Jenis Obat Osteoarthritis Yang Direkomendasikan Dokter

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Bagian tubuh nan paling sering terserang osteoarthritis adalah sendi lutut, pinggul, tangan, dan tulang belakang. Jadi, mengetahui obat osteoarthritis nan tepat sangat penting.

Osteoarthritis adalah penyakit degeneratif sendi nan menyebabkan nyeri sendi dan kekakuan sendi pada penderitanya.

Penyakit ini terjadi ketika tulang rawan menipis secara perlahan, sehingga menimbulkan kerusakan tulang rawan dan peradangan sendi.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Banner Zaskia mobile

Mengenal Osteoarthritis Lebih Dekat

Sebelum membahas obat-obatannya, ada baiknya kita pahami dulu apa itu osteoarthritis. Penyakit ini berbeda dengan jenis radang sendi lainnya.

Perbedaan obat osteoarthritis dan arthritis ada lantaran penyebabnya berbeda.

Osteoarthritis muncul lantaran sendi kita “aus” seiring waktu dan pemakaian, bukan lantaran sistem kekebalan tubuh nan menyerang sendi seperti pada rheumatoid arthritis.

Banyak nan bertanya, apakah osteoarthritis bisa sembuh dengan obat? Sayangnya, sampai saat ini belum ada obat nan bisa mengembalikan tulang rawan (kartilago) nan sudah rusak.

Ini nan disebut perbedaan pengobatan simptomatik dan kausal.

Obat nan ada sekarang hanya membantu mengurangi indikasi dan menjaga agar sendi tetap bisa berfungsi, bukan menyembuhkan penyakitnya dari akar.

Jadi konsentrasi utamanya adalah manajemen nyeri sendi kronis agar penderita bisa beraktivitas dengan lebih nyaman.

Apa Itu Osteoarthritis?Apa Itu Osteoarthritis?

Pilihan Obat Osteoarthritis nan Biasa Diresepkan

1. Paracetamol

Untuk nyeri nan ringan sampai sedang, master biasanya bakal meresepkan Paracetamol dulu.

Obat ini bekerja sebagai obat anti nyeri dan termasuk obat osteoarthritis nan aman, terutama untuk orang lanjut usia.

Kenapa? Karena Paracetamol tidak terlalu mengganggu lambung dibanding obat lain.

Paracetamol mudah didapat sebagai obat bebas di apotek. Tapi ingat, meskipun dijual bebas, Anda tetap kudu minum sesuai patokan dosisnya. Kalau berlebihan, Paracetamol bisa merusak hati.

2. NSAID: Obat untuk Nyeri nan Lebih Hebat

Kalau Paracetamol kurang manjur, master ortopedi alias master reumatologi biasanya bakal memberikan NSAID (Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs).

Obat anti inflamasi ini tidak hanya mengurangi obat nyeri osteoarthritis, tapi juga mengatasi inflamasi dan bengkak di sendi. Contoh nan sering digunakan adalah ibuprofen, naproxen, dan diklofenak.

NSAID ada dua bentuk: nan diminum (tablet) dan nan dioleskan (gel alias krim).

Untuk obat osteoarthritis lutut, master sering menyarankan nan dioleskan lantaran pengaruh sampingnya lebih kecil.

Obat nan diminum bisa mengganggu lambung, ginjal, dan jantung jika dipakai dalam waktu lama.

3. Injeksi Sendi

Kalau obat minum tidak cukup membantu, master bisa menyarankan suntikan langsung ke sendi.

Ini termasuk obat osteoarthritis tanpa operasi nan cukup efektif. Ada dua jenis suntikan nan umum:

Injeksi Kortikosteroid

Bekerja sangat sigap untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Tapi penggunaannya dibatasi lantaran pengaruh samping obat osteoarthritis jenis ini bisa merusak sendi jika terlalu sering disuntikkan.

Injeksi viskosuplemen

Fungsi masam hialuronat seperti pelumas sendi. Pada osteoarthritis, cairan sinovial di dalam sendi menjadi encer dan tidak bisa melumasi dengan baik.

Suntikan ini menambah cairan tersebut sehingga mengurangi gesekan dan meningkatkan keahlian gerak.

Injeksi ini termasuk terapi non-bedah osteoarthritis nan cukup terkenal sebagai pelumas sendi.

Suplemen dan Pilihan Alami

1. Glucosamine dan Chondroitin

Kedua suplemen ini termasuk obat osteoarthritis alami nan banyak digunakan.

Glucosamine dan Chondroitin sebenarnya adalah bahan alami nan ada di tulang rawan (kartilago) kita. Banyak orang meminumnya dengan angan bisa memperlambat kerusakan sendi.

Meskipun para mahir tetap berdebat soal efektivitasnya, suplemen ini umumnya kondusif dikonsumsi dan mudah ditemukan sebagai obat osteoarthritis di apotek.

Bisa dijadikan pilihan obat osteoarthritis selain obat anti nyeri nan biasa.

2. Duloxetine untuk Nyeri Kronis

Duloxetine awalnya adalah obat untuk depresi, tapi rupanya juga efektif untuk mengatasi nyeri kronis pada osteoarthritis.

Obat ini bekerja dengan langkah mengatur sinyal nyeri di otak dan saraf tulang belakang.

Obat Osteoarthritis untuk Lansia

Memilih obat osteoarthritis untuk lansia kudu lebih berhati-hati. Orang lanjut usia biasanya punya penyakit lain dan minum banyak obat sekaligus.

Efek samping obat osteoarthritis terutama NSAID bisa lebih rawan pada lansia—mulai dari gangguan ginjal, masalah lambung, sampai gangguan jantung.

Untuk lansia, master biasanya memulai dengan dosis rendah Paracetamol, alias menggunakan obat oles, dan menggabungkannya dengan terapi tanpa obat.

Kontrol rutin ke master rehabilitasi medis alias reumatologi sangat krusial untuk memantau kondisi dan menyesuaikan pengobatan.

Gabungan Obat Osteoarthritis dan Terapi Fisik Lebih Efektif

Pengobatan jangka panjang penyakit sendi nan baik jarang hanya mengandalkan obat saja. Kombinasi obat dan terapi bentuk memberikan hasil nan lebih baik.

Terapi bentuk dan rehabilitasi medik membantu memperkuat otot di sekitar sendi nan sakit, meningkatkan kelenturan, dan memperbaiki postur—semua ini mengurangi beban pada sendi.

Pengobatan konservatif nan menyeluruh juga mencakup beberapa perihal ini:

  • Menurunkan berat badan agar beban di dengkul dan pinggul berkurang
  • Menggunakan perangkat bantu seperti tongkat alias penyangga lutut
  • Terapi PRP (Platelet-Rich Plasma) nan menggunakan darah pasien sendiri untuk membantu penyembuhan

Semua langkah ini masuk dalam kategori terapi sendi nan mendukung kerja obat resep dokter.

Waspada Efek Samping Obat Osteoarthritis

Setiap obat osteoarthritis jangka panjang punya akibat nan perlu diwaspadai. NSAID nan diminum bisa:

  • Mengiritasi lambung
  • Menyebabkan luka lambung
  • Meningkatkan akibat perdarahan
  • Mengganggu ginjal serta jantung

Paracetamol nan terlihat kondusif pun bisa merusak hati jika dikonsumsi berlebihan.

Sementara suntikan kortikosteroid bisa menimbulkan nyeri sementara di area suntikan, akibat infeksi, dan bisa melemahkan jaringan di sekitar sendi jika terlalu sering.

Makanya, pemeriksaan rutin di apotek, rumah sakit, alias klinik ortopedi sangat krusial untuk memastikan obat nan diminum tetap kondusif dan efektif.

Menemukan Obat nan Paling Cocok

Tidak ada satu obat osteoarthritis terbaik nan pas untuk semua orang. Setiap orang kondisinya berbeda-beda dan perlu pengobatan nan disesuaikan.

Tingkat keparahan gejala, penyakit lain nan dimiliki, dan respons tubuh terhadap obat sebelumnya — semua perlu dipertimbangkan.

Karena itu, konsultasi dengan master ortopedi, reumatologi, alias rehabilitasi medis sangat krusial untuk mendapat obat nan tepat.

Kesimpulan tentang Obat Osteoarthritis

Walaupun osteoarthritis tidak bisa sembuh total, kualitas hidup penderita osteoarthritis tetap bisa ditingkatkan dengan penanganan nan benar.

Kombinasi antara obat nan sesuai—baik obat resep master maupun obat bebas—dengan cara-cara tanpa obat seperti terapi fisik, mengatur pola hidup, dan support mental, sangat membantu mengendalikan indikasi dan mencegah kerusakan sendi bertambah parah.

Tujuan akhir dari pengobatan jangka panjang penyakit sendi bukan untuk sembuh total, tapi agar indikasi nyeri sendi dan kekakuan sendi bisa terkontrol dengan baik sehingga aktivitas sehari-hari tetap bisa dilakukan dengan nyaman.

Jika Anda merasakan indikasi nyeri sendi, kekakuan, alias kesulitan bergerak nan mengganggu, segera konsultasikan ke master untuk mendapat pemeriksaan dan rencana pengobatan nan sesuai dengan kondisi Anda.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Obat Osteoarthritis

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik obat osteoarthritis.

Apakah osteoarthritis bisa sembuh total dengan obat?

Tidak, osteoarthritis tidak bisa sembuh total dengan obat. Obat nan tersedia saat ini hanya berfaedah untuk mengurangi indikasi seperti nyeri dan kekakuan sendi, bukan menyembuhkan kerusakan tulang rawan nan sudah terjadi.

Tujuan pengobatan adalah mengendalikan indikasi dan menjaga kegunaan sendi agar aktivitas sehari-hari tetap bisa dilakukan dengan nyaman.

Obat apa nan paling kondusif untuk osteoarthritis, terutama bagi lansia?

Paracetamol umumnya dianggap sebagai obat nan paling kondusif untuk osteoarthritis, terutama bagi lansia.

Obat ini mempunyai pengaruh samping nan lebih minimal dibanding obat lain, khususnya terhadap lambung dan ginjal. Namun tetap kudu dikonsumsi sesuai dosis nan dianjurkan lantaran penggunaan berlebihan dapat merusak hati.

Apa perbedaan antara NSAID oral dan NSAID topikal?

NSAID oral (tablet) diminum dan bekerja di seluruh tubuh sehingga lebih efektif untuk nyeri nan parah, namun mempunyai akibat pengaruh samping seperti gangguan lambung, ginjal, dan jantung.

NSAID topikal (gel/krim) dioleskan langsung ke area nan sakit sehingga pengaruh sampingnya lebih kecil, cocok untuk nyeri sendi dengkul alias area spesifik lainnya.

Selain obat, apa lagi nan bisa membantu mengatasi osteoarthritis?

Kombinasi obat dengan terapi bentuk memberikan hasil terbaik. Terapi bentuk membantu memperkuat otot di sekitar sendi, meningkatkan kelenturan, dan mengurangi beban pada sendi.

Selain itu, menurunkan berat badan, menggunakan perangkat bantu seperti tongkat, dan menjaga pola hidup sehat juga sangat membantu mengendalikan indikasi osteoarthritis.

Selengkapnya