Akses Terbatas Ke Bank Sentral Jadi Medan Baru Persaingan Fintech Dan Perbankan

Sedang Trending 14 jam yang lalu

– Kelompok perbankan terbesar di Amerika Serikat secara resmi menolak pendapat ‘skinny master accounts’ pada awal Februari 2026, sebuah konsep akses terbatas ke sistem pembayaran The Fed nan dirancang untuk perusahaan non-bank.

Perdebatan ini sekarang menjadi titik panas dalam pertarungan nan lebih besar, apakah penemuan pembayaran kudu tetap mengalir lewat bank sebagai perantara, alias mulai tersambung ke prasarana bank sentral.

Gagasan ‘skinny master account’ pertama kali mengemuka pada akhir 2025, setelah Gubernur The Fed Christopher Waller memperkenalkannya sebagai langkah memodernisasi rel pembayaran tanpa memberi seluruh kewenangan spesial bank sentral kepada fintech dan perusahaan kripto. Dalam rancangan itu, perusahaan non-bank tertentu bisa memperoleh akses ke FedNow dan FedWire, tetapi tidak ke FedACH, jaringan pembayaran nan paling banyak di Amerika.

Batasannya dirancang ketat. Akun ini tidak memperoleh kembang atas cadangan, tidak mendapat akses pinjaman darurat, dan dibatasi oleh plafon saldo nan tegas, misalnya maksimum US$ 550 juta per hari alias 10 persen dari total aset. Skema ini secara spesifik membidik penerbit stablecoin, pemroses pembayaran serta perusahaan finansial berorientasi mata uang digital nan mau terhubung lebih dekat ke sistem pembayaran inti.

Namun industri perbankan bergerak sigap melawan. Pada 9 Februari 2026, sejumlah asosiasi paling berpengaruh, termasuk Bank Policy Institute, The Clearing House Association, American Bankers Association, dan Financial Services Forum mengirim surat komentar berbareng nan mendesak The Fed memperketat usulan tersebut.

Inti keberatan mereka bukan sekadar teknis, melainkan soal standar pengawasan dan risiko.

Bank-bank berdasar bahwa banyak fintech dan perusahaan mata uang digital belum berada di bawah pengawasan federal nan konsisten, sehingga tidak semestinya diberi akses ke prasarana kritikal tanpa rekam jejak operasi nan kondusif dan sehat. Mereka juga mendorong adanya masa tunggu 12 bulan sebelum perusahaan nan baru mendapat lisensi boleh mengusulkan akses, dengan argumen bahwa akses terlalu sigap melemah, dan dinamika persaingan di ekosistem pembayaran bisa bergeser.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Tiba-Tiba Klaim Bitcoin Lebih Baik daripada Emas, Ada Apa?

Di kembali bahasa kehati-hatian, perselisihan ini juga mencerminkan perebutan kendali atas ‘pipa’ pembayaran. Secara historis, bank memegang monopoli akses langsung ke sistem pembayaran The Fed, dan membikin mereka menjadi gerbang utama bagi fintech, termasuk penerbit stablecoin nan selama ini kudu menggandeng bank mitra.

Jika non-bank diberi akses meski terbatas, posisi bank sebagai perantara dapat melemah, dan dinamika persaingan di ekosistem pembayaran bisa bergeser.

Dari sisi fintech dan kripto, support terhadap buahpikiran ini cukup luas, tetapi mereka menilai usulannya tetap terlalu sempit untuk betul-betul menyelesaikan masalah.

Banyak pelaku industri mengeluhkan ketergantungan pada segelintir bank mitra nan menjadi “penjaga gerbang” jasa pembayaran. Sejumlah perusahaan seperti Circle dan Anchorage Digital mendorong akses ke FedACH serta keahlian memperoleh kembang atas cadangan, sementara perusahaan pembayaran seperti Stripe memandang akun ini sebagai jembatan potensial antara sistem tradisional dan pembayaran digital-native.

Tarik-menarik ini juga terjadi dalam konteks politik dan norma nan makin relevan. Pada Oktober 2025, 10th Circuit Court of Appeals memperkuat kewenangan The Fed untuk menolak permohohonan master account.

The Fed juga sempat mengubah pendekatan pengawasan pada 2025 dengan menarik kembali pedoman supervisi nan spesifik untuk mata uang digital dan menggeser pemeriksaan ke proses standar.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya