Obat Rheumatoid Arthritis Dan Penanganannya: Pelajari Di Sini!

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Pernah merasa nyeri sendi nan tidak hilang? Bisa jadi ini adalah tanda rheumatoid arthritis. Pelajari apa saja obat rheumatoid arthritis untuk mengatasinya.

Mari kita telaah berbareng apa itu rheumatoid arthritis dan gimana langkah menanganinya dengan tepat.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Apa Sebenarnya Rheumatoid Arthritis Itu?

Sebelum bicara soal obat rheumatoid arthritis, kita perlu mengerti dulu apa penyakit ini.

Rheumatoid arthritis artinya peradangan pada sendi nan sifatnya reumatik. Tapi penjelasan sederhana ini belum cukup menggambarkan sungguh rumitnya kondisi ini.

Jadi, apa itu arthritis? Secara umum, arthritis adalah peradangan sendi. Nah, rheumatoid arthritis adalah jenis arthritis nan khusus.

Ini adalah penyakit autoimun pada sendi, ialah kondisi ketika sistem kekebalan tubuh kita nan semestinya melindungi tubuh, malah justru menyerang sendi kita sendiri.

Autoimun (kondisi medis) ini membikin tubuh tidak bisa membedakan antara sel tubuh sendiri dengan ancaman dari luar.

Bayangkan begini: tubuh kita punya tentara (sistem imun) nan bekerja mengusir musuh seperti virus dan bakteri.

Pada penderita rheumatoid arthritis, tentara ini salah sasaran. Mereka mengira lapisan pelindung sendi (namanya membran sinovial) adalah musuh, lampau menyerangnya.

Serangan ini terjadi terus-menerus, menyebabkan peradangan kronis nan mengakibatkan nyeri, kaku, dan bengkak sendi—tiga indikasi utama nan saling berkaitan.

Ciri unik dari radang sendi autoimun ini adalah kaku sendi pagi hari nan bisa berjalan lebih dari satu jam.

Beda dengan pegal biasa nan lenyap setelah bergerak sebentar, kekakuan ini bisa sangat mengganggu aktivitas di pagi hari.

Yang lebih mengkhawatirkan, peradangan sendi nan tidak ditangani bakal merusak sendi secara permanen. Arthritis rheumatoid adalah penyakit nan tidak hanya menyerang persendian.

Karena ini penyakit sistemik, organ lain seperti mata, paru-paru, dan jantung pun bisa terkena dampaknya. Makanya, penyakit sendi kronis ini butuh perhatian serius.

Bedanya dengan Rematik Biasa (Osteoarthritis)

Banyak orang bingung membedakan rheumatoid arthritis dengan osteoarthritis (rematik biasa). Padahal, perbedaan obat osteoarthritis dan rheumatoid arthritis cukup besar lantaran penyebabnya berbeda.

Mari kita lihat perbedaan RA dan penyakit sendi degeneratif ini. Osteoarthritis terjadi lantaran keausan. Bayangkan engsel pintu nan sering dibuka-tutup sampai aus.

Begitu pula tulang rawan sendi kita—lama-lama bisa aus lantaran usia alias sering dipakai. Ini osteoarthritis.

Sementara itu, rheumatoid arthritis bukan lantaran aus, tapi lantaran sistem imun menyerang jaringan sendi. Jadi akar masalahnya sangat berbeda.

Karena itu, perbedaan obat osteoarthritis dan rheumatoid arthritis juga jelas. Osteoarthritis cukup dengan obat pereda nyeri biasa dan terapi fisik.

Tapi rheumatoid arthritis butuh obat nan lebih kuat untuk mengendalikan sistem imun nan “salah tingkah” ini—yaitu obat imunosupresan dan terapi antiinflamasi nan lebih kompleks.

Apa nan Bisa Dicapai dengan Pengobatan?

Pertanyaan nan paling sering ditanyakan: apakah rheumatoid arthritis bisa sembuh dengan obat? Sayangnya, berasas pengetahuan kedokteran saat ini, rheumatoid arthritis belum bisa disembuhkan total.

Tapi jangan patah semangat dulu! Meskipun tidak bisa sembuh, penyakit ini bisa dikendalikan.

Dengan terapi obat rheumatoid arthritis nan tepat, gejalanya bisa ditekan, penyakitnya bisa diperlambat alias apalagi dihentikan, dan kualitas hidup Anda bisa tetap baik.

Tujuan pengobatan untuk mengontrol peradangan adalah mencapai “remisi”—kondisi di mana indikasi sangat minimal alias apalagi tidak ada sama sekali.

Ini adalah terapi jangka panjang rheumatoid arthritis, artinya pengobatan bakal dilakukan seumur hidup.

Tapi dengan kombinasi obat dan terapi non-obat nan tepat, banyak pasien bisa hidup normal seperti orang sehat pada umumnya.

Pentingnya Peran Dokter Spesialis

Untuk menangani rheumatoid arthritis dengan baik, Anda perlu support master ahli reumatologi. Dokter ini mahir dalam menangani penyakit nan menyerang sendi, otot, dan jaringan tubuh lainnya.

Kadang master ahli ortopedi juga terlibat, terutama jika sudah ada kerusakan sendi nan parah. Peran master ahli ortopedi & reumatologi sangat krusial dalam perjalanan pengobatan Anda.

Dokter ahli reumatologi bakal menentukan obat rheumatoid arthritis nan diresepkan master ahli berasas kondisi Anda.

Mereka bakal memandang seberapa parah penyakitnya, gimana respons Anda terhadap obat sebelumnya (kalau ada), dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.

Obat rheumatoid arthritis dari master ini biasanya disesuaikan unik untuk Anda.

Untuk memastikan diagnosisnya tepat, master bakal melakukan pemeriksaan laboratorium (CRP, ESR, Rheumatoid Factor) dan tes darah lainnya seperti anti-CCP.

Pemeriksaan ini juga dilakukan secara berkala untuk memantau perkembangan penyakit.

Jenis-Jenis Obat Rheumatoid Arthritis Medis

Obat rheumatoid arthritis medis ada beberapa macam. Setiap jenis punya langkah kerja dan tujuan nan berbeda. Mari kita telaah satu per satu dengan bahasa nan mudah dipahami.

1. Obat Pereda Nyeri (NSAID)

Ini adalah obat rheumatoid arthritis untuk nyeri lutut dan sendi nan paling umum diberikan di awal. Contohnya seperti ibuprofen dan naproxen.

Obat antiinflamasi (NSAID) ini bekerja dengan langkah memblokir unsur dalam tubuh nan menyebabkan peradangan dan nyeri.

Obat ini bagus untuk mengurangi nyeri dan bengkak, tapi tidak bisa menghentikan penyakitnya agar tidak makin parah. Jadi fungsinya hanya untuk meredakan indikasi saja.

2. Kortikosteroid

Kortikosteroid seperti prednison adalah obat anti-inflamasi nan sangat kuat.

Obat ini bisa dengan sigap meredakan nyeri dan bengkak, terutama saat terjadi flare rheumatoid arthritis (ketika gejalanya tiba-tiba memburuk).

Biasanya kortikosteroid dipakai sebagai “obat sementara” sembari menunggu obat jangka panjang mulai bekerja.

Tapi tidak boleh dipakai terlalu lama lantaran bisa menimbulkan pengaruh samping nan cukup banyak.

3. DMARDs (Obat Pengubah Perjalanan Penyakit)

Ini adalah obat rheumatoid arthritis jangka panjang nan paling penting. DMARDs (Disease Modifying Anti-Rheumatic Drugs) adalah obat nan tidak hanya meredakan gejala, tapi juga mencegah kerusakan sendi agar tidak makin parah.

Obat seperti methotrexate, hydroxychloroquine, dan sulfasalazine termasuk dalam golongan ini.

Cara kerjanya adalah dengan menekan sistem imun nan terlalu aktif. Methotrexate adalah obat nan paling sering diresepkan master sebagai obat pertama.

DMARDs ini butuh waktu beberapa minggu alias bulan untuk mulai terasa manfaatnya. Tapi begitu bekerja, efeknya sangat bagus untuk mengendalikan penyakit dalam jangka panjang.

4. Obat Biologik (Terapi Biologik)

Ini adalah obat rheumatoid arthritis terbaru dan lebih canggih. Terapi biologik bekerja dengan langkah nan lebih spesifik—mereka menargetkan bagian tertentu dari proses peradangan dalam tubuh.

Contoh obat biologik adalah adalimumab, etanercept, dan infliximab. Obat rheumatoid arthritis paling efektif dari golongan ini biasanya diberikan kepada pasien nan sudah mencoba DMARDs biasa tapi tidak berhasil.

Hal-Hal nan Perlu Diperhatikan Soal Keamanan Obat

Setiap obat pasti ada pengaruh sampingnya. Begitu juga dengan obat rheumatoid arthritis.

Mari kita telaah pengaruh samping obat rheumatoid arthritis nan mungkin terjadi, agar Anda lebih waspada.

1. NSAID

Meskipun relatif kondusif untuk penggunaan jangka pendek, bisa mengiritasi lambung jika dipakai lama.

Risiko lainnya adalah gangguan ginjal dan masalah pencernaan seperti maag alias luka lambung.

2. Kortikosteroid

Obat kortikosteroid nan dipakai dalam waktu lama bisa menyebabkan tulang keropos (osteoporosis), diabetes, kenaikan berat badan, dan tekanan darah tinggi.

Makanya obat ini hanya digunakan untuk jangka pendek alias dengan dosis nan sangat rendah.

3. DMARDs dan terapi biologi

DMARDs dan terapi biologi bisa membikin tubuh lebih mudah terkena jangkitan lantaran langkah kerjanya menekan sistem imun.

Methotrexate, misalnya, bisa menyebabkan mual, gangguan kegunaan hati, dan penurunan sel darah. Karena itu, pasien nan minum obat ini perlu cek darah secara rutin.

Penting sekali untuk berbincang terbuka dengan master tentang faedah dan akibat setiap obat. Dengan begitu, Anda bisa menemukan obat rheumatoid arthritis nan kondusif sesuai kondisi Anda.

Pengobatan untuk Sendi nan Sering Terkena

Rheumatoid arthritis sering menyerang sendi tangan, sendi kaki, dan sendi lutut—biasanya di kedua sisi tubuh secara bersamaan.

Obat rheumatoid arthritis untuk sendi dengkul alias bagian lain sebenarnya sama saja, lantaran obatnya bekerja di seluruh tubuh (sistemik).

Tapi jika ada sendi tertentu nan sangat nyeri alias bengkak, master bisa memberikan suntikan kortikosteroid langsung ke sendi tersebut. Ini bisa memberikan peredaan nan sigap untuk sendi nan bermasalah.

Obat Rheumatoid Arthritis: Alami vs Obat Medis

Banyak pasien nan tertarik dengan obat rheumatoid arthritis alami vs medis.

Memang ada beberapa bahan alami nan punya pengaruh anti-inflamasi, seperti kunyit (kurkumin), jahe, dan minyak ikan. Beberapa penelitian menunjukkan bahan-bahan ini bisa membantu mengurangi peradangan.

Tapi perlu diingat, obat rheumatoid arthritis alami vs medis tidak bisa dibandingkan langsung.

Efek obat alami jauh lebih lemah dibanding obat medis, dan tidak bisa menggantikan peran DMARDs dalam mencegah kerusakan sendi.

Sebaiknya, obat alami dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti. Kalau Anda mau coba suplemen alias obat herbal, konsultasikan dulu dengan dokter.

Soalnya, beberapa suplemen bisa berinteraksi dengan obat resep dan malah menimbulkan masalah.

Terapi Selain Obat nan Tidak Kalah Penting

Terapi artritis nan sukses tidak hanya mengandalkan obat. Kombinasi obat dan terapi non-obat adalah kunci keberhasilannya.

Apa saja terapi non-obat nan bisa membantu?

  • Fisioterapi dan Olahraga Ringan: Fisioterapis bakal mengajarkan latihan unik untuk menjaga kekuatan otot dan kelenturan sendi. Olahraga ringan seperti jalan kaki, berenang, alias yoga sangat dianjurkan.
  • Terapi Okupasi: Terapis okupasi membantu Anda menemukan langkah nan lebih mudah untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa terlalu membebani sendi. Misalnya, menggunakan perangkat bantu tertentu alias memodifikasi langkah kerja.
  • Istirahat Cukup dan Kelola Stres: Stres bisa memicu indikasi menjadi lebih parah. Teknik relaksasi seperti meditasi, tarik napas dalam, alias yoga bisa sangat membantu. Istirahat nan cukup juga krusial untuk pemulihan.
  • Pola Makan Sehat: Makanan nan kaya omega-3 (seperti ikan salmon), sayuran, dan buah-buahan bisa membantu mengurangi peradangan dalam tubuh. Hindari makanan nan bisa memicu peradangan seperti makanan terlalu berlemak alias terlalu banyak gula.
  • Kompres Hangat alias Dingin: Kompres hangat bisa membantu mengatasi kekakuan, sementara kompres dingin membantu mengurangi bengkak. Anda bisa menggunakan keduanya sesuai kebutuhan.

Semua terapi ini melengkapi kerja obat dan membikin pengobatan radang sendi lebih efektif.

Kesimpulan tentang Obat Rheumatoid Arthritis

Mengelola rheumatoid arthritis memang perjalanan panjang, tapi bukan berfaedah tanpa harapan.

Obat rheumatoid arthritis, jika digunakan dengan betul di bawah pengawasan master ahli reumatologi, bisa mengubah hidup Anda menjadi jauh lebih baik.

Yang krusial adalah memahami bahwa rheumatoid arthritis bukan sekadar nyeri sendi biasa. Ini adalah radang sendi autoimun nan perlu ditangani secara serius.

Dengan penanganan nan tepat, Anda bisa mencegah kerusakan sendi nan lebih parah.

Meskipun pertanyaan apakah rheumatoid arthritis bisa sembuh dengan obat tetap dijawab “belum bisa” oleh pengetahuan kedokteran saat ini, jangan menyerah.

Dengan terapi jangka panjang rheumatoid arthritis nan tepat—menggunakan obat rheumatoid arthritis paling efektif seperti DMARDs dan terapi biologik, ditambah dengan terapi non-obat—banyak pasien bisa mencapai remisi.

Remisi artinya indikasi sangat minimal alias apalagi tidak ada, dan kerusakan sendi bisa dihentikan.

Dengan kondisi ini, Anda bisa hidup aktif dan produktif seperti orang lain.

Kuncinya adalah: pemeriksaan sedini mungkin, alim minum obat sesuai rekomendasi dokter, dan kerja sama nan baik antara Anda dengan tim medis nan menangani Anda.

Ingat, Anda tidak sendirian dalam menghadapi penyakit ini. Dengan pengetahuan nan tepat dan support medis nan baik, manajemen penyakit kronis ini bisa berhasil.

Jangan ragu untuk bertanya kepada master tentang semua perihal nan membikin Anda khawatir, dan ikuti rencana pengobatan dengan konsisten. Hasilnya bakal sepadan dengan upaya Anda!

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Obat Rheumatoid Arthritis

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik obat rheumatoid arthritis.

Apa perbedaan rheumatoid arthritis dengan rematik biasa?

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun di mana sistem imun menyerang jaringan sendi sendiri, sedangkan rematik biasa (osteoarthritis) terjadi lantaran keausan sendi akibat usia alias penggunaan berlebihan.

RA memerlukan obat imunosupresan, sementara osteoarthritis cukup dengan obat pereda nyeri dan fisioterapi.

Apakah rheumatoid arthritis bisa sembuh total dengan obat?

Sayangnya, rheumatoid arthritis belum bisa disembuhkan total.

Namun, dengan obat rheumatoid arthritis nan tepat seperti DMARDs dan terapi biologik, penyakit ini bisa dikendalikan hingga mencapai kondisi di mana indikasi sangat minimal alias apalagi tidak ada, dan kerusakan sendi dapat dihentikan.

Obat apa nan paling efektif untuk rheumatoid arthritis?

Obat rheumatoid arthritis paling efektif adalah DMARDs (Disease Modifying Anti-Rheumatic Drugs), terutama methotrexate sebagai lini pertama.

Untuk kasus nan tidak merespons DMARDs, terapi biologik seperti adalimumab alias etanercept bisa menjadi pilihan nan sangat efektif

Apakah obat alami bisa menggantikan obat medis untuk rheumatoid arthritis?

Obat alami seperti kunyit dan jahe mempunyai pengaruh anti-inflamasi, namun efektivitasnya jauh lebih rendah dibanding obat medis dan tidak dapat menggantikan DMARDs dalam mencegah kerusakan sendi.

Obat alami sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti terapi medis, dan kudu dikonsultasikan dengan master terlebih dahulu.

Selengkapnya