Google Drive For Desktop Pakai Ai Tangkal Ransomware

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Telset.id – Google Cloud secara resmi meluncurkan penemuan keamanan baru di Google Drive for Desktop nan memanfaatkan kepintaran artifisial (AI) untuk melindungi pengguna dari ancaman ransomware. Fitur ini secara otomatis menghentikan sinkronisasi file dan memudahkan pemulihan info hanya dengan beberapa klik saat terdeteksi serangan.

Country Director Google Cloud di Indonesia, Fanly Tanto, menjelaskan bahwa penemuan dan intervensi berbasis AI ini bisa mengidentifikasi karakter utama serangan ransomware, ialah upaya enkripsi file secara massal. Sistem kemudian sigap melakukan intervensi dengan menciptakan ‘balon pelindung’ di luar file pengguna sebelum serangan menyebar, dengan langkah menghentikan sinkronisasi file ke cloud secara otomatis.

Dengan sistem ini, pengguna akhirnya terbantu menghindari enkripsi ransomware nan dapat merusak file terpapar dan membuatnya tidak bisa digunakan. Inovasi ini, berbareng dengan pertahanan malware nan sudah ada, dinilai bisa mencegah penyebaran ransomware ke perangkat lain dan pengambilalihan seluruh jaringan.

Google menyiapkan penemuan ini lantaran meski dikenal sebagai serangan siber nan sering merugikan, ransomware saat ini tetap banyak diperlakukan sebagai masalah antivirus konvensional. Banyak sistem pencegahan ransomware tetap mencari kode berpotensi rawan sebelum diaktifkan dan memblokirnya agar tidak masuk sistem TI.

Pertahanan seperti ini memang tetap krusial dan diperlukan, namun memandang tetap berhasilnya serangan ransomware dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan tradisional dinilai tidak memadai. Ketika ransomware baru sukses melewati perlindungan antivirus tradisional, pengguna dan organisasi bisa langsung terdampak tanpa langkah mitigasi cadangan.

Ransomware: Ancaman nan Semakin Kompleks

Ransomware sekarang bukan lagi sekadar masalah TI semata, tetapi semakin menakut-nakuti operasi upaya inti di beragam sektor seperti manufaktur, operasional ritel, jasa rumah sakit, dan jasa imigrasi. Oleh lantaran itu, menemukan langkah nan lebih komprehensif dalam melawan ransomware menjadi sangat penting.

“Apa nan kami luncurkan dan hadirkan hari ini adalah lapisan pertahanan nan betul-betul baru,” tegas Fanly. Google Drive for Desktop bakal tersedia di Windows dan macOS untuk menyinkronkan file dan arsip pengguna ke cloud secara efisien dan aman. Aplikasi ini juga berfaedah sebagai garis pertahanan krusial terhadap serangan malware dan ransomware.

Google Cloud telah membangun model AI eksklusif nan dilatih menggunakan jutaan sampel ransomware di bumi nyata untuk mendeteksi sinyal jika sebuah file telah dimodifikasi secara berbahaya. Mesin penemuan ini bisa beradaptasi dengan jenis ransomware baru dengan terus menganalisis perubahan file dan menggabungkan kepintaran ancaman baru dari VirusTotal.

Mekanisme Kerja dan Kemudahan Pemulihan

Ketika Google Drive mendeteksi aktivitas janggal nan mengindikasikan serangan ransomware, sistem bakal secara otomatis menghentikan sinkronisasi file nan terdampak. Tindakan ini mencegah meluasnya kerusakan info di seluruh Google Drive pengguna. Pengguna kemudian bakal menerima notifikasi di desktop dan email nan berisi pedoman untuk memulihkan file.

Berbeda dengan solusi tradisional nan biasanya memerlukan proses rumit seperti re-imaging alias menggunakan perangkat lunak pihak ketiga nan mahal, antarmuka web Google Drive nan intuitif memungkinkan pengguna memulihkan banyak file ke kondisi sebelumnya hanya dengan beberapa klik. Kemampuan pemulihan sigap ini membantu meminimalkan gangguan serta akibat kehilangan data.

Bagi tim TI, pengurus tetap mempunyai visibilitas dan kontrol penuh melalui notifikasi di konsol Admin ketika aktivitas ransomware terdeteksi. Administrator juga dapat memanfaatkan pusat keamanan (security center) untuk meninjau log audit dengan info detail.

Kemampuan baru ini diaktifkan secara default untuk semua pengguna Google Workspace, namun pengurus mempunyai kontrol untuk menonaktifkan kegunaan deteksi, intervensi, maupun pemulihan bagi pengguna akhir jika diperlukan. Fleksibilitas ini memungkinkan organisasi menyesuaikan tingkat keamanan sesuai kebutuhan spesifik mereka.

Kemampuan baru di Google Drive for Desktop ini telah diluncurkan Google pada Selasa (30/9) melalui open beta, memungkinkan penemuan dan intervensi ransomware berbasis AI. Fitur ini termasuk dalam sebagian besar paket komersial Google Workspace tanpa biaya tambahan. Selain itu, keahlian pemulihan file dapat dinikmati oleh seluruh pengguna tanpa biaya tambahan.

Inovasi keamanan Google ini sejalan dengan perkembangan teknologi AI mereka di beragam produk lain. Seperti nan terlihat dalam CMF Headphone Pro nan menawarkan fitur canggih, alias Nothing Ear 3 dengan teknologi mutakhirnya. Integrasi AI juga semakin ditingkatkan, seperti terlihat dalam proses transfer info antar perangkat nan semakin efisien.

Peluncuran fitur keamanan AI ini menandai komitmen Google dalam menghadirkan solusi komprehensif untuk melindungi info pengguna dari ancaman siber nan semakin canggih, sekaligus mempertahankan kemudahan penggunaan nan menjadi karakter unik produk-produk Google.

Selengkapnya