Flat Foot Pada Anak: Panduan Untuk Orang Tua

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Banyak orang tua nan merasa cemas ketika memandang telapak kaki anaknya tampak datar tanpa ada lengkungan. Apakah ini berbahaya? Apakah flat foot anak perlu ditangani khusus?

Artikel ini bakal menjelaskan secara komplit tentang flat foot pada anak dengan bahasa nan mudah dipahami, sehingga Anda bisa memahami kondisi ini dengan lebih baik.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Banner Zaskia dekstop

Apa Itu Flat Foot?

Gambar flat foot alias flat feetGambar flat foot alias flat feet

Flat foot adalah kondisi di mana telapak kaki tampak datar alias rata, tanpa ada lengkungan di bagian tengah kaki.

Kondisi ini juga sering disebut sebagai kaki flat foot, kaki flat, kaki datar, telapak kaki rata, alias dalam istilah medisnya disebut Flat Foot (Pes Planus). Istilah flat feet adalah merujuk pada kondisi nan sama.

Normalnya, telapak kaki normal mempunyai lengkungan di bagian tengah kaki nan berfaedah seperti pegas alias bantalan.

Lengkungan kaki (foot arch) ini, terutama lengkung medial kaki, bekerja menyerap tekanan dan tumbukan saat kita berjalan, berlari, alias melompat.

Bayangkan lengkungan ini seperti shock absorber pada kendaraan nan membikin perjalanan lebih nyaman.

Apakah Flat Foot pada Anak Itu Normal?

Ini pertanyaan nan paling sering ditanyakan: flat foot pada anak normal alias tidak? Jawabannya adalah sangat normal, terutama pada anak kecil.

Flat foot pada anak usia awal dan flat foot pada balita adalah perihal nan wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Mengapa demikian?

Bayi dan balita mempunyai lapisan lemak tebal di bawah telapak kaki mereka. Selain itu, otot dan ligamen kaki mereka tetap sangat lentur dan belum sepenuhnya kuat.

Karena itu, lengkungan kaki mereka belum terlihat jelas. Ini adalah bagian normal dari tumbuh kembang anak.

Seiring bertambahnya usia, pertumbuhan tulang anak bakal berjalan dan otot-otot kaki bakal semakin kuat.

Perkembangan lengkung kaki anak biasanya dimulai sekitar usia 2-5 tahun, dan lengkungan kaki bakal terbentuk sempurna pada usia 7-10 tahun. Jadi, bersabarlah—proses ini memerlukan waktu.

Apa Penyebab Flat Foot pada Anak?

Penyebab flat foot pada anak nan paling umum adalah proses perkembangan normal seperti nan sudah dijelaskan di atas.

Namun, ada beberapa aspek lain nan bisa mempengaruhi:

  • Faktor Keturunan: Jika dalam family ada nan mempunyai kaki datar pada anak, kemungkinan besar anak Anda juga bakal mengalami perihal nan sama. Kondisi ini bisa diturunkan dari orang tua.
  • Ligamen nan Terlalu Lentur: Beberapa anak mempunyai jaringan ikat (ligamen) nan lebih lentur dari biasanya. Kondisi ini mempengaruhi otot dan ligamen kaki sehingga kurang kuat menopang lengkungan kaki.
  • Jarang Bergerak: Anak nan kurang melakukan aktivitas bentuk anak bakal mempunyai otot kaki nan kurang kuat. Otot kaki nan lemah tidak bisa menopang lengkungan kaki dengan baik.
  • Berat Badan Berlebih: Anak dengan berat badan berlebih memberikan tekanan ekstra pada kaki, sehingga bisa memperparah telapak kaki datar pada anak.

Bagaimana Mengenali Ciri-Ciri Flat Foot pada Anak?

Untuk mengetahui apakah anak Anda mempunyai flat foot, perhatikan karakter ciri flat foot pada anak berikut ini:

  • Telapak kaki terlihat datar: Saat anak berdiri, seluruh telapak kaki menyentuh lantai tanpa ada ruang lengkung di bagian tengah kaki.
  • Sepatu sigap rusak: Bagian dalam sepatu, terutama di area lengkungan, sigap aus alias rusak tidak merata.
  • Anak mengeluh nyeri: Nyeri kaki pada anak, terutama di area pergelangan kaki, tumit, alias lengkungan kaki setelah bermain alias melangkah lama.
  • Cara jalan nan aneh: Pola jalan anak tampak berbeda, misalnya kaki mengarah ke luar alias keseimbangan dan pola melangkah anak terlihat kurang stabil.
  • Malas beraktivitas: Anak menghindari bermain alias berolahraga lantaran merasa tidak nyaman di kaki.

Apakah Flat Foot pada Anak Berbahaya?

Pertanyaan penting: flat foot anak apakah berbahaya? Untuk sebagian besar kasus, tidak berbahaya.

Kaki datar nan tetap lentur—artinya tetap ada lengkungan saat kaki diangkat dari lantai—dan tidak menyebabkan nyeri biasanya hanya ragam normal nan bakal membaik dengan sendirinya seiring waktu.

Namun, ada kondisi nan perlu diwaspadai, ialah kaki datar nan kaku (tidak ada lengkungan sama sekali, baik saat berdiri maupun tidak) alias nan menyebabkan nyeri dan mengganggu aktivitas anak.

Kondisi seperti ini termasuk kelainan corak kaki pada anak nan memerlukan perhatian medis dan bisa menjadi gangguan muskuloskeletal pediatrik.

Jenis-jenis Flat Foot

Flat foot terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Fleksibel. Flat foot elastis adalah nan paling sering terjadi. Anda dapat memandang lengkungan kaki saat sedang tidak berdiri. Namun, lengkungan tersebut tidak terlihat ketika Anda mulai menginjakkan kaki saat berdiri.
  • Rigid flat feet. Seseorang dengan kondisi ini tidak mempunyai lengkungan sama sekali, pada saat berdiri (dalam posisi menahan beban) ataupun saat duduk (tidak menahan beban).
  • Fallen arch. Suatu kondisi ketika lengkungan menghilang sehingga menyebabkan kaki datar nan dapat menimbulkan rasa nyeri. Penyebab umumnya ialah peradangan alias pemakaian terus-menerus pada tendon kaki nan menopang lengkungan telapak kaki.
  • Vertical talus. Pada kasus tertentu, ada beberapa bayi nan mempunyai kelainan saat lahir ialah vertical talus nan membikin lengkungan telapak kaki tidak terbentuk. Hal ini lantaran tulang talus pada pergelangan kaki berada pada posisi nan tidak seharusnya.

Apa Dampak Flat Foot terhadap Tubuh Anak?

Meskipun kebanyakan flat foot tidak berbahaya, telapak kaki datar nan tidak ditangani bisa mempengaruhi bagian tubuh lain. Ini berangkaian dengan biomekanik kaki dan postur tubuh.

Apa pengaruhnya terhadap dengkul dan pinggul?

Saat lengkungan kaki tidak berfaedah dengan baik, kaki bakal mengalami nan namanya overpronation—yaitu kaki berputar ke dalam secara berlebihan saat berjalan.

Gerakan ini tidak hanya terjadi di kaki, tapi juga mempengaruhi bagian tubuh di atasnya.

Hubungan telapak kaki dengan sendi dengkul dan pinggul sangat erat. Ketika kaki overpronation, sendi pergelangan kaki menjadi tidak seimbang, nan kemudian memutar tulang kering.

Hal ini membikin posisi Lutut dan Patella (lutut) menjadi tidak tepat.

Inilah sebabnya hubungan flat foot anak dengan nyeri dengkul sangat jelas—banyak anak dengan kaki datar mengalami nyeri dengkul anak nan kadang tidak jelas penyebabnya.

Ketidakseimbangan ini juga bisa mempengaruhi postur tubuh anak secara keseluruhan.

Panggul bisa menjadi miring, apalagi bisa menyebabkan masalah pada tulang belakang.

Sistem muskuloskeletal nan tidak seimbang membikin keseimbangan dan pola melangkah anak terganggu, sehingga anak lebih mudah terjatuh alias kurang percaya diri saat bermain.

Bagaimana Cara Mengatasi Flat Foot pada Anak?

Cara mengatasi flat foot pada anak dimulai dengan menilai apakah kondisi ini perlu ditangani alias tidak.

Jika anak tidak merasakan nyeri dan bisa beraktivitas normal, biasanya nan diperlukan hanya:

  • Mengamati perkembangan anak secara rutin
  • Memastikan anak cukup bergerak dan berolahraga untuk memperkuat otot kaki

Namun, jika sudah muncul keluhan seperti nyeri alias kesulitan berjalan, sebaiknya konsultasikan dengan Dokter ahli ortopedi alias Ortopedi anak.

Dokter bakal memeriksa sistem muskuloskeletal anak Anda secara menyeluruh.

Penanganan Tanpa Operasi

Penanganan nan paling sering dilakukan adalah tanpa operasi, yaitu:

1. Terapi Flat Foot pada Anak (Fisioterapi)

Fisioterapi dilakukan oleh fisioterapis ahli nan bakal membikin program latihan unik untuk anak.

Latihan ini bermaksud memperkuat otot dan ligamen kaki, betis, dan panggul, serta membikin kaki lebih lentur. Program ini juga membantu memperbaiki pola jalan anak dan postur tubuh anak.

2. Menggunakan Insole / Arch Support

Insole alias arch support adalah alas unik nan diletakkan di dalam sepatu untuk menopang lengkungan kaki.

Alat ini membantu mengurangi overpronation, mengurangi tekanan pada sendi pergelangan kaki dan Lutut, serta mencegah nyeri kaki pada anak dan nyeri dengkul anak.

Untuk kasus nan lebih berat, master mungkin merekomendasikan insole nan dibuat unik sesuai corak kaki anak.

3. Memilih Alas Kaki nan Tepat

Apakah flat foot anak perlu sepatu khusus? Tidak selalu kudu sepatu ortopedi, tapi pemilihan dasar kaki anak sangat penting. Untuk kasus nan ringan, sepatu anak nan ergonomis sudah cukup membantu.

Namun, untuk kondisi nan lebih serius, master mungkin bakal merekomendasikan sepatu ortopedi nan dirancang unik untuk memberikan support maksimal pada lengkungan kaki.

Sepatu nan tepat mempunyai ciri-ciri:

  • Sol nan tidak terlalu lembek alias lentur
  • Bagian tumit nan kokoh dan menopang kaki dengan baik
  • Ruang nan cukup untuk jari-jari kaki
  • Hindari sandal jepit untuk pemakaian sehari-hari

Sepatu nan tepat sangat membantu perkembangan lengkung kaki anak.

4. Menjaga Berat Badan Ideal

Jika anak mempunyai berat badan berlebih, upayakan untuk mencapai berat badan nan sehat. Ini bakal mengurangi beban pada kaki dan membantu proses perbaikan.

Apakah Perlu Operasi?

Operasi sangat jarang dilakukan pada anak.

Tindakan operasi hanya dipertimbangkan jika semua langkah di atas tidak sukses dan kondisi kaki sangat kaku dengan nyeri nan parah serta mengganggu kehidupan sehari-hari anak.

Sampai Usia Berapa Flat Foot pada Anak Akan Membaik?

Pertanyaan nan sering ditanyakan: flat foot anak sampai usia berapa? Seperti nan sudah dijelaskan, perkembangan lengkung kaki anak adalah proses nan berjenjang dan memerlukan waktu.

Kebanyakan anak bakal mulai menunjukkan lengkungan kaki nan jelas pada usia 3-6 tahun.

Struktur kaki biasanya sudah matang dan sempurna pada usia sekitar 10 tahun.

Jadi, jika pada usia tersebut telapak kaki datar tetap sangat jelas dan disertai keluhan seperti nyeri alias kesulitan berjalan, sebaiknya segera konsultasikan ke master untuk pertimbangan lebih lanjut.

Kesimpulan tentang Flat Foot

Flat foot pada anak adalah kondisi nan sangat umum dan dalam banyak kasus adalah bagian normal dari tumbuh kembang anak.

Sebagian besar kaki datar pada anak bakal membaik dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. nan perlu Anda lakukan sebagai orang tua adalah:

  • Jangan panik, tapi tetap perhatikan perkembangan anak
  • Pastikan anak cukup melakukan aktivitas bentuk anak untuk memperkuat otot kaki
  • Pilih dasar kaki anak nan tepat dan nyaman
  • Perhatikan apakah ada keluhan nyeri alias kesulitan berjalan
  • Konsultasikan dengan Dokter ahli ortopedi jika ada kekhawatiran

Dengan pemahaman nan tepat dan penanganan nan sesuai jika diperlukan, anak dengan flat foot dapat tumbuh dan berkembang dengan normal tanpa masalah pada sistem muskuloskeletal mereka di kemudian hari.

Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Pertanyaan Seputar Flat Foot

Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik flat foot

Apakah flat foot pada anak merupakan kondisi nan berbahaya?

Untuk sebagian besar kasus, kaki datar pada anak tidak berbahaya. Kaki datar nan tetap lentur dan tidak menyebabkan nyeri biasanya hanya ragam normal dari tumbuh kembang anak nan bakal membaik seiring waktu.

Namun, kondisi kaki datar nan kaku alias menyebabkan nyeri dan mengganggu aktivitas perlu diwaspadai dan sebaiknya dikonsultasikan dengan master ahli ortopedi.

Pada usia berapa flat foot pada anak biasanya bakal membaik?

Perkembangan lengkung kaki anak adalah proses bertahap. Lengkungan kaki biasanya mulai terbentuk pada usia 2-5 tahun, dan kebanyakan anak bakal menunjukkan lengkungan nan jelas pada usia 3-6 tahun.

Struktur kaki biasanya sudah matang dan sempurna pada usia sekitar 10 tahun.

Jika pada usia tersebut telapak kaki datar tetap sangat jelas dan disertai keluhan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Apa saja langkah mengatasi flat foot pada anak tanpa operasi?

Ada beberapa langkah mengatasi kaki datar pada anak tanpa operasi, yaitu:

  • Fisioterapi untuk memperkuat otot dan ligamen kaki
  • Menggunakan insole alias arch support untuk menopang lengkungan kaki
  • Memilih dasar kaki nan tepat (sepatu ergonomis alias sepatu ortopedi)
  • Menjaga berat badan anak tetap ideal
  • Operasi, meskipun sangat jarang dilakukan dan hanya untuk kasus nan sangat parah

Bagaimana hubungan flat foot dengan nyeri dengkul pada anak?

Flat foot dapat menyebabkan overpronation (kaki berputar ke dalam berlebihan), nan membikin sendi pergelangan kaki tidak seimbang dan memutar tulang kering.

Hal ini mempengaruhi posisi dengkul dan patella, sehingga banyak anak dengan kaki datar mengalami nyeri dengkul nan kadang tidak jelas penyebabnya.

Ketidakseimbangan ini juga dapat mempengaruhi postur tubuh secara keseluruhan.

Selengkapnya