Nyeri dengkul adalah masalah nan sering dialami banyak orang, terutama mereka nan sudah berumur lanjut. Namun, tahukah Anda bahwa obesitas adalah salah satu penyebab nyeri lutut?
Ya, salah satu penyebab nan sering tidak disadari adalah obesitas alias kelebihan berat badan. Berat badan berlebih tidak hanya mengganggu kesehatan jantung dan gula darah, tetapi juga memberikan beban berat pada tulang dan sendi, khususnya lutut.
Mari kita pelajari lebih dalam tentang hubungan obesitas dan sakit lutut, serta langkah mengatasinya.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Kenapa Lutut Sangat Penting bagi Tubuh?
Untuk memahami masalah ini, kita perlu tahu dulu sungguh pentingnya peran sendi dengkul dalam menopang berat tubuh. Lutut adalah salah satu sendi terbesar di tubuh kita.
Tugas dengkul sangat berat: menahan seluruh beban tubuh sekaligus memungkinkan kita untuk berjalan, berlari, naik tangga, dan melompat.
Sendi dengkul terdiri dari tiga tulang besar nan dihubungkan dan dilindungi oleh lapisan unik berjulukan tulang rawan (kartilago).
Tulang rawan dengkul ini seperti alas lembek nan mencegah tulang-tulang bersenggolan langsung saat kita bergerak.
Nah, bayangkan ketika berat badan kita berlebih. Tekanan pada dengkul menjadi jauh lebih besar dari seharusnya.
Penelitian menunjukkan bahwa setiap tambahan 1 kilogram berat badan bakal menambah beban hingga 4 kali lipat pada dengkul saat kita berjalan.
Jadi, jika berat badan naik 5 kg, beban tambahan pada dengkul bisa mencapai 20 kg!
Ini menjelaskan kenapa kelebihan berat badan bikin dengkul sakit, terutama saat beraktivitas seperti berdiri lama alias naik tangga.
Kondisi inilah nan sering disebut dengkul sakit saat berdiri lantaran obesitas.


Bagaimana Obesitas Menekan Lutut?
Mekanisme tekanan berat badan pada sendi dengkul sebenarnya cukup sederhana. Pada orang dengan berat badan normal, beban tubuh tersebar merata ke seluruh bagian lutut.
Tapi pada orang dengan obesitas, beban ini menjadi tidak seimbang dan terlalu berat. Akibatnya, alas tulang rawan di dengkul kudu bekerja ekstra keras dan akhirnya sigap aus.
Tekanan biomekanik nan berlebihan ini membikin struktur dengkul mengalami kerusakan bertahap, termasuk menipisnya tulang rawan dan rusaknya alas sendi.
Ada langkah mudah untuk mengukur apakah berat badan kita berlebih, ialah dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT dihitung dari berat dan tinggi badan kita.
Penelitian membuktikan bahwa setiap kenaikan 5 poin pada Indeks Massa Tubuh (IMT) bisa meningkatkan akibat sakit dengkul hingga 35%.
Angka ini membuktikan bahwa akibat obesitas terhadap kesehatan dengkul sangat nyata dan bisa diukur.
Lemak Tubuh Ternyata Juga Memicu Peradangan
Yang lebih mengejutkan, hubungan antara obesitas menyebabkan nyeri lutut rupanya bukan hanya soal beban berat saja.
Ada aspek lain nan tidak kasat mata tapi sangat berbahaya, ialah peradangan alias inflamasi.
Lemak di tubuh, khususnya lemak perut (obesitas sentral), rupanya bukan sekadar timbunan lemak biasa.
Lemak ini aktif memproduksi beragam unsur kimia berbahaya, termasuk masam lemak dan sitokin inflamasi—sejenis protein nan memicu peradangan di seluruh tubuh.
Zat-zat kimia ini, nan disebut masam lemak dan sitokin inflamasi, menciptakan kondisi peradangan sendi nan terus-menerus terjadi.
Mereka bisa langsung merusak tulang rawan dengkul dan mempercepat kerusakan sendi.
Jadi, obesitas memicu osteoarthritis dengkul lewat dua langkah sekaligus:
- Tekanan bentuk nan berlebihan
- Peradangan dari dalam tubuh
Pertanyaan “apakah obesitas bisa merusak sendi lutut?” jawabannya sangat jelas: ya, apalagi lewat dua jalur berbeda.


Obesitas dan Pengapuran Sendi Lutut
Gabungan antara tekanan berlebih dan peradangan kronis inilah nan membikin obesitas menjadi penyebab utama osteoarthritis, khususnya di sendi lutut.
Osteoarthritis dengkul adalah corak paling umum dari penyakit sendi degeneratif alias nan sering disebut pengapuran sendi.
Gejalanya adalah kerusakan berjenjang pada tulang rawan, nyeri sendi nan makin lama makin parah, sendi terasa kaku, dan susah digerakkan.
Orang dengan obesitas punya akibat 3 kali lebih besar untuk terkena osteoarthritis dengkul dibanding mereka nan berat badannya normal.
Gejala paling umum adalah rasa sakit di dengkul nan bisa terasa tumpul alias tajam, dan biasanya bertambah parah setelah beraktivitas.
Inilah bentuk nyata dari sakit dengkul lantaran berat badan berlebih. Dampak jangka panjang obesitas pada sistem muskuloskeletal—yaitu sistem tulang dan otot kita—sangat serius, dan dengkul adalah bagian nan paling sering terkena.
Bahaya Jarang Bergerak
Obesitas biasanya juga diikuti dengan kebiasaan jarang bergerak alias style hidup sedentari.
Ketika jarang berolahraga alias bergerak, otot-otot di sekitar lutut, terutama otot paha, menjadi lemah.
Otot nan lemah tidak bisa menopang dengkul dengan baik, sehingga semua beban jatuh ke sendi dan membuatnya sigap rusak.
Hubungan style hidup sedentari dengan nyeri dengkul ini menciptakan lingkaran setan: dengkul sakit membikin malas gerak, malas mobilitas membikin otot lemah, otot lemah membikin dengkul makin sakit.
Cara Mengatasi Sakit Lutut lantaran Obesitas
Kabar baiknya, lantaran obesitas bisa dikontrol, maka berat badan berlebih dan nyeri sendi dengkul juga bisa diatasi apalagi dicegah.
1. Menurunkan berat badan
Cara paling efektif adalah dengan menurunkan berat badan secara berjenjang dan sehat.
Peran penurunan berat badan dalam mengurangi nyeri sangat besar. Ingat tadi disebutkan bahwa 1 kg berat badan = 4 kg beban di lutut? Artinya, jika Anda turun 5 kg, beban di dengkul berkurang hingga 20 kg!
Penurunan berat badan tidak hanya mengurangi beban fisik, tapi juga mengurangi zat-zat pemicu peradangan dalam tubuh. Jadi, Anda mengatasi masalah dari dua sisi sekaligus.
2. Berolahraga
Untuk menurunkan berat badan dengan sehat, Anda perlu kombinasi pola makan seimbang dan olahraga teratur. Tapi bagi nan lututnya sudah sakit, pilih jenis olahraga nan tepat.
Aktivitas low impact (jalan kaki, berenang) adalah pilihan terbaik lantaran tidak membebani dengkul tapi tetap efektif membakar kalori dan menguatkan otot.
Berenang dan bersepeda tetap juga sangat dianjurkan lantaran nyaris tidak ada tekanan pada lutut.
3. Lakukan fisioterapi
Selain itu, fisioterapi juga sangat membantu dalam langkah mengurangi sakit dengkul akibat obesitas. Ahli fisioterapi bisa membikin program latihan unik untuk:
- Menguatkan otot-otot di sekitar lutut
- Membuat sendi lebih lentur
- Memperbaiki langkah Anda melangkah alias bergerak, sehingga dengkul tidak terlalu terbebani.


Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati
Pencegahan gangguan dengkul sejak awal jauh lebih mudah dan murah dibanding mengobatinya nanti.
Menjaga berat badan ideal sejak muda adalah investasi terbaik untuk kesehatan sendi di masa tua.
Caranya sederhana:
- Makan makanan bergizi seimbang
- Rutin berolahraga dengan jenis olahraga nan ringan tapi teratur
- Hindari kebiasaan duduk alias rebahan seharian
Dengan memperhatikan kesehatan sendi sejak dini, akibat terkena degenerasi sendi alias pengapuran bisa ditekan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika nyeri dengkul sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, tidak membaik setelah beberapa hari istirahat, alias disertai bengkak dan dengkul terasa goyang (tidak stabil), segera konsultasi ke master ortopedi.
Dokter bakal memeriksa kondisi dengkul Anda secara menyeluruh dan memberikan penanganan nan tepat.
Penanganan bisa berupa rekomendasi perubahan style hidup, terapi fisik, obat-obatan, alias jika sudah parah, mungkin perlu tindakan operasi.
Kesimpulan tentang Obesitas
Obesitas dan penyakit sendi degeneratif memang sangat berangkaian erat. Obesitas menyebabkan nyeri dengkul lewat dua cara:
- Beban berlebih nan membikin tulang rawan sigap aus
- Peradangan sendi nan dipicu oleh lemak tubuh, khususnya inflamasi sendi akibat jaringan lemak.
Memahami perihal ini memberi kita argumen kuat untuk menjaga berat badan ideal.
Ingat, setiap upaya menurunkan berat badan—meski hanya beberapa kilogram—adalah investasi berbobot untuk melindungi dengkul Anda dari osteoarthritis dan menikmati hidup tanpa rasa sakit di lutut.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Obesitas
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik obesitas.
Mengapa obesitas bisa menyebabkan sakit lutut?
Obesitas menyebabkan sakit dengkul melalui dua mekanisme:
- Setiap tambahan 1 kg berat badan menambah beban hingga 4 kali lipat pada dengkul saat berjalan, sehingga mempercepat keausan tulang rawan
- Jaringan lemak menghasilkan unsur kimia nan memicu peradangan di sendi lutut, merusak struktur sendi dari dalam.
Berapa banyak penurunan berat badan nan dibutuhkan untuk mengurangi nyeri lutut?
Penurunan berat badan sekecil apapun sudah memberikan manfaat. Setiap pengurangan 1 kg berat badan dapat mengurangi tekanan pada dengkul hingga 4 kg saat berjalan.
Penurunan 5-10% dari berat badan total sudah dapat memberikan perbaikan signifikan pada nyeri dengkul dan kegunaan sendi.
Olahraga apa nan kondusif untuk penderita sakit dengkul akibat obesitas?
Olahraga nan paling kondusif adalah aktivitas low impact seperti berenang, bersepeda statis, dan jalan kaki santai.
Aktivitas ini efektif membakar kalori dan menguatkan otot tanpa memberikan tekanan berlebihan pada lutut. Hindari olahraga high impact seperti lari alias melompat nan bisa memperburuk kondisi lutut.
Kapan kudu konsultasi ke master untuk sakit lutut?
Anda perlu segera konsultasi ke master ortopedi jika:
- Nyeri dengkul mengganggu aktivitas sehari-hari
- Sakit pada dengkul tidak membaik setelah beberapa hari istirahat
- Lutut nyeri disertai pembengkakan nan tidak kunjung hilang
- Lutut terasa tidak stabil saat digunakan berjalan
Penanganan awal dapat mencegah kerusakan sendi nan lebih parah.

