Telset.id – Astronom Harvard, Avi Loeb, kembali menyuarakan teorinya bahwa objek antarbintang misterius, 3I/ATLAS, berpotensi sebagai artefak teknologi dari peradaban luar angkasa. Kali ini, kecurigaannya dipicu oleh sikap tutup mulut CIA mengenai keberadaan arsip nan berasosiasi dengan objek tersebut. Apakah ini hanya paranoid seorang ilmuwan, alias ada sesuatu nan disembunyikan?
Loeb, nan sejak awal kemunculan 3I/ATLAS bersikeras bahwa objek tersebut bukanlah komet biasa, mencatat sejumlah keanehan. Mulai dari ukurannya nan tak lazim, sumbu rotasi nan nyaris tegak lurus terhadap Matahari, hingga lintasannya nan “disetel” hingga mendekati Mars dan Jupiter. Klaim ini bertentangan dengan pandangan kebanyakan intelektual nan meyakini 3I/ATLAS adalah komet alami dari sistem bintang lain. Sebelumnya, Loeb juga mengkritik NASA atas “arogansi” dan pengabaian terhadap anomali nan dia dokumentasikan, serta menuduh lembaga tersebut menahan info observasi saat 3I/ATLAS mendekati Mars.
Kini, sasaran kritik Loeb tertuju pada CIA. Dalam sebuah unggahan blog, dia menyoroti penolakan CIA terhadap permintaan info melalui Freedom of Information Act (FOIA) nan diajukan oleh ufolog John Greenewald Jr. Greenewald, pendiri The Black Vault—arsip raksasa berisi jutaan laman arsip pemerintah nan diperoleh melalui FOIA—mencari “penilaian, laporan, alias komunikasi nan dimiliki CIA mengenai 3I/ATLAS.” Respon CIA? Mereka “tidak bakal mengonfirmasi alias menyangkal keberadaan alias ketiadaan catatan” mengenai objek tersebut. Jawaban ambigu ini, menurut Loeb, justru menimbulkan pertanyaan besar.
“Jika konklusi NASA bahwa 3I/ATLAS adalah komet alami sudah jelas bagi semua pihak di pemerintahan dan akademisi, kenapa CIA memperlakukan kemungkinan keberadaan catatan tentang komet alami sebagai sesuatu nan sensitif hingga perlu diklasifikasikan?” tanya Loeb retoris.
Loeb memperkirakan bahwa pemerintah mungkin menyelidiki apakah 3I/ATLAS berpotensi menjadi ancaman bagi keamanan nasional, mungkin mengenai dengan kemungkinan “kejadian black swan“—istilah untuk peristiwa langka dan tak terduga nan berakibat besar. Ia sebelumnya berhipotesis bahwa objek tersebut bisa jadi “mirip Kuda Troya, di mana objek teknologi menyamar sebagai komet alami.” Diskusi tentang kemungkinan ini mungkin “disembunyikan dari publik untuk mencegah kepanikan nan tidak perlu,” terutama mengingat “kejadian black swan tetap dianggap sangat tidak mungkin.”
Namun, teori ini mengasumsikan bahwa CIA memang mempunyai sesuatu untuk disembunyikan. Bagaimanapun, dalam pernyataannya kepada Greenewald, mereka tidak mengesampingkan “ketiadaan catatan.” Selain itu, semakin banyak info nan masuk, teori Loeb bahwa 3I/ATLAS adalah artefak teknologi semakin tertantang. Jika objek tersebut terbukti hanyalah bongkahan es nan tidak berbahaya, apa nan perlu disembunyikan?
Meski demikian, Loeb belum menyerah. Ia menganjurkan pengamatan lebih dekat saat 3I/ATLAS mencapai titik terdekatnya dengan Jupiter pada bulan Maret. “Kecuali kita memeriksanya, kita mungkin tidak pernah tahu apakah angsa ini putih alias hitam,” pungkasnya dalam blognya.
Kontroversi dan Skeptisisme di Balik Teori Loeb
Teori Avi Loeb mengenai 3I/ATLAS sebagai objek buatan alien memang menarik perhatian, namun juga menuai kritik dan skeptisisme dari kalangan intelektual lain. Banyak nan beranggapan bahwa penjelasan nan lebih sederhana, ialah bahwa 3I/ATLAS adalah komet alami nan berasal dari luar tata surya kita, lebih masuk logika dan didukung oleh bukti nan ada. Jet simetris nan terpancar dari 3I/ATLAS sempat memicu spekulasi, namun intelektual lain menyebutnya sebagai bukti nan lemah.
Salah satu poin nan sering diperdebatkan adalah ukuran 3I/ATLAS. Loeb menyatakan bahwa objek ini mempunyai ukuran nan tidak lazim untuk sebuah komet, namun pengukuran nan lebih jeli menunjukkan bahwa ukurannya sebenarnya lebih mini dari nan diperkirakan sebelumnya. Selain itu, komposisi kimia 3I/ATLAS, nan diungkapkan melalui analisis sinyal radio, juga menunjukkan bahwa objek ini lebih mirip dengan komet pada umumnya.
Meskipun demikian, Loeb tetap bersikeras dengan teorinya dan terus mencari bukti-bukti nan mendukungnya. Ia beranggapan bahwa kita tidak boleh menutup kemungkinan adanya penjelasan nan lebih eksotis, terutama jika kita mau memahami alam semesta secara lebih komprehensif.
Implikasi Jika 3I/ATLAS Benar Artefak Alien
Jika teori Avi Loeb terbukti betul dan 3I/ATLAS adalah artefak teknologi nan dikirim oleh peradaban alien, implikasinya bakal sangat besar dan mengubah langkah pandang kita terhadap alam semesta dan tempat kita di dalamnya. Penemuan ini bakal menjadi bukti pertama keberadaan kehidupan di luar Bumi dan membuka jalan bagi eksplorasi lebih lanjut untuk mencari peradaban lain.
Namun, penemuan ini juga dapat menimbulkan pertanyaan-pertanyaan etika dan keamanan nan kompleks. Apa tujuan dari artefak tersebut? Apakah peradaban nan mengirimkannya mempunyai niat baik alias jahat? Bagaimana kita kudu merespons kehadiran mereka? Pertanyaan-pertanyaan ini bakal menjadi tantangan besar bagi umat manusia di masa depan.
Terlepas dari apakah 3I/ATLAS adalah komet alami alias artefak alien, objek ini telah memicu perdebatan dan penelitian nan menarik di kalangan ilmuwan. Observasi lebih lanjut, terutama saat 3I/ATLAS mendekati Jupiter, diharapkan dapat memberikan jawaban nan lebih pasti tentang asal-usul dan sifat sebenarnya dari objek misterius ini. Komet antarbintang ini apalagi menyemburkan air dengan laju mencengangkan.
Sikap CIA nan memilih tutup mulut mengenai keberadaan arsip tentang 3I/ATLAS semakin menambah misteri seputar objek ini. Apakah ini hanya kehati-hatian biasa, alias ada sesuatu nan lebih dalam nan disembunyikan? Hanya waktu nan bakal menjawabnya.