Telset.id – Pasar smartphone lipat vertikal (clamshell) sudah ramai, tapi gimana dengan nan melipat ke samping (book-style)? Motorola akhirnya menjawab dengan meluncurkan perangkat pertama mereka di kategori ini: Razr Fold. Diperkenalkan di CES 2026, ponsel lipat terbaru ini langsung menantang kekuasaan Samsung Galaxy Z Fold 7 dan Google Pixel 10 Pro Fold dengan membawa senjata rahasia: support stylus.
Kehadiran Razr Fold ini bukanlah kejutan nan sepenuhnya tak terduga. Industri telah lama menunggu langkah Motorola ke arena foldable horizontal, mengingat kesuksesan mereka dengan lini Razr flip phone. Namun, keputusan untuk membekali perangkat ini dengan stylus—fitur nan justru dihilangkan Samsung dari generasi terbaru Z Fold—menunjukkan strategi nan cukup berani. Motorola seolah berkata, “Jika pesaing meninggalkannya, kami nan bakal menyempurnakannya.” Ini adalah langkah strategis untuk menarik pengguna produktif nan menganggap ponsel lipat sebagai perangkat hibrida antara telepon dan tablet.
Lantas, apa nan ditawarkan Razr Fold untuk bisa bersaing di pasar nan sudah diisi raksasa seperti Samsung dan Google? Spesifikasi nan diumumkan di CES 2026 memberikan gambaran nan cukup menarik. Layar eksternal berukuran 6,6 inci memungkinkan Anda melakukan banyak tugas tanpa kudu membuka perangkat. Sementara itu, saat dibentangkan, Anda bakal disuguhi layar utama elastis seluas 8,1 inci—kanvas nan luas untuk bekerja alias menghibur diri. Sayangnya, Motorola tetap menutup rapat info mengenai dimensi dan ketebalan perangkat, nan merupakan aspek krusial bagi kenyamanan genggaman sehari-hari.
Moto Pen Ultra: Senjata Pemungkas di Tengah Persaingan
Di tengah gencarnya persaingan spesifikasi kamera dan ketahanan engsel, Motorola memilih konsentrasi nan berbeda. Razr Fold bakal mendukung Moto Pen Ultra stylus. Keputusan ini kontras dengan langkah Samsung yang, seperti dilaporkan dalam bocoran mengenai Galaxy Z Fold8, dikabarkan bakal menghadirkan kembali S Pen. Dengan menghadirkan stylus di generasi pertamanya, Motorola langsung menargetkan segmen ahli dan pembuat nan memerlukan presisi. Fitur ini mengubah ponsel lipat dari sekadar gadget mewah menjadi perangkat produktivitas serius, cocok untuk mencatat cepat, mengedit foto, alias membikin sketsa langsung di layar besar.
Dukungan stylus ini juga menjadi pembeda utama dari Motorola Razr Plus 2025 nan lebih berfokus pada aspek corak kompak. Razr Fold jelas bercita-cita lebih tinggi, mau menjadi pusat dari ekosistem kerja dan produktivitas mobile penggunanya. Pertanyaannya, apakah implementasinya bakal semulus nan dijanjikan, dan apakah stylus tersebut bakal disertakan dalam paket penjualan alias menjadi aksesori tambahan nan mahal? Jawabannya tetap kudu menunggu pengumuman lebih lanjut dari Motorola.
Sistem Kamera Lengkap dan Misteri Spesifikasi Inti
Di sektor fotografi, Motorola tidak mau setengah-setengah. Razr Fold dibekali sistem kamera nan terlihat sangat komprehensif di atas kertas. Konfigurasinya mencakup sensor utama 50MP dari Sony, lensa ultra-wide sekaligus macro 50MP, dan lensa telephoto 50MP. Untuk kebutuhan selfie, tersedia lensa 32MP di layar eksternal dan lensa 20MP di dalam perangkat. Kemampuan merekam video Dolby Vision juga disertakan, menandakan sasaran pasar high-end nan mengutamakan kualitas konten.
Namun, di kembali janji kamera nan megah dan kehadiran stylus, ada banyak tanda tanya besar. Motorola sama sekali belum membocorkan spesifikasi inti seperti chipset nan digunakan, kapabilitas RAM dan penyimpanan, serta nan paling penting: nilai dan tanggal ketersediaan. Pengumuman di CES 2026 ini terasa lebih seperti “pengenalan konsep” daripada peluncuran produk final. Pernyataan perusahaan bahwa “lebih banyak spesifikasi bakal dibagikan dalam bulan-bulan mendatang” mengindikasikan bahwa konsumen tetap kudu bersabar. Hal ini membuka ruang bagi kompetitor, terutama Samsung dengan Galaxy Z Fold 7 nan sudah beredar, untuk terus menguasai pasar.
Dari segi desain, Razr Fold bakal datang dalam pilihan warna biru dan putih. Pilihan nan cukup kondusif dan elegan, mencerminkan posisinya sebagai perangkat premium. Keberhasilan perangkat ini nantinya tidak hanya berjuntai pada spesifikasi teknis, tetapi juga pada kehandalan engsel, daya tahan layar fleksibel, dan pengalaman perangkat lunak nan dioptimalkan untuk corak lipat—faktor-faktor nan telah lama dikembangkan oleh Samsung.
Peluncuran Razr Fold di CES 2026 ini menandai babak baru persaingan foldable. Motorola, nan sudah mahir dengan Razr flip phone, sekarang mencoba menguasai dua medan pertempuran sekaligus. Keberanian mereka menghadirkan stylus di generasi pertama adalah langkah nan patut diapresiasi, lantaran menjawab kebutuhan nyata pengguna. Namun, jalan menuju takhta tetap panjang. Mereka kudu membuktikan bahwa Razr Fold bukan hanya sekadar pengikut, tetapi inovator nan bisa menawarkan pengalaman unik, membangun dari fondasi nan sudah diletakkan oleh beberapa foldable terbaru lainnya. Pertarungan antara Titanium, CFRP, dan sekarang, mungkin, kreasi serta kegunaan stylus, semakin memanas. Konsumenlah nan nantinya bakal menjadi pemenang sejati.