Gagal Bertahan Di Us$ 70.000, Bitcoin Masuk Fase Rentan Koreksi Lanjutan

Sedang Trending 16 jam yang lalu

– Harga Bitcoin (BTC) melemah ke sekitar US$ 65.800 pada Rabu (11/2/2026), dengan penurunan di bawah garis tren intraday krusial dan memunculkan kekhawatiran bahwa penurunan tajam pekan lampau ke US$ 60.000 belum tentu menjadi dasar terakhir. Sejumlah analis menilai kesempatan penurunan lanjutan, apalagi uji ulang low tahunan US$ 59.800, kian terbuka seiring terbentuknya kesenjangan likuiditas nan lebar di rentang US$ 66.000 hingga US$ 60.000.

Tekanan mulai terlihat setelah BTC kandas mempertahankan area US$ 70.000, level psikologis nan dalam beberapa sesi terakhir berulang kali diuji namun selalu gagal.

Pada diagram satu jam, penolakan beruntun ini nembentuk pola lower highs dan memperlihatkan tekanan jual nan konsisten. Bitcoin sempat naik ke kisaran US$ 69.800, namun berbalik turun tajam pada New York dan membentuk swing failure pattern.

Secara teknikal, BTC juga bergerak di bawah EMA 50 dan EMA 100 pada timeframe intraday, menguatkan gambaran bahwa kontrol jangka pendek tetap berada di pihak penjual. Indikator RSI pun memperkuat di bawah 50.

Sejumlah trader menyoroti area di bawah sebagai sasaran likudiitas berikutnya. Sebuah order block pada timeframe 15 menit berada di rentang US$ 60.800 – US$ 61.000, wilayah nan sebelumnya menjadi titik masuk pembeli saat BTC mencetak low tahunan di US$ 59.800. Jika support di sekitar US$ 64.000 kandas bertahan, area ini dinilai bisa kembali ‘dipanggil’ sebagai sasaran berikutnya.

Baca Juga: Apa Kata Analis Soal Wave Trend Bitcoin Minggu Ini?

Sementara itu, info liquidity heatmap memperlihatkan tumpukan order nan cukup jelas di atas US$ 72.000, tetapi juga menampilkan liquidity void dari US$ 60.500, area minim likuiditas nan sering membikin nilai bergerak sigap lantaran tidak banyak order nan menahan pergerakan.

Dalam kondisi seperti ini, nilai kerap meluncur menuju kumpulan stop dan likuiditas nan lebih pada di bawahnya. Tekanan downside juga diperkuat oleh keberadaan tumpukan posisi long leverage nan tetap memperkuat di sekitar US$ 60.500, disebut berbobot lebih dari US$ 350 juta, nan berpotensi menjadi sasaran jika pasar kembali melakukan pembersihan posisi.

Salah satu trader dengan nama samaran Husky, menambahkan bahwa BTC mulai tergelincir di bawah anchored VWAP nan ditarik low pekan lampau di US$ 59.800, level nan dia anggap sebagai ‘fair value’ jangka pendek. Menurutnya, jika nilai tidak segera pulih dan merebut kembali area US$ 68.000, resiko penurunan ke support nan lebih rendah seperti US$ 65.000 bakal meningkat. Dalam kerangka itu, dia memperkirakan Bitcoin untuk sementara tetap bergerak dalam rentang lebar US$ 60.000 hingga US$ 72.000.

Pandangan serupa disampaikan juga oleh analis berjulukan Eliz, nan menilai BTC sedang berkonsolidasi di kisaran US$ 66.500 dalam sebuah descending channel. Jika level ini jebol, dia memandang area support berikutnya di kisaran US$ 63.400 – US$ 64.600, nan pada akhirnya dat meningkatkan kesempatan uji ulang di US$ 60.000.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya