Osteoarthritis: Inilah Gejala Dan Cara Mengobatinya!

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Osteoarthritis adalah salah satu penyakit sendi nan paling banyak ditemui, khususnya pada orang-orang nan sudah berumur lanjut.

Kondisi ini sering juga disebut sebagai penyakit sendi degeneratif lantaran sifatnya nan memburuk secara bertahap.

Berbeda dengan radang sendi biasa, osteoarthritis terjadi lantaran kerusakan pada alas sendi nan disebut tulang rawan (kartilago).

Ketika alas ini rusak, tulang-tulang di dalam sendi bakal bersenggolan langsung, menimbulkan rasa sakit dan beragam keluhan lainnya nan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Apa Itu Osteoarthritis?

Osteoarthritis adalah penyakit nan menyerang sendi, di mana lapisan pelindung tulang nan berjulukan tulang rawan mengalami kerusakan secara perlahan.

Istilah medis lain untuk kondisi ini adalah arthrosis, nan menggambarkan peradangan sendi ringan kronis dengan kerusakan nan terus berlanjut.

Yang perlu dipahami adalah bahwa osteoarthritis tidak hanya merusak tulang rawan saja, tetapi juga mempengaruhi tulang di bawahnya, cairan sendi, ligamen, dan otot-otot di sekitar sendi.

Dalam keadaan normal, tulang rawan berfaedah seperti alas nan membikin aktivitas sendi menjadi lembut dan mengurangi benturan.

Jaringan ini tidak mempunyai pembuluh darah, sehingga nutrisinya berjuntai pada cairan sinovial nan ada di dalam sendi.

Pada penderita osteoarthritis, keseimbangan antara pembentukan dan kerusakan tulang rawan terganggu, sehingga terjadi penipisan alas pelindung ini.

Ketika tulang rawan sudah sangat tipis alias apalagi hilang, tulang nan sebelumnya terlindungi bakal mulai bergesekan langsung.

Gesekan tulang ini memicu peradangan, pembentukan tonjolan tulang (osteofit), perubahan corak sendi, dan penurunan kualitas cairan sinovial.

Semua perubahan ini menyebabkan sendi tidak berfaedah dengan baik dan menimbulkan gejala-gejala nan mengganggu mobilitas dan kualitas hidup.

Karakteristik Osteoarthritis Kronis

Osteoarthritis kronis adalah kondisi nan berkembang dalam waktu bertahun-tahun.

Sifatnya nan progresif berfaedah kerusakan struktural condong semakin parah seiring waktu, meskipun kecepatan perkembangannya berbeda-beda pada setiap orang.

Ada nan mengalami perkembangan lambat dengan keluhan minimal selama puluhan tahun, tetapi ada juga nan mengalami kerusakan lebih sigap sehingga memerlukan penanganan medis nan lebih intensif.

Tanda dan Gejala Osteoarthritis

Apa indikasi osteoarthritis nan umum terjadi? Gejala osteoarthritis biasanya muncul secara perlahan dan bertahap.

Pada osteoarthritis stadium awal, keluhan mungkin hanya berupa rasa tidak nyaman ringan nan muncul setelah beraktivitas cukup lama.

Namun seiring waktu, keluhan ini bakal semakin sering muncul dan bisa mengganggu apalagi saat sedang istirahat.

1. Nyeri Sendi

Nyeri sendi adalah keluhan utama nan paling sering dirasakan penderita osteoarthritis. Rasa nyeri ini biasanya berkarakter mekanis, artinya bakal semakin terasa saat sendi digunakan untuk beraktivitas dan bakal berkurang saat istirahat.

Nyeri biasanya terpusat pada sendi nan bermasalah dan intensitasnya bisa berubah-ubah sepanjang hari.

Pada tahap lanjut, nyeri bisa menjadi konstan dan mengganggu tidur malam, nan menandakan kerusakan sudah meluas ke jaringan sekitar sendi alias tulang di bawahnya.

2. Kaku Sendi

Kekakuan adalah indikasi unik lainnya, terutama dirasakan setelah tidak bergerak dalam waktu lama. Kaku sendi pada osteoarthritis biasanya berjalan kurang dari 30 menit dan bakal membaik dengan aktivitas ringan.

Hal ini berbeda dengan kekakuan pada penyakit radang sendi lainnya nan condong berjalan lebih lama.

Kekakuan di pagi hari alias setelah duduk lama menunjukkan adanya penumpukan zat-zat peradangan di ruang sendi dan berkurangnya pelumasan cairan sendi untuk sementara waktu.

3. Penurunan Fungsi Sendi

Kerusakan sendi menyebabkan keterbatasan dalam menggerakkan sendi. Penderita bakal kesulitan melakukan aktivitas nan sebelumnya mudah dilakukan, seperti jongkok, membungkuk, alias mengangkat barang.

Keterbatasan mobilitas ini tidak hanya disebabkan oleh rasa nyeri, tetapi juga lantaran perubahan corak bentuk sendi seperti terbentuknya tonjolan tulang, penebalan selaput sendi, dan melemahnya otot-otot di sekitar sendi.

4. Pembengkakan Sendi

Pembengkakan sendi bisa terjadi lantaran penumpukan cairan di dalam sendi alias penebalan jaringan di sekitar sendi.

Area nan terkena bakal terlihat membesar dan terasa hangat saat disentuh, menandakan adanya peradangan. Pembengkakan ini bisa berubah-ubah tergantung aktivitas dan respons terhadap pengobatan.

5. Bunyi “Krek-Krek” Saat Sendi Digerakkan

Fenomena bunyi “krek-krek” alias sensasi berderak saat menggerakkan sendi adalah karakter unik osteoarthritis.

Suara ini muncul lantaran gesekan antara permukaan tulang nan sudah tidak terlindungi tulang rawan dengan baik, alias lantaran tonjolan tulang nan mengganggu aktivitas normal sendi.

Meskipun tidak selalu disertai rasa sakit, bunyi ini menandakan sudah terjadi perubahan struktur nan cukup berfaedah pada sendi.

Gejala Berdasarkan Lokasi Sendi nan Terkena

1. Osteoarthritis Lutut

Osteoarthritis dengkul alias nan sering disebut OA Knee adalah jenis nan paling sering terjadi lantaran sendi dengkul menanggung beban tubuh nan sangat besar saat berdiri dan berjalan.

  • Nyeri lutut pada kondisi ini terutama dirasakan di bagian depan alias dalam sendi lutut. Nyeri lutut bakal semakin terasa saat naik tangga, melangkah di permukaan nan tidak rata, alias bangkit dari posisi duduk.
  • Sendi dengkul bengkak dan terasa hangat, terutama setelah beraktivitas cukup lama.
  • Kaki bengkok. Pada tahap lanjut, bisa terjadi perubahan corak kaki menjadi bengkok ke dalam (berbentuk huruf O) alias ke luar (berbentuk huruf X), nan bakal semakin memperparah pengedaran beban pada sendi.

2. Osteoarthritis Panggul

Osteoarthritis panggul menyerang persendian antara tulang paha dan tulang panggul

  • Rasa nyeri khasnya terasa di selangkangan, paha bagian depan, alias bisa menjalar ke pinggul dan lutut. Aktivitas seperti berjalan, naik tangga, alias memutar kaki bakal membikin nyeri semakin terasa.
  • Sendi panggul nan terkena bakal mengalami keterbatasan mobilitas nan mengganggu aktivitas dasar seperti mengenakan sepatu, naik kendaraan, alias bangkit dari bangku nan rendah.

3. Osteoarthritis Tangan

Osteoarthritis tangan sering menyerang sendi-sendi di ujung jari dan di tengah jari, serta sendi pangkal ibu jari. Kondisi ini menghasilkan:

  • Benjolan keras nan dikenal sebagai nodus Heberden (pada sendi ujung jari) dan nodus Bouchard (pada sendi tengah jari)
  • Nyeri, kaku, bengkak, dan perubahan corak jari-jari tangan secara bertahap
  • Fungsi tangan untuk melakukan aktivitas lembut seperti menggenggam, menulis, alias membuka tutup botol menjadi terganggu, nan berakibat cukup besar pada aktivitas sehari-hari.

Penyebab Osteoarthritis

Penyebab osteoarthritis sebenarnya cukup kompleks dan melibatkan beragam aspek nan saling berkaitan.

Meskipun proses penuaan dan sendi memang berasosiasi erat, osteoarthritis tidak bisa dianggap sebagai perihal nan pasti terjadi pada semua orang tua.

Penyakit ini terjadi lantaran gangguan pada proses metabolisme sel-sel tulang rawan, kerusakan struktur tulang rawan nan berlebihan, peradangan ringan nan berjalan lama, dan perubahan mekanis nan mempercepat keausan sendi.

Faktor Risiko Osteoarthritis

1. Bertambahnya Usia

Proses penuaan dan sendi memang berangkaian erat dengan terjadinya osteoarthritis pada lansia.

Seiring bertambahnya usia, keahlian tubuh untuk memperbaiki kerusakan tulang rawan semakin menurun, kerusakan-kerusakan mini semakin menumpuk, dan komposisi tulang rawan berubah sehingga menjadi kurang elastis dan kuat.

Angka kejadian osteoarthritis meningkat drastis setelah usia 50 tahun, dan sebagian besar orang berumur di atas 65 tahun menunjukkan tanda-tanda penyakit ini pada foto rontgen meskipun tidak semuanya merasakan keluhan.

2. Kelebihan Berat Badan

Berat badan berlebih memberikan beban nan sangat berat pada sendi, khususnya pada sendi dengkul dan sendi panggul nan kudu menopang tubuh.

Setiap kilogram kelebihan berat badan bakal menghasilkan tekanan berlipat dobel pada sendi saat melangkah alias berlari.

Selain pengaruh beban fisik, obesitas juga berangkaian dengan peradangan ringan di seluruh tubuh akibat zat-zat nan dilepaskan oleh jaringan lemak, nan turut mempercepat kerusakan tulang rawan.

3. Riwayat Cedera alias Trauma

Riwayat cedera pada sendi seperti patah tulang di area sendi, putusnya ligamen, alias robeknya alas dengkul (meniskus) meningkatkan akibat osteoarthritis di kemudian hari.

Trauma mengubah langkah kerja normal sendi, menghasilkan pengedaran beban nan tidak merata sehingga mempercepat keausan.

Cedera juga bisa memicu proses peradangan nan berjalan lama, nan memulai proses kerusakan nan terus bersambung bertahun-tahun setelah cedera awal sembuh.

4. Pekerjaan dengan Gerakan Berulang

Pekerjaan nan melibatkan aktivitas berulang-ulang, posisi jongkok dalam waktu lama, alias mengangkat beban berat secara terus-menerus meningkatkan akibat osteoarthritis.

Tekanan mekanis nan berulang pada sendi tertentu menghasilkan penumpukan kerusakan-kerusakan mini nan melampaui keahlian tubuh untuk memperbaikinya, sehingga mempercepat proses kerusakan sendi.

5. Faktor Keturunan

Komponen genetik berkedudukan cukup besar, terutama pada osteoarthritis tangan dan osteoarthritis nan menyerang banyak sendi sekaligus.

Variasi genetik nan mempengaruhi struktur kolagen (protein penyusun tulang rawan), metabolisme tulang rawan, alias respons peradangan dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap penyakit ini. 

Riwayat family nan mempunyai osteoarthritis meningkatkan akibat seseorang untuk mengalami kondisi nan sama.

6. Kelainan Bentuk Tulang alias Sendi Sejak Lahir

Kelainan corak sendi nan sudah ada sejak lahir alias berkembang sejak masa pertumbuhan menyebabkan pengedaran beban pada sendi tidak merata.

Kondisi seperti kaki bengkok, panggul nan tidak berkembang sempurna, alias kelainan corak lainnya menghasilkan konsentrasi tekanan pada area tertentu dari tulang rawan, mempercepat kerusakan lokal nan akhirnya meluas ke seluruh permukaan sendi.

7. Jenis Kelamin

Perempuan, khususnya setelah menopause, menunjukkan nomor kejadian osteoarthritis nan lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Perubahan hormon, terutama penurunan hormon estrogen, diduga berkedudukan dalam proses metabolisme tulang rawan dan pengaturan respons peradangan, meskipun sistem pastinya tetap terus diteliti.

Cara Mendiagnosis Osteoarthritis

1. Pemeriksaan Fisik

Diagnosis dimulai dengan wawancara pasien untuk mengetahui:

  • Karakteristik nyeri
  • Berapa lama indikasi sudah dirasakan
  • Faktor apa nan membikin keluhan bertambah alias berkurang
  • Bagaimana dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari

Dokter ortopedi bakal melakukan pemeriksaan bentuk nan meliputi memandang ada tidaknya perubahan corak alias pengecilan otot, meraba untuk mendeteksi nyeri tekan alias pembengkakan, dan mengevaluasi seberapa jauh sendi bisa digerakkan.

Tes-tes unik juga bisa dilakukan untuk menilai kestabilan ligamen dan kondisi struktur di sekitar sendi.

2. Uji Pencitraan

Foto Rontgen (X-ray)

Pemeriksaan rontgen adalah langkah awal nan paling umum untuk memastikan diagnosis. X-ray bisa menunjukkan:

  • Penyempitan celah sendi (yang mencerminkan hilangnya tulang rawan)
  • Pembentukan tonjolan tulang di pinggir sendi
  • Pengerasan tulang di bawah tulang rawan, dan terbentuknya rongga-rongga mini di dalam tulang.

Meskipun tidak bisa memandang tulang rawan secara langsung, perubahan-perubahan sekunder ini sangat unik untuk osteoarthritis.

MRI (Magnetic Resonance Imaging)

MRI memberikan gambaran nan jauh lebih perincian tentang jaringan lunak, termasuk tulang rawan, alas lutut, ligamen, tendon, dan selaput sendi.

Pemeriksaan ini sangat berfaedah untuk:

  • Mendeteksi osteoarthritis stadium awal ketika perubahan pada rontgen belum terlihat
  • Mengevaluasi kompleksitas kerusakan
  • Merencanakan tindakan operasi

MRI dapat mengidentifikasi pembengkakan tulang, kerusakan tulang rawan di area tertentu, dan kelainan jaringan lunak lainnya nan tidak terlihat pada rontgen biasa.

3. Analisis Cairan Sendi

Pada kasus tertentu dengan pembengkakan sendi nan cukup besar alias kecurigaan adanya kondisi peradangan lain, master mungkin bakal melakukan pengambilan cairan sendi menggunakan jarum.

Analisis cairan sendi membantu membedakan osteoarthritis dari jenis radang sendi lainnya. Pada osteoarthritis:

  • Cairan sendi biasanya berwarna kuning bening dengan kekentalan nan tetap baik
  • Jumlah sel darah putih rendah
  • Tidak ditemukan kristal-kristal abnormal

Perbedaan Osteoarthritis dan Rheumatoid Arthritis

Perbedaan osteoarthritis dan rheumatoid arthritis sangat mendasar dalam perihal penyebab, pola penyebaran, dan indikasi klinisnya.

Definisi

  • Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh keliru menyerang selaput sendi sendiri, menghasilkan peradangan dahsyat nan bisa merusak tulang dan tulang rawan.
  • Sebaliknya, osteoarthritis adalah penyakit muskuloskeletal nan terjadi lantaran kerusakan mekanis dengan peradangan ringan sebagai pengaruh sekunder.

Sendi nan terdampak

Distribusi sendi nan terkena juga berbeda secara khas:

  • Osteoarthritis lebih sering menyerang sendi-sendi nan menanggung beban tubuh (lutut, panggul) dan sendi nan sering digunakan (tangan, tulang belakang), biasanya dengan pola tidak simetris.
  • Rheumatoid arthritis condong menyerang sendi-sendi mini di tangan dan kaki secara simetris di kedua sisi tubuh, sering mengenai sendi pangkal dan tengah jari, sembari menghindari sendi ujung jari nan justru sering terkena pada osteoarthritis.

Kekakuan sendi

  • Kekakuan pagi pada osteoarthritis berjalan singkat (kurang dari 30 menit) dan membaik dengan aktivitas ringan.
  • Pada rheumatoid arthritis, kekakuan pagi bisa berjalan satu jam alias lebih dan disertai indikasi lain seperti kelelahan, demam ringan, dan rasa tidak lezat badan.

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan tanda peradangan nan jauh lebih tinggi pada rheumatoid arthritis, serta adanya antibodi unik nan tidak ditemukan pada osteoarthritis.

Penanganan Osteoarthritis Mandiri

Penanganan osteoarthritis bermaksud untuk mengendalikan rasa nyeri, mempertahankan alias meningkatkan kegunaan sendi, memperlambat perkembangan penyakit, dan memperbaiki kualitas hidup.

Sebagian besar kasus dapat ditangani secara efektifi melalui kombinasi beragam strategi perubahan style hidup, fisioterapi, dan konsumsi suplemen tulang berikut:

1. Menjaga Berat Badan Ideal

Menurunkan berat badan adalah langkah paling krusial untuk mengurangi beban pada sendi, khususnya untuk osteoarthritis dengkul dan panggul.

Penurunan berat badan 5-10% dari berat badan awal terbukti memberikan perbaikan nan signifikan dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan kegunaan sendi.

Caranya adalah dengan mengatur pola makan dengan mengurangi kalori secara seimbang dan meningkatkan aktivitas bentuk nan sesuai dengan kondisi.

2. Olahraga nan Tepat

Terapi latihan adalah bagian krusial dalam terapi untuk penderita osteoarthritis.

Program olahraga nan terstruktur bakal memperkuat otot-otot di sekitar sendi, meningkatkan kestabilan sendi, memperbaiki keseimbangan tubuh, dan mempertahankan keahlian mobilitas sendi.

Olahraga nan dianjurkan adalah nan berakibat ringan pada sendi seperti berenang, bersepeda statis, alias jalan kaki di permukaan nan rata lantaran memberikan faedah untuk jantung dan otot tanpa memberikan tekanan berlebihan pada sendi nan bermasalah.

3. Fisioterapi

Rehabilitasi dan terapi bentuk merupakan pilar utama dalam penanganan tanpa operasi. Fisioterapis bakal merancang program latihan perseorangan nan mencakup latihan:

  • Penguatan untuk otot paha depan (pada osteoarthritis lutut) alias otot pinggul (pada osteoarthritis panggul)
  • Peregangan untuk menjaga kelenturan
  • Latihan aerobik ringan
  • Terapi tambahan seperti kompres hangat alias dingin, terapi ultrasound, alias stimulasi listrik (TENS) dapat ditambahkan untuk mengurangi rasa nyeri.

4. Penggunaan Alat Bantu

Penggunaan perangkat bantu seperti tongkat, walker, alias penyangga dengkul dapat mengurangi beban pada sendi nan bermasalah dan meningkatkan stabilitas.

Sepatu dengan sol nan bisa meredam guncangan alias dasar kaki unik bisa memperbaiki langkah kerja sendi dan mengurangi nyeri pada osteoarthritis dengkul alias panggul.

5. Konsumsi Suplemen untuk Tulang Rawan

Glukosamin dan kondroitin sulfat, meskipun tetap kontroversial, digunakan oleh sebagian master dengan angan bisa menyediakan bahan dasar untuk pembentukan tulang rawan.

Bukti ilmiah mengenai efektivitas jangka panjangnya tetap beragam, dan respons setiap orang sangat bervariasi.

Pengobatan Osteoarthritis

Pertanyaan “apakah osteoarthritis bisa sembuh” sering ditanyakan, dan jawabannya adalah bahwa saat ini belum ada langkah untuk mengembalikan tulang rawan nan sudah rusak menjadi seperti semula.

Namun, dengan penanganan nan tepat dan menyeluruh, indikasi bisa dikendalikan dengan sangat baik dan penderita dapat tetap menjalani hidup nan aktif dengan kualitas nan baik.

Sedangkan tindakan operasi dipertimbangkan ketika pengobatan tanpa operasi kandas memberikan kontrol indikasi nan memadai dan terjadi penurunan kegunaan sendi nan signifikan mengganggu aktivitas krusial sehari-hari.

1. Pemberian Obat Anti Nyeri

Obat pereda nyeri sederhana seperti parasetamol bisa digunakan untuk nyeri ringan hingga sedang.

Untuk nyeri sendi nan lebih berat, obat NSAID (obat antiinflamasi nonsteroid) seperti ibuprofen, naproxen, alias diklofenak memberikan pengaruh pereda nyeri sekaligus antiradang.

Penggunaan NSAID kudu sesuai dengan resep master lantaran potensi pengaruh samping pada lambung, jantung, dan ginjal, terutama pada penggunaan jangka panjang alias pada orang lanjut usia.

2. Obat Oles

Obat NSAID dalam corak gel, krim, alias koyo bisa memberikan kelegaan lokal dengan penyerapan ke seluruh tubuh nan minimal, sehingga mengurangi akibat pengaruh samping.

Krim capsaicin nan bekerja dengan menguras unsur nyeri pada ujung saraf juga bisa dipertimbangkan untuk nyeri nan menetap.

3. Suntikan Kortikosteroid

Suntikan kortikosteroid langsung ke dalam rongga sendi memberikan pengaruh antiradang nan kuat dan bisa meredakan nyeri dan pembengkakan sendi secara cepat.

Namun, efeknya berkarakter sementara (beberapa minggu hingga bulan) dan suntikan berulang kudu dibatasi lantaran potensi pengaruh negatif pada tulang rawan dengan penggunaan nan terlalu sering.

4. Injeksi Viskosuplemen

Injeksi viskosuplemen berupa masam hialuronat bermaksud untuk menggantikan alias melengkapi cairan sinovial nan sudah berubah kualitasnya pada osteoarthritis.

Cara kerjanya meliputi peningkatan kekentalan dan elastisitas cairan sendi, pengaruh antiradang, dan merangsang produksi masam hialuronat alami tubuh.

Efektivitas paling jelas terlihat untuk osteoarthritis lutut, dengan pengaruh nan bisa memperkuat beberapa bulan.

5. Injeksi Platelet-Rich Plasma (PRP)

Injeksi platelet-rich plasma mengandung konsentrasi tinggi aspek pertumbuhan dan zat-zat biologis nan bisa merangsang proses perbaikan.

6. Injeksi Stem Cell dan Injeksi Secretome

Terapi berbasis sel punca (injeksi stem cell) alias produk nan dihasilkannya (injeksi secretome) merupakan perkembangan terkini dalam pengobatan regeneratif.

Dasarnya adalah keahlian sel punca untuk berubah menjadi sel tulang rawan alias mengubah peradangan melalui pengaruh biologisnya.

7. Endoskopi Richard Wolf

Prosedur minimal invasif ini melibatkan pemasukan kamera mini dan instrumen ke dalam sendi untuk:

  • Membersihkan serpihan tulang rawan nan lepas
  • Menghaluskan permukaan tulang rawan nan tidak rata
  • Membuang jaringan selaput sendi nan menebal

Tindakan ini terbatas pada kasus-kasus tertentu dengan indikasi mekanis seperti sendi nan tiba-tiba terkunci alias bunyi tertentu saat digerakkan.

8. Radiofrekuensi Ablasi

Untuk nyeri sendi nan tidak kunjung membaik alias nyeri nan terutama berasal dari saraf sendi, radiofrekuensi ablasi bisa dipertimbangkan.

Teknik ini menggunakan daya panas untuk merusak serabut saraf sensorik nan mengirim sinyal nyeri dari sendi, sehingga memutus jalur transmisi nyeri.

Efeknya bisa memperkuat beberapa bulan hingga tahun, dan prosedur bisa diulang jika diperlukan.

9. Osteotomi

Prosedur ini melibatkan pemotongan dan penataan ulang tulang untuk mengalihkan beban dari bagian sendi nan rusak ke area nan lebih sehat.

Osteotomi tulang kering alias tulang paha bisa dipertimbangkan pada penderita nan tetap muda dengan kerusakan hanya di satu sisi dengkul dan kelainan corak kaki nan cukup jelas, sebagai langkah mempertahankan sendi original dan menunda kebutuhan penggantian sendi.

10. Penggantian Sendi Total (Artroplasti)

Penggantian sendi total merupakan pilihan terbaik untuk osteoarthritis stadium akhir nan tidak membaik dengan pengobatan konservatif.

Prosedur ini melibatkan pengangkatan permukaan sendi nan rusak dan menggantinya dengan komponen buatan berbahan logam, keramik, alias plastik khusus.

Penggantian sendi dengkul total dan penggantian sendi panggul total menunjukkan tingkat keberhasilan nan tinggi dalam menghilangkan nyeri dan mengembalikan fungsi, dengan ketahanan sendi buatan modern mencapai 15-20 tahun alias lebih.

Pencegahan Osteoarthritis

Meskipun aspek akibat seperti usia dan keturunan tidak bisa diubah, pencegahan osteoarthritis alias perlambatan munculnya penyakit bisa dilakukan melalui:

  • Menjaga berat badan ideal sepanjang hidup
  • Berolahraga secara teratur dengan teknik nan benar
  • Mencegah cedera sendi dengan menggunakan pelindung saat berolahraga
  • Mengatur posisi kerja nan baik untuk menghindari tekanan berulang
  • Deteksi dan koreksi awal kelainan corak tulang alias sendi
  • Mengonsumsi makanan bergizi dengan asupan antioksidan dan nutrisi nan mendukung kesehatan tulang dan sendi

Komplikasi Osteoarthritis

Tanpa penanganan nan tepat, osteoarthritis bisa berkembang menjadi:

  • Nyeri kronis nan tidak membaik dengan pengobatan biasa
  • Kehilangan kegunaan sendi nan parah hingga ketidakmampuan permanen
  • Perubahan corak sendi nan progresif mengganggu postur dan langkah kerja sendi
  • Gangguan psikologis seperti depresi alias kekhawatiran akibat nyeri terus-menerus dan keterbatasan aktivitas
  • Penurunan kualitas hidup secara menyeluruh dengan akibat pada aspek fisik, sosial, dan pekerjaan
  • Penurunan kondisi bentuk dan munculnya penyakit lain akibat kurang bergerak dalam waktu lama

Perjalanan Penyakit dan Penanganan Jangka Panjang

Osteoarthritis adalah kondisi kronis nan memerlukan pendekatan penanganan jangka panjang secara konsisten.

Perkembangan penyakit sangat bervariasi, dengan beberapa orang mengalami kondisi nan relatif stabil selama bertahun-tahun, sementara nan lain mengalami kerusakan lebih cepat.

Faktor nan mempengaruhi perjalanan penyakit meliputi:

  • Tingkat kerusakan awal
  • Lokasi sendi nan terkena
  • Kepatuhan terhadap program terapi osteoarthritis
  • Pengelolaan aspek akibat nan bisa diubah
  • Respons terhadap pengobatan.

Kunci keberhasilan terletak pada pendekatan menyeluruh nan mengintegrasikan:

  • Perubahan style hidup
  • Latihan bentuk teratur
  • Penggunaan obat nan bijak
  • Pemantauan berkala oleh tim medis.

Dengan strategi komprehensif ini, sebagian besar penderita dapat mempertahankan mobilitas dan kualitas hidup nan memuaskan, meminimalkan akibat nyeri sendi akibat usia dan degenerasi sendi terhadap kegunaan sehari-hari mereka.

Kesimpulan tentang Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah penyakit sendi degeneratif nan kompleks dengan kerusakan tulang rawan sebagai masalah utamanya, disertai perubahan pada struktur tulang dan jaringan lunak di sekitar sendi.

Meskipun nyeri sendi akibat usia merupakan aspek akibat utama, beragam aspek lain seperti obesitas, cedera, dan keturunan juga berkedudukan dalam terjadinya penyakit ini.

Gejala khasnya meliputi nyeri, kekakuan, pembengkakan, dan penurunan kegunaan nan dapat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan master dan pemeriksaan penunjang seperti rontgen alias MRI. Penanganan melibatkan beragam pilihan mulai dari perubahan style hidup, fisioterapi, obat-obatan, suntikan ke dalam sendi, hingga operasi untuk kasus nan parah.

Meskipun belum ada obat nan bisa menyembuhkan total, pendekatan pengobatan modern memungkinkan kontrol indikasi nan efektif dan pemeliharaan kegunaan dalam jangka panjang.

Pemahaman nan baik mengenai osteoarthritis memberdayakan setiap orang untuk mengambil langkah pencegahan dan, jika sudah terdiagnosis, bekerja sama dengan tim medis untuk merancang strategi pengobatan nan paling sesuai.

Dengan penanganan nan tepat dan konsisten, penderita osteoarthritis tetap bisa menjalani kehidupan nan aktif dan produktif dengan akibat minimal terhadap mobilitas dan kualitas hidup.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Osteoarthritis

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik osteoarthritis.

Apa perbedaan osteoarthritis dengan rheumatoid arthritis?

Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif akibat kerusakan mekanis tulang rawan sendi, sedangkan rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sendi sendiri.

Osteoarthritis biasanya menyerang sendi nan menanggung beban (lutut, panggul) secara tidak simetris, sementara rheumatoid arthritis condong menyerang sendi mini tangan dan kaki secara simetris di kedua sisi tubuh.

Apakah osteoarthritis bisa sembuh total?

Saat ini belum ada pengobatan nan dapat mengembalikan tulang rawan nan sudah rusak menjadi seperti semula.

Namun, dengan penanganan nan tepat melalui kombinasi perubahan style hidup, fisioterapi, obat-obatan, dan terapi lainnya, indikasi dapat dikendalikan dengan sangat baik sehingga penderita tetap dapat menjalani hidup nan aktif dan berkualitas.

Bagaimana langkah mencegah osteoarthritis?

Pencegahan osteoarthritis dapat dilakukan dengan:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Berolahraga secara teratur dengan teknik nan benar
  • Menghindari cedera sendi
  • Mengatur posisi kerja nan ergonomis untuk mencegah tekanan berulang pada sendi
  • Mengonsumsi makanan bergizi nan mendukung kesehatan tulang dan sendi.

Apa saja pilihan penanganan osteoarthritis non-medis?

Penanganan osteoarthritis non-medis meliputi:

  • Menjaga Berat Badan Ideal
  • Olahraga nan Tepat
  • Fisioterapi
  • Penggunaan Alat Bantu
  • Konsumsi Suplemen untuk Tulang Rawan

Selengkapnya