Keluhan nyeri tangan, kesemutan jari, alias meninggal rasa jari semakin sering dirasakan banyak orang. Keluhan-keluhan ini sebenarnya bisa menjadi tanda dari suatu kondisi medis Carpal Tunnel Syndrome (CTS).
Kenapa semakin banyak diderita? Di era sekarang, nyaris semua pekerjaan dan aktivitas sehari-hari melibatkan penggunaan tangan secara terus-menerus.
Mulai dari mengetik di komputer, bermain ponsel, hingga bekerja dengan peralatan tertentu.
Jika dibiarkan tanpa penanganan nan tepat, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari apalagi menyebabkan gangguan kegunaan tangan secara permanen.
Karena itu, krusial untuk memahami kondisi ini lebih dalam agar bisa mengambil langkah nan tepat sejak dini.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!

Apa Itu Carpal Tunnel Syndrome?

Carpal tunnel syndrome adalah kondisi nan terjadi ketika saraf di pergelangan tangan tertekan alias terjepit. Untuk lebih memahami apa itu carpal tunnel syndrome, mari kita bayangkan struktur pergelangan tangan terlebih dahulu.
Di pergelangan tangan kita, ada sebuah lorong sempit nan disebut terowongan karpal. Lorong ini dibentuk oleh tulang-tulang pergelangan tangan di bagian bawah dan jaringan ikat nan kuat (ligamen) di bagian atas.
Di dalam lorong sempit inilah terdapat saraf median dan beberapa urat nan menggerakkan jari-jari tangan. Saraf median ini sangat krusial lantaran bekerja mengatur rasa pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.
Selain itu, saraf ini juga mengendalikan otot-otot mini di pangkal ibu jari nan digunakan saat kita menggenggam alias mencubit sesuatu.
Ketika lorong ini menyempit alias jaringan di dalamnya membengkak, saraf median terjepit dan menimbulkan beragam keluhan nan mengganggu.
Jadi, carpal tunnel adalah nama untuk lorong sempit di pergelangan tangan, sedangkan carpal tunnel syndrome adalah gangguan saraf perifer nan terjadi ketika saraf di lorong tersebut mengalami tekanan berlebihan.
Kondisi ini termasuk gangguan muskuloskeletal tangan dan sering terjadi akibat cedera akibat aktivitas berulang.


Gejala Carpal Tunnel Syndrome nan Perlu Diwaspadai
Carpal tunnel syndrome indikasi biasanya muncul secara perlahan dan sering terasa lebih mengganggu pada malam hari.
Ini terjadi lantaran saat tidur, pergelangan tangan condong tertekuk sehingga tekanan saraf di pergelangan tangan semakin meningkat. Berikut gejala-gejala nan kudu dikenali:
Carpal tunnel syndrome kesemutan
Kesemutan adalah keluhan paling awal nan biasanya dirasakan. Rasanya seperti ditusuk-tusuk jarum alias seperti semut merayap di jari-jari tangan, terutama di ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan separuh bagian jari manis.
Kesemutan ini bisa muncul tiba-tiba dan seringkali membikin tidur terganggu.
Carpal tunnel syndrome meninggal rasa
Sensasi meninggal rasa membikin jari-jari terasa kebas alias baal. Akibatnya, susah merasakan panas, dingin, alias sentuhan pada jari-jari nan terkena.
Kondisi ini bisa membahayakan lantaran kita jadi tidak bisa merasakan jika memegang barang nan terlalu panas alias terlalu dingin.
Carpal tunnel syndrome nyeri pergelangan tangan
Rasa nyeri bisa terasa mulai dari pergelangan tangan lampau menjalar ke lengan bawah, apalagi kadang sampai ke bahu.
Nyeri tangan dan pergelangan ini bisa terasa seperti pegal-pegal tumpul alias nyeri tajam nan menusuk, tergantung seberapa parah tekanan pada saraf.
Tangan juga bisa terasa lemah, sehingga susah memegang barang dengan kuat.
Banyak penderita nan mengeluh sering menjatuhkan peralatan tanpa sengaja alias kesulitan melakukan aktivitas sederhana seperti mengancingkan baju alias membuka tutup botol.
Gejala-gejala ini bisa terjadi pada carpal tunnel syndrome pada tangan kanan, carpal tunnel syndrome pada tangan kiri, alias apalagi kedua tangan sekaligus.
Pada kasus nan sudah parah, carpal tunnel syndrome pada ibu jari bisa menyebabkan otot di pangkal ibu jari mengecil, nan tentunya sangat mengganggu keahlian menggenggam dan memegang barang.


Penyebab Carpal Tunnel Syndrome
Mengetahui penyebab cts sangat berfaedah untuk mencegah kondisi ini terjadi.
Carpal tunnel syndrome penyebab utamanya adalah meningkatnya tekanan di dalam lorong pergelangan tangan nan kemudian menekan saraf median.
Beberapa perihal nan bisa menyebabkan tekanan ini meningkat adalah:
Gerakan tangan nan berulang-ulang
Ini adalah penyebab paling umum.
Gerakan repetitif seperti mengetik seharian, penggunaan mouse berlebihan, bekerja di pabrik dengan aktivitas tangan nan sama terus-menerus, alias memainkan perangkat musik tertentu bisa membikin jaringan di sekitar urat mengalami peradangan jaringan.
Peradangan ini kemudian menyebabkan pembengkakan tendon nan membikin lorong di pergelangan tangan semakin sempit.
Carpal tunnel syndrome akibat kerja
Sangat sering terjadi di era sekarang. Kondisi ini apalagi sudah diakui sebagai penyakit akibat kerja (occupational disease).
Carpal tunnel syndrome pada pekerja kantoran menjadi masalah kesehatan nan cukup serius lantaran nyaris semua pekerjaan kantoran melibatkan penggunaan komputer dalam waktu lama.
Bentuk pergelangan tangan
Bentuk pergelangan tangan setiap orang juga berbeda-beda. Ada orang nan memang mempunyai lorong pergelangan tangan nan lebih sempit dari lahir, sehingga lebih mudah mengalami kondisi ini.
Beberapa penyakit tertentu
Beberapa penyakit tertentu juga meningkatkan risiko, seperti:
- Diabetes nan bisa merusak saraf
- Gangguan kelenjar tiroid nan menyebabkan penumpukan cairan
- Rematik nan memicu peradangan pada sendi
- Kelebihan berat badan nan memberikan tekanan tambahan pada tubuh
Perubahan hormon pada wanita
Perubahan hormon saat mengandung alias menopause juga bisa menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh nan membikin tekanan di pergelangan tangan meningkat.
Selain itu, cedera alias tumbukan pada pergelangan tangan juga bisa mengubah corak lorong dan memicu kondisi ini.


Cara Mendiagnosis Carpal Tunnel Syndrome
Bila merasakan gejala-gejala nan sudah disebutkan, sebaiknya segera periksakan diri ke master ortopedi (dokter ahli tulang dan sendi) alias master saraf (neurolog).
Dokter bakal melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan carpal tunnel syndrome diagnosis.
Pemeriksaan awal biasanya dilakukan dengan memeriksa tangan secara langsung untuk memandang apakah ada kelemahan, meninggal rasa, alias perubahan rasa. Beberapa tes unik juga bakal dilakukan:
Tes phalen
Jenis tes ini dilakukan dengan langkah menekuk pergelangan tangan ke arah telapak tangan dan menahannya selama 30-60 detik.
Jika selama tes ini muncul kesemutan alias meninggal rasa, ini menandakan kemungkinan besar ada masalah pada saraf di pergelangan tangan.
Tes phalen cukup jeli untuk mendeteksi kelainan jaringan lunak di pergelangan tangan.
Tes tinel
Sedangkan tes ini dilakukan dengan langkah master mengetuk ringan bagian pergelangan tangan tempat saraf median berada.
Jika ketukan ini menimbulkan rasa kesemutan nan menjalar ke jari-jari, berfaedah ada kemungkinan saraf sedang teriritasi.
Uji pencitraan
Untuk memastikan pemeriksaan dan mengetahui seberapa parah kondisinya, master mungkin bakal menyarankan pemeriksaan tambahan.
- Elektromiografi (EMG) adalah tes nan mengukur aktivitas listrik pada otot dan kecepatan aliran listrik pada saraf untuk mengetahui seberapa parah saraf terjepit.
- USG muskuloskeletal alias MRI pergelangan tangan bisa memberikan gambaran nan jelas tentang struktur di dalam pergelangan tangan, termasuk apakah ada pembengkakan alias penyempitan lorong.


Cara Mengobati Carpal Tunnel Syndrome
Ada beragam pilihan untuk carpal tunnel syndrome terapi, tergantung seberapa parah gejalanya.
Tujuan utama pengobatan adalah mengurangi tekanan pada saraf dan meredakan keluhan nan mengganggu.
Pengobatan Tanpa Operasi
Untuk kasus nan ringan sampai sedang, carpal tunnel syndrome tanpa operasi biasanya menjadi pilihan pertama. Ada beberapa langkah nan bisa dilakukan:
- Mengubah kebiasaan dan memperbaiki langkah kerja sangat penting
- Hindari aktivitas nan membikin keluhan semakin parah
- Atur ulang posisi meja dan bangku kerja agar lebih nyaman
- Sering-sering rehat dari pekerjaan nan melibatkan aktivitas tangan nan sama berulang kali.
- Menggunakan splint pergelangan tangan alias splint wrist. Alat ini menjaga pergelangan tangan tetap lurus dan tidak tertekuk, sehingga tekanan pada saraf berkurang.
1. Obat carpal tunnel syndrome di apotik
Jenis nan paling sering digunakan adalah obat anti nyeri dan anti radang seperti ibuprofen alias natrium diklofenak.
Obat-obatan ini bisa membantu mengurangi nyeri dan peradangan, walaupun tidak menyembuhkan masalah utamanya.
2. Injeksi kortikosteroid
Ini adalah suntikan obat anti radang langsung ke dalam lorong pergelangan tangan.
Cara ini cukup efektif mengurangi peradangan dan pembengkakan, sehingga indikasi mereda untuk sementara waktu.
Suntikan ini sering diberikan sembari mempertimbangkan apakah nantinya perlu operasi alias tidak.
3. Rehabilitasi dan fisioterapi tangan
Tindakan rehabilitasi dan fisioterapi nan dilakukan oleh fisioterapis juga sangat bermanfaat.
Terapis bakal merancang latihan unik untuk meregangkan dan menguatkan otot-otot tangan dan pergelangan tangan, sehingga tekanan pada saraf bisa berkurang dan kegunaan tangan membaik.
Pengobatan dengan Operasi
Jika keluhan sudah sangat mengganggu, berjalan berbulan-bulan, alias tidak membaik dengan pengobatan biasa, maka carpal tunnel syndrome operasi perlu dipertimbangkan.
Operasi ini disebut operasi carpal tunnel release.
Tujuan operasi adalah melakukan dekompresi saraf dengan langkah memotong ligamen nan membentuk genting lorong pergelangan tangan.
Dengan begitu, ruang di dalam lorong menjadi lebih luas sehingga saraf dan urat tidak tertekan lagi.
Operasi bisa dilakukan dengan dua cara:
- Bedah terbuka: dengan sayatan nan lebih besar
- Endoskopi Richard Wolf: dengan sayatan mini menggunakan kamera
Kedua langkah ini sama-sama efektif menghilangkan gejala, meskipun operasi endoskopi biasanya pemulihannya lebih cepat.


Kesimpulan tentang Carpal Tunnel Syndrome
Memahami CTS adalah perihal krusial untuk menjaga kesehatan tangan dan pergelangan tangan, terutama di era digital seperti sekarang.
Kondisi ini bukan keluhan sepele nan bisa diabaikan, tapi gangguan medis nan butuh penanganan nan tepat.
Dengan mengenali indikasi sejak awal, memahami apa saja nan bisa menyebabkannya, dan mengetahui pilihan pengobatan nan ada, kita bisa mengambil langkah nan tepat untuk mencegah alias menangani kondisi ini sebelum bertambah parah.
Jangan abaikan keluhan nyeri, kesemutan, alias meninggal rasa nan terus-menerus terjadi pada tangan.
Segera konsultasikan dengan master ortopedi, master saraf (neurolog), alias fisioterapis untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan nan sesuai.
Mencegah tetap lebih baik daripada mengobati. Jaga postur tubuh nan baik saat bekerja, sering-seringlah rehat dan meregangkan tangan, serta perhatikan kenyamanan tempat kerja.
Dengan memahami kondisi ini dengan baik, diharapkan kita semua bisa lebih waspada dan mengambil tindakan nan diperlukan untuk menjaga kesehatan tangan agar tetap berfaedah dengan baik.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Carpal Tunnel Syndrome
Berikut beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik CTS.
Carpal tunnel syndrome sembuh berapa lama?
Waktu penyembuhannya berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung langkah pengobatan dan tingkat keparahan. Jika diobati tanpa operasi, perbaikan bisa terlihat dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan.
Setelah operasi, kebanyakan orang sudah bisa melakukan aktivitas ringan dalam beberapa minggu, tapi untuk pulih sepenuhnya dan kembali kuat seperti semula bisa menyantap waktu sampai enam bulan alias lebih.
Apa perbedaan carpal tunnel syndrome dan tendinitis?
Perlu dipahami perbedaannya, lantaran keduanya sering dianggap sama. Padahal, keduanya adalah kondisi nan berbeda.
Tendinitis adalah peradangan pada urat (tendon) itu sendiri nan menyebabkan nyeri di sepanjang urat tersebut.
Sedangkan carpal tunnel syndrome adalah kondisi dimana saraf terjepit, nan menyebabkan indikasi seperti kesemutan dan meninggal rasa pada jari-jari tertentu nan dilayani oleh saraf median.
Apa itu carpal tunnel syndrome dan apa penyebabnya?
CTS adalah kondisi nan terjadi ketika saraf median di pergelangan tangan tertekan alias terjepit di dalam terowongan karpal.
Penyebab utamanya adalah aktivitas tangan nan berkali-kali seperti mengetik terlalu lama, penggunaan mouse berlebihan, alias pekerjaan nan melibatkan aktivitas repetitif.
Kondisi medis seperti diabetes, rematik, kehamilan, dan obesitas juga bisa meningkatkan akibat terjadinya carpal tunnel syndrome.
Apa saja indikasi carpal tunnel syndrome nan perlu diwaspadai?
Gejala nan paling umum adalah kesemutan dan meninggal rasa pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis, terutama pada malam hari.
Penderita juga bisa merasakan nyeri nan menjalar dari pergelangan tangan ke lengan bawah apalagi sampai bahu.
Gejala lainnya termasuk tangan terasa lemah sehingga sering menjatuhkan barang, dan kesulitan melakukan aktivitas sederhana seperti mengancingkan baju alias membuka tutup botol.
Bagaimana langkah mendiagnosis carpal tunnel syndrome?
Diagnosis dilakukan oleh master ortopedi alias master saraf melalui pemeriksaan bentuk dan beberapa tes khusus.
- Tes Phalen dilakukan dengan menekuk pergelangan tangan selama 30-60 detik untuk memandang apakah muncul kesemutan.
- Tes Tinel dilakukan dengan mengetuk ringan area saraf median di pergelangan tangan
Untuk memastikan diagnosis, master mungkin menyarankan pemeriksaan tambahan seperti elektromiografi (EMG), USG muskuloskeletal, alias MRI pergelangan tangan.
Apa saja pilihan pengobatan untuk carpal tunnel syndrome?
Untuk kasus ringan hingga sedang, pengobatan tanpa operasi bisa dilakukan dengan menggunakan splint pergelangan tangan (terutama saat tidur), mengonsumsi obat anti nyeri seperti ibuprofen nan tersedia di apotik, injeksi kortikosteroid, dan fisioterapi tangan.
Jika indikasi sangat parah alias tidak membaik dengan pengobatan biasa, maka operasi carpal tunnel release perlu dipertimbangkan.
Operasi bermaksud memotong ligamen untuk memperlebar ruang di terowongan karpal sehingga saraf tidak lagi tertekan.

