Openai Geser Spacex Jadi Startup Paling Berharga Di Dunia

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Telset.id – Dunia startup baru saja menyaksikan pergeseran kekuatan nan dramatis. OpenAI, perusahaan di kembali ChatGPT nan fenomenal, resmi mengambil mahkota sebagai startup dan perusahaan swasta paling berbobot di dunia. Nilainya melonjak ke level nan susah dibayangkan: $500 miliar. Bayangkan, itu setara dengan separuh triliun dolar! Pencapaian ini menggeser SpaceX milik Elon Musk nan sebelumnya memegang rekor dengan valuasi $400 miliar.

Bagaimana mungkin perusahaan nan konsentrasi pada kepintaran buatan ini bisa tumbuh begitu cepat? Rahasianya terletak pada penjualan saham sekunder nan baru-baru ini dilakukan. Menurut laporan eksklusif Bloomberg, OpenAI mengizinkan mantan dan tenaga kerja saat ini untuk menjual saham mereka. Awalnya, perusahaan membuka penawaran senilai $10,3 miliar, namun pada akhirnya terjual $6,6 miliar kepada investor-investor kelas kakap. Siapa saja mereka? Softbank, biaya MGX milik pemerintah Abu Dhabi, firma investasi Amerika Thrive Capital, dan raksasa manajemen investasi dunia T. Rowe Price.

Transaksi inilah nan mendongkrak valuasi OpenAI dari $300 miliar menjadi $500 miliar secara resmi. Tidak hanya mengungguli SpaceX, OpenAI juga meninggalkan jauh ByteDance, developer TikTok nan berbobot $220 miliar. Sebuah pencapaian nan membuktikan sungguh panasnya pasar AI saat ini.

Di kembali kesuksesan finansial ini, OpenAI sedang menjalani transformasi fundamental. Pada awal September, perusahaan mengumumkan sedang mempersiapkan transisi ke struktur baru: Public Benefit Corporation (PBC) nan bakal dikendalikan oleh lengan nirlabanya. Ini bukan sekadar perubahan administratif biasa, melainkan pergeseran filosofis nan menuai kontroversi.

Yang menarik, bagian nirlaba OpenAI menerima saham senilai lebih dari $100 miliar, menjadikannya pemegang saham utama di PBC baru. Keputusan ini menunjukkan komitmen untuk tetap mempertahankan misi awal meski struktur perusahaannya berubah. Namun, apakah perubahan ini betul-betul bisa mempertahankan idealisme awal perusahaan?

OpenAI berambisi status sebagai PBC bakal membuatnya lebih menarik bagi investor, lantaran menghilangkan batas atas pengembalian finansial nan bisa mereka dapatkan. Dan mereka memang memerlukan banyak uang. Sam Altman, CEO OpenAI, sebelumnya mengungkapkan rencana ambisius untuk menghabiskan triliunan dolar membangun pusat info guna menjalankan jasa AI. Angka nan membikin siapapun tercengang!

Elon Musk dan Kritik Pedas

Ironisnya, salah satu kritik terkeras justru datang dari salah satu pendiri OpenAI sendiri: Elon Musk. CEO SpaceX ini sedang berupaya memblokir transisi OpenAI ke perusahaan keuntungan melalui jalur pengadilan. Musk, nan pernah mendanai operasional awal OpenAI, merasa dikhianati.

Dalam gugatannya, Musk menuduh OpenAI dan Altman melanggar perjanjian dengannya dan menyimpang dari misi pendirian perusahaan: membangun AI “untuk faedah umat manusia”. Sebuah tuduhan nan cukup berat, mengingat Musk sendiri dikenal sebagai visioner di bagian teknologi. Perseteruan ini seperti cerita sinetron upaya teknologi, namun dengan taruhan nan jauh lebih tinggi.

Yang menarik, SpaceX di bawah kendali Musk justru menjadi korban dari kesuksesan OpenAI. Perusahaan antariksa nan dikenal inovatif ini kudu rela menyerahkan tahta setelah bertahun-tahun menjadi nan terdepan. Sebuah pembalikan nasib nan dramatis dalam ekosistem startup global.

Masa Depan nan Penuh Tantangan

Dengan valuasi $500 miliar, tekanan pada OpenAI semakin besar. Investor tentu mengharapkan return nan sepadan dengan investasi mereka. Namun, jalan menuju kesuksesan komersial penuh dengan tantangan. Teknologi AI tetap menghadapi beragam masalah mendasar, termasuk nan diungkap dalam riset OpenAI tentang penyebab AI berhalusinasi.

Pertanyaannya sekarang: apakah struktur PBC betul-betul bisa menjaga keseimbangan antara untung finansial dan misi kemanusiaan? Ataukah ini hanya langkah strategis untuk menarik lebih banyak modal? Dunia sedang menunggu jawabannya.

Yang pasti, lompatan valuasi OpenAI ini menandai era baru dalam industri teknologi. AI bukan lagi sekadar tren, melainkan kekuatan ekonomi nan bisa menggeser raksasa-raksasa sebelumnya. Dan kita semua adalah saksi dari perubahan besar ini. Bagaimana menurut Anda, apakah OpenAI bisa mempertahankan posisinya alias bakal ada startup lain nan siap merebut mahkota?

Selengkapnya