Meta Luncurkan Fitur Komunitas Threads Untuk 400 Juta Pengguna

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Telset.id – Bayangkan platform media sosial nan betul-betul memahami minat Anda. Di mana setiap scroll memberi Anda konten nan relevan, bukan sekadar unggulan random dari akun tak dikenal. Itulah nan sedang diupayakan Meta dengan fitur organisasi terbaru di Threads, nan sekarang telah melampaui 400 juta pengguna. Sebuah langkah strategis nan bisa mengubah identitas platform ini selamanya.

Fitur organisasi ini bukan sekadar tambahan biasa. Ini adalah perkembangan dari fitur feed unik dan tag topik nan sebelumnya sudah ada di Threads. Meta menggambarkannya sebagai “ruang kasual untuk berbagi pandangan unik tentang topik seperti basket alias aktivitas TV dengan orang-orang nan juga mencintainya.” Dengan kata lain, ini adalah upaya menciptakan ruang digital nan lebih intim dan terfokus di tengah lautan konten nan semakin luas.

Yang menarik, Meta tidak mulai dari nol. Perusahaan telah menciptakan lebih dari 100 organisasi untuk topik-topik nan sudah mempunyai pedoman fans besar di platform. Anda bisa menemukan “NBA Threads” untuk fans basket, “Book Threads” untuk pecinta literasi, alias “Tech Threads” untuk mereka nan haus info teknologi. Beberapa pengguna apalagi sudah melaporkan memandang dan berasosiasi dengan ruang-ruang ini dalam beberapa hari terakhir.

Threads communities have custom emoji for likes.

Lebih dari Sekadar Pengelompokan Topik

Pada pandangan pertama, feed organisasi mungkin terlihat mirip dengan feed topik Threads nan sudah ada. Tapi jangan tertipu oleh kemiripan permukaan ini. Menurut Meta, postingan di dalam organisasi bakal diranking secara unik untuk menampilkan konten nan lebih relevan di bagian atas feed. Bandingkan dengan feed berbasis topik saat ini nan condong menjadi campuran random dari siapa pun nan menandai topik tersebut.

Ada sentuhan personalisasi nan menarik perhatian. Ketika Anda menjelajahi feed organisasi dan menyukai postingan, bakal muncul emoji kustom nan sesuai dengan tema komunitas. Di “NBA Threads”, misalnya, Anda bakal memandang ikon basket menggantikan tombol like biasa. Detail mini ini mungkin terlihat sepele, tapi justru menciptakan pengalaman nan lebih imersif dan kontekstual.

Meta juga memberikan pengakuan unik bagi “suara terdepan” dalam organisasi dengan memberikan lencana biru pada profil mereka. Ini bukan sekadar simbol status, melainkan langkah untuk menunjukkan keterlibatan aktif dalam golongan tersebut. Sebuah sistem reputasi nan bisa mendorong partisipasi lebih berkualitas.

Belajar dari Kompetitor, Menyempurnakan Konsep

Meta bukanlah nan pertama mencoba buahpikiran organisasi di platform media sosial. Twitter (sekarang X) memperkenalkan fitur serupa pada 2021, dan tahun lampau menyatakan mengalami “lonjakan 495%” dalam “menit aktif pengguna”. Data ini tentu tidak luput dari perhatian Meta, nan sedang berupaya membangun diferensiasi Threads di pasar nan semakin kompetitif.

Yang membedakan mungkin pada integrasinya dengan ekosistem nan lebih luas. Meta menyatakan bahwa organisasi nan Anda ikuti juga bakal mempengaruhi konten nan muncul di feed utama. Bergabung dengan lebih banyak organisasi bisa membantu menyempurnakan rekomendasi secara keseluruhan. Ini adalah solusi elegan untuk keluhan pengguna tentang algoritma Threads nan terlalu menekankan postingan rekomendasi dari akun-akun tidak terkoneksi.

Fitur ini muncul di saat nan tepat. Seperti nan pernah kami laporkan dalam artikel sebelumnya, Meta terus memperbaiki langkah kerja Threads dengan beragam fitur baru. Komunitas bisa menjadi jawaban atas kebutuhan pengguna bakal ruang nan lebih terorganisir dan bermakna.

Masa Depan Interaksi Sosial nan Lebih Terarah

Fitur organisasi di Threads bukan sekadar tambahan fitur biasa. Ini mencerminkan pergeseran paradigma dalam langkah kita berinteraksi di media sosial. Dari model broadcast massal menuju ruang-ruang unik nan lebih intim dan kontekstual. Sebuah perkembangan nan mungkin bakal menentukan masa depan platform ini.

Dengan lebih dari 400 juta pengguna, Threads perlu menemukan identitas uniknya. Fitur organisasi bisa menjadi pembeda utama, terutama mengingat platform ini lahir sebagai respons terhadap perubahan di Twitter/X. Seperti nan terjadi dengan perubahan kebijakan fact-checking Meta nan kemudian digantikan dengan fitur baru, perusahaan terus beradaptasi dengan lanskap digital nan berubah cepat.

Pertanyaannya sekarang: apakah fitur organisasi ini bakal menjadi game-changer nan dibutuhkan Threads? Ataukah hanya bakal menjadi fitur tambahan nan tenggelam di antara penemuan lainnya? nan pasti, dengan integrasi nan lebih dalam ke algoritma rekomendasi dan sentuhan personalisasi nan thoughtful, Meta sedang menempatkan fondasi untuk pengalaman sosial nan lebih terarah dan bermakna.

Bagi Anda nan sudah merasa jenuh dengan feed nan tidak terkendali, fitur organisasi di Threads mungkin worth to try. Bergabunglah dengan golongan nan sesuai minat, lihat gimana pengalaman berubah, dan mungkin Anda bakal menemukan argumen baru untuk tetap aktif di platform ini. Bagaimanapun, di era info nan overload, ruang nan terfokus dan relevan adalah komoditas nan semakin berharga.

Selengkapnya