– Pasar mata uang digital berpotensi memasuki fase nan lebih konstruktif pada kuartal pertama 2026, seiring kombinasi aspek musiman, aliran modal baru dan struktur teknikal Bitcoin nan mulai membaik. Pandangan ini disampaikan oleh salah satu trader berpengalaman, ialah Crypto Rover di media sosial X.
Dalam salah satu update-nya, Rover menilai bahwa kondisi awal tahun kerap menciptakan kesempatan reli jangka pendek, apalagi di tengah siklus pasar nan belum sepenuhnya pulih.

Salah satu pendorong utama adalah masuknya modal segar pada awal tahun. Setiap Januari, biaya lindung nilai, manajer aset, dan lembaga finansial umumnya mengalokasikan kembali modal baru.
“Pola ini terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun,” ungkap Rover.
Ia menjelaskan, saat ini banyak aset tradisional terlihat sudah padat posisi. Emas dan perak berada dekat level tertinggi sepanjang masa, sementara indeks saham utama juga diperdagangkan di sekitar rekor. Sebaliknya, Bitcoin dan sebagian besar altcoin tetap berada di bawah puncak historisnya.
“Bagi Investor institusional, perbedaan valuasi ini menjadi pertimbangan penting. Ketika likuiditas meningkat, modal condong mencari aset nan belum sepenuhnya ‘mahal’,” ujarnya.
Dalam konteks ini, mata uang digital dinilai tetap menawarkan ruang kenaikan. Selain itu, ukuran pas mata uang digital nan relatif mini membikin pergeseran alokasi nan terbatas sekalipun berpotensi mendorong pergerakan nilai nan signifikan.
Selain itu, Rover juga mengatakan bahwa aspek musiman juga berperan. Penjualan pada bulan Desember kerap dipicu oleh praktik tax-loss harvesting, di mana penanammodal melepas aset nan merugi untuk mengunci kerugian pajak sebelum akhir tahun.
“Penjualan ini tida selalu mencerminkan sentimen negatif terhadap esensial aset,” kata Rover.
Menurutnya, ketika almanak berganti, banyak penanammodal kembali membangun posisi nan sama pada Januari. Tekanan jual pun mereda, sementara permintaan mulai kembali muncul.
Baca Juga: Analis Proyeksikan ETF Kripto Bakal Meledak di 2026
Transisi dari penjualan akhir tahun ke pembelian awal tahun ini, lanjutnya, telah beberapa kali memicu pergerakan kuat pada kuartal pertama di pasar kripto. Ketika dilakukan secara berbarengan oleh banyak pelaku pasar, perubahan keseimbangan permintaan dapat terasa cukup signifikan.
Jika dilihat dari sisi teknikal, Rover menjabarkan perhatian sedang tertuju pada siklus empat tahunan Bitcoin dan level rata-rata pergerakan kunci. Pada siklus sebelumnya, Bitcoin sempat jatuh dari sekitar US$ 69.000 ke US$ 32.000 sebelum reli dan kembali merebut 50-week exponential moving average (EMA) di kisaran US$ 48.000. Saat ini, level 50-week EMA berada di kisaran US$ 98.200.
Bila pola historis tersebut kembali terulang pada kuartal pertama 2026, Crypto Rover menilai pergerakan menuju US$ 100.000 – US$ 102.000 menjadi skenario nan realistis, setara dengan reli sekitar 18 persen dari level nilai saat ini.
“Kenaikan Bitcoin dalam skala tersebut secara historis sering diikuti oleh pergerakan nan lebih besar pada altcoin,” paparnya.
Dia juga menyatakan bahwa dalam siklus sebelumnya, reli Bitcoin sekitar 20 persen kerap diiringi kenaikan sekitar 35 – 40 persen pada Ethereum dan altcoin berkapitalisasi besar. Sementara untuk altcoin berkapitalisasi lebih mini dapat mencatat lonjakan 60 – 80 persen sebelum momentum mulai mereda.
“Meski begitu, saya juga mengingatkan skenario ini tidak serta-merta menandai dimulainya bull market penuh,” tulis Rover.
Menurutnya, reli nan terjadi lebih berkarakter relief rally, nan berpotensi menghidupkan kembali optimisme pasar dan menciptakan kesan bahwa bull run telah kembali, sebelum pasar kembali menghadapi fase koreksi berikutnya.
🚨 Q1 2026 COULD BE BULLISH FOR BTC AND ALTS.
Here's why:
1) Fresh capital gets deployed at the start of the year
Every January, hedge funds, asset managers, and institutions put new money to work.
That happens every single year.
Right now, most traditional assets already… pic.twitter.com/j9VfVcxG8c
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
2 minggu yang lalu