Pemeriksaan fisik – Dokter bakal memeriksa dengkul secara langsung, mencari tanda-tanda bengkak alias kemerahan, dan mengetes aktivitas lutut.
  • Foto rontgen (X-ray lutut) – Ini untuk memandang kondisi tulang, celah antar tulang, dan ada tidaknya tonjolan tulang ekstra.
  • MRI lutut – Kalau diperlukan, terutama untuk memandang ligamen dengkul (jaringan pengikat), meniskus (bantalan lutut), dan kondisi tulang rawan dengan lebih detail.

Kapan Harus ke Dokter?

Kapan nyeri dengkul lansia perlu ditangani dokter? Segera cari pertolongan medis jika:

  • Nyeri sangat dahsyat dan muncul tiba-tiba
  • Lutut bengkak besar dalam waktu singkat
  • Ada demam berbarengan dengan nyeri lutut
  • Tidak bisa melangkah alias menahan berat badan
  • Sudah diobati sendiri di rumah beberapa hari tapi tidak membaik

Cara Mengobati dan Mengelola Nyeri Dengkul

Pengobatan bermaksud untuk mengurangi rasa sakit, memperbaiki kegunaan lutut, dan memperlambat kerusakan lebih lanjut. Beberapa langkah nan biasa digunakan:

  • Obat pereda nyeri – Obat antiinflamasi (NSAID) seperti ibuprofen bisa membantu mengurangi nyeri sendi dan bengkak. Tapi kudu digunakan sesuai rekomendasi dokter, terutama untuk lansia nan punya masalah lambung alias ginjal.
  • Terapi fisik – Latihan unik nan dipandu fisioterapis bisa memperkuat otot di sekitar lutut, sehingga dengkul lebih stabil dan nyeri berkurang.
  • Mengatur style hidup – Ini termasuk menjaga berat badan ideal dan menghindari aktivitas nan terlalu berat untuk lutut.
  • Suntikan ke lutut – Dalam kasus tertentu, master mungkin menyuntikkan obat antiradang alias cairan pelumas unik langsung ke dalam sendi lutut.

Mencegah Sejak Dini

Pencegahan nyeri dengkul sejak usia lanjut bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana:

  • Jaga berat badan – Ini langkah paling efektif. Setiap kilogram nan sukses diturunkan bakal sangat meringankan beban lutut.
  • Olahraga teratur – Pilih olahraga nan tidak terlalu membebani dengkul seperti jalan santai, berenang, alias bersepeda. Olahraga ini bisa memperkuat otot tanpa merusak sendi.
  • Makan bergizi – Konsumsi makanan nan mengandung kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi.

Kesimpulan tentang Penyebab Dengkul Sakit

Penyebab dengkul sakit pada lansia memang kompleks dan melibatkan banyak faktor.

Namun dengan memahami penyebabnya, mengenali indikasi sejak dini, dan melakukan langkah-langkah pencegahan serta pengobatan nan tepat, lansia tetap bisa menjalani hidup dengan aktif dan nyaman.

Yang terpenting adalah jangan ragu untuk berkonsultasi dengan master agar mendapat penanganan nan sesuai dengan kondisi Anda.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Penyebab Dengkul Sakit

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik penyebab dengkul sakit:

Apa penyebab utama dengkul sakit pada lansia?

Penyebab utama dengkul sakit pada lansia adalah proses degeneratif akibat penuaan.

Seiring bertambahnya usia, tulang rawan menipis dan cairan sendi berkurang, sehingga tulang-tulang di dalam dengkul saling bersenggolan dan menimbulkan nyeri.

Kondisi ini dikenal sebagai osteoarthritis dengkul alias pengapuran sendi.

Kenapa dengkul sakit saat naik turun tangga?

Dengkul sakit saat naik turun tangga lantaran aktivitas ini memberikan tekanan nan sangat besar pada lutut, bisa mencapai 3-4 kali berat badan.

Pada lansia nan tulang rawan lututnya sudah menipis, tekanan ekstra ini menyebabkan gesekan tulang nan lebih dahsyat dan menimbulkan nyeri nan tajam.

Apakah dengkul sakit pada lansia berbahaya?

Secara langsung, dengkul sakit tidak menakut-nakuti jiwa. Namun akibat tidak langsungnya sangat serius karena:

  • Dapat mengurangi mobilitas
  • Menyebabkan otot melemah
  • Meningkatkan akibat jatuh
  • Memicu masalah kesehatan lain seperti penyakit jantung dan depresi akibat kurang aktivitas.

Kapan kudu ke master untuk dengkul sakit?

Segera ke master jika:

  • Nyeri sangat dahsyat dan tiba-tiba
  • Lutut bengkak besar dalam waktu singkat
  • Ada demam berbarengan dengan nyeri lutut
  • Tidak bisa melangkah alias menahan berat badan
  • Nyeri tidak berkurang setelah diobati sendiri di rumah selama beberapa hari.

Selengkapnya