Paypal Perkuat Honey Dengan Ai, Hadapi Persaingan Openai & Google

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Telset.id – Bayangkan Anda sedang bertanya pada asisten AI tentang rekomendasi smartphone terbaru, dan dalam sekejap muncul daftar produk komplit dengan nilai terbaik, pilihan merchant, hingga penawaran eksklusif. Inilah nan sedang dipersiapkan PayPal untuk mengubah langkah kita berbelanja di era kepintaran buatan.

Setelah bekerja-sama dengan Google dalam inisiatif agentic commerce awal bulan ini, raksasa pembayaran PayPal mengumumkan fitur-fitur baru pada ekstensi browser PayPal Honey. Langkah strategis ini dirancang untuk menjawab pertanyaan fundamental: di mana posisi tools seperti Honey ketika konsumen mulai beranjak dari pencarian tradisional ke chatbot AI sebagai kawan shopping utama?

Fitur-fitur terbaru ini bakal memberikan rekomendasi produk Honey, info nilai real-time, dan akses ke beragam penawaran langsung kepada pengguna chatbot AI nan sedang melakukan riset belanja. Sistem canggih ini apalagi bisa mengidentifikasi ketika rekomendasi AI sendiri rupanya melewatkan retailer besar, kemudian menampilkan opsi tambahan tersebut kepada konsumen.

Ilustrasi PayPal Honey AI shopping assistant dengan chatbot dan rekomendasi produk

Menurut PayPal, integrasi shopping agentic ini dirancang untuk berkarakter AI-agnostic, artinya dapat bekerja dengan beragam platform kepintaran buatan. Namun dalam tahap awal, sistem bakal beraksi dengan OpenAI’s ChatGPT sebelum kemudian diperluas ke platform AI lainnya. Ini menjadi sinyal jelas gimana PayPal memposisikan diri dalam lanskap persaingan nan semakin panas.

Strategi Agentic Commerce PayPal nan Lebih Luas

Fitur baru Honey ini bukanlah langkah isolasi. Perusahaan mengungkapkan bahwa ini merupakan bagian dari rollout inisiatif agentic commerce nan lebih komprehensif. Portofolio inisiatif tersebut mencakup kemitraan dengan Google, penawaran agentic commerce khusus, server MCP remote, Agent Toolkit, serta beragam kesepakatan smaller scale nan strategis.

Yang menarik, PayPal juga menawarkan akses cuma-cuma selama setahun ke jasa premium Perplexity dan akses cuma-cuma ke browser Comet barunya. Gerakan-gerakan ini menunjukkan gimana perusahaan berupaya membangun ekosistem nan solid di tengah persaingan nan semakin ketat.

Dalam wawancara dengan TechCrunch, PayPal menegaskan komitmennya untuk menciptakan solusi nan dapat beradaptasi dengan beragam platform AI. Pendekatan elastis ini mungkin menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi dinamika pasar nan sigap berubah.

Persaingan Memanas: OpenAI Masuk Arena Belanja

Sementara PayPal memperkuat posisinya, para pemain AI justru bergerak lebih garang ke wilayah nan selama ini menjadi domain tools seperti Honey. OpenAI, misalnya, baru saja mengumumkan rencana untuk bersaing dengan Amazon dan Google melalui sistem shopping agentic sendiri nan dilengkapi fitur “Instant Checkout”.

Meskipun sistem OpenAI saat ini hanya mendukung Etsy dengan rencana integrasi Shopify dalam waktu dekat, langkah ini menjadi penanda krusial tentang arah perkembangan e-commerce di era AI. Konsumen mungkin bakal mulai melakukan riset shopping mereka melalui chatbot AI, menggeser kebiasaan browsing web tradisional di mana Honey sebelumnya mempunyai traksi kuat.

Persaingan ini semakin kompleks dengan kehadiran pemain lain seperti Visa nan juga meluncurkan AI agent untuk shopping otomatis. Lanskap e-commerce sedang mengalami transformasi fundamental, dan setiap pemain berupaya menyatakan posisi terdepan.

Tantangan dan Peluang di Tengah Transformasi Digital

Peluncuran fitur AI ini datang di saat nan cukup menantang bagi Honey. Perusahaan baru saja menghadapi angin besar publikasi negatif setelah seorang YouTuber menuduh mereka mengambil duit dari influencer dengan menyatakan angsuran untuk penjualan nan sebenarnya didorong oleh konten creator. Isu ini apalagi telah memicu beberapa gugatan hukum.

Namun, transformasi menuju AI mungkin justru menjadi momentum bagi Honey untuk membangun kembali kepercayaan dan menawarkan nilai tambah nan lebih jelas kepada semua pihak – baik konsumen maupun merchant.

Fitur komparasi nilai nan ditingkatkan dan penawaran nan dipersonalisasi tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga dapat meningkatkan penjualan merchant. Dalam ekosistem nan semakin kompetitif, keahlian untuk memberikan pengalaman shopping nan lebih pandai dan efisien bisa menjadi pembeda utama.

Integrasi dengan beragam platform AI juga membuka kesempatan kerjasama nan lebih luas. Seperti nan kita lihat dalam integrasi Google Gemini di perangkat Galaxy alias kerjasama Telkomsel dengan Perplexity Pro, sinergi antara teknologi AI dan platform existing menciptakan nilai tambah nan signifikan.

Pertanyaannya sekarang: apakah konsumen siap untuk sepenuhnya mempercayai rekomendasi AI dalam keputusan shopping mereka? Dan nan lebih penting, apakah tools seperti PayPal Honey dapat membuktikan bahwa mereka memberikan nilai nan lebih baik dibandingkan solusi native dari provider AI sendiri?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini bakal menentukan masa depan e-commerce dalam beberapa tahun mendatang. Satu perihal nan pasti: pertarungan untuk mendominasi shopping AI baru saja dimulai, dan setiap pemain sedang mempersenjatai diri dengan teknologi terbaik nan mereka miliki.

Selengkapnya