Menkomdigi Ungkap Banjir Hoaks Dan Dana Judol Saat Demo Memanas

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Telset.id – Jika Anda berpikir ruang digital hanya dipenuhi konten imajinatif dan edukatif, siap-siap terkejut. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid justru mengungkap kebenaran mencengangkan: lonjakan drastis konten provokatif, misinformasi, hingga aliran biaya mencurigakan dari gambling online selama demo berjalan beberapa hari terakhir.

Dalam pernyataannya di Instagram, Senin (1/9), Meutya menyebut Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kebanjiran laporan masyarakat. Bukan sekadar keluhan biasa, melainkan temuan serius tentang rayuan penjarahan, penyerangan, dan penyebaran rumor SARA nan masif beredar. “Informasi keliru disebarkan dengan kecepatan sangat tinggi, mirip banjir bandang nan menenggelamkan info benar,” tegasnya. Anda mungkin bertanya: siapa dalang di kembali semua ini?

Yang lebih mengkhawatirkan, Meutya menuding ada upaya terorganisir untuk membanjiri media sosial dengan unggahan provokatif. Indikasi awal menunjukkan pola sistematis—bukan sekadar emosi sporadis warganet. Bahkan, aliran biaya besar terpantau bergerak di platform digital, diduga dari monetisasi siaran langsung konten kekerasan dan anarkisme. Beberapa akun nan terlibat dikaitkan dengan jaringan gambling online. Lantas, gimana kita sebagai pengguna internet menyikapi situasi ini?

Banjir Bandang Misinformasi dan Provokasi Digital

Meutya Hafid menggambarkan situasi saat ini seperti “banjir bandang” misinformasi. Konten negatif menyebar begitu cepat, hingga info valid, kritik konstruktif, apalagi aktivitas produktif seperti UMKM dan pembelajaran ikut tenggelam. Ini bukan pertama kalinya rumor hoaks dan provokasi mengemuka. Sebelumnya, Menkomdigi juga membujuk platform digital berkontribusi menjaga ekosistem media nan sehat. Sayangnya, upaya itu sekarang diuji dengan gelombang konten beracun.

Yang menarik, Meutya tidak hanya menyoroti kecepatan penyebaran, tetapi juga modus operandinya. Konten kekerasan dan anarkisme disiarkan secara langsung (live streaming) dan dimonetisasi lewat fitur bantuan alias bingkisan virtual berbobot besar. Ini menunjukkan pemanfaatan fitur platform untuk kepentingan provokasi dan keuntungan ilegal. Sebuah ironi, di saat fitur live semestinya menjadi sarana intermezo alias edukasi, justru disalahgunakan untuk menyebarkan kebencian.

Dana Besar dan Keterkaitan Judi Online

Salah satu temuan paling mengejutkan adalah aliran biaya signifikan nan terpantau selama demo berlangsung. Meutya tidak menyebut platform spesifik, tetapi mengonfirmasi bahwa biaya tersebut berasal dari monetisasi siaran langsung. Akun-akun nan terlibat diduga mengenai jaringan gambling online (judol). Ini membuka perspektif baru: bahwa provokasi digital tidak hanya dimotivasi oleh kepentingan politik, tetapi juga ekonomi gelap.

Bayangkan: konten kekerasan nan disiarkan live rupanya menghasilkan uang. Pengirim bingkisan virtual mungkin tidak sadar bahwa biaya mereka bisa jadi berasal dari aktivitas terlarangan alias dimanfaatkan untuk memperkeruh situasi. Fitur baru grup FB nan memudahkan admin menghapus misinformasi mungkin bisa membantu, tetapi akar masalahnya lebih dalam. Perlu kerjasama semua pihak, termasuk platform dan masyarakat.

Imbauan untuk Pengguna Internet

Meutya mengimbau masyarakat tetap berhati-hati: jangan mudah terpancing provokasi, jangan menyebarkan info belum terverifikasi, dan biasakan melakukan pengecekan silang. Ia juga menekankan pentingnya menggunakan sumber terpercaya, termasuk media nan berpegang pada kode etik jurnalistik. Imbauan ini sejalan dengan tips menciptakan kebiasaan digital sehat ala Google, nan mendorong literasi dan kehati-hatian berinternet.

Pemerintah disebut menghormati penduduk nan menyampaikan aspirasi dengan tertib. Namun, Meutya menyoroti golongan nan sengaja digerakkan via media sosial, menuju titik tertentu, menayangkan konten maraton, dan menerima insentif tidak wajar. Ini adalah corak baru dari manipulasi opini nan memanfaatkan kerentanan ruang digital. Sebagai pengguna, Anda punya peran kunci: jadi filter pertama sebelum info menyebar.

Jadi, lain kali Anda memandang unggahan provokatif alias rayuan anarkis, tahan jari untuk tidak langsung share. Cek faktanya, lacak sumbernya, dan laporkan jika melanggar. Ruang digital adalah milik bersama—jangan biarkan segelintir orang merusaknya untuk kepentingan sesaat.

Selengkapnya