Elon Musk Serukan Cancel Netflix Tuding Kampanye Lgbt Terselubung

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Telset.id – Elon Musk secara terbuka menyerukan pemboikotan Netflix setelah mengetahui konten animasi “Dead End: Paranormal Park” nan menampilkan karakter remaja gay, transgender, dan biseksual. CEO Tesla dan SpaceX itu mendesak 226,5 juta pengikutnya di platform X untuk membatalkan langganan jasa streaming tersebut, nan ditudingnya melakukan kampanye pro-LGBT terselubung terhadap anak-anak.

Kontroversi ini bermulai ketika sebuah segmen dari serial animasi tersebut menjadi viral setelah dibagikan oleh akun aktivis konservatif Libs for TikTok. Dalam segmen nan tersebar luas itu, karakter utama Barney berbagi pengalaman sebagai perseorangan transgender. Akun tersebut menulis dengan nada keras: “OMG. Dead End Paranormal Park, sebuah aktivitas di Netflix, mendorong pro transgender pada ANAK-ANAK. Acara ini diiklankan untuk ANAK USIA 7 TAHUN.”

Elon Musk

Merespons unggahan tersebut, Musk langsung memberikan reaksi keras. “Ini tidak baik,” tulis miliarder tersebut dalam cuitannya nan dibagikan kepada jutaan pengikutnya. Tidak berakhir di situ, orang terkaya bumi itu kemudian melanjutkan dengan beberapa unggahan tambahan nan secara definitif menyerukan orang-orang untuk menghentikan langganan Netflix.

Serial “Dead End: Paranormal Park” sendiri sebenarnya bukan produksi baru. Acara nan disutradarai oleh Hamish Steele ini pertama kali tayang perdana di Netflix pada tahun 2022 dan telah dibatalkan setelah dua musim. Meski demikian, kontennya tetap tersedia di platform untuk ditonton penonton muda.

Konten dan Latar Belakang Serial nan Dipermasalahkan

Serial animasi nan menjadi sumber kontroversi ini mengisahkan perjalanan karakter utama berjulukan Barney nan melarikan diri ke wahana rumah hantu dari neneknya nan tidak menerima identitasnya sebagai seorang gay dan transgender. Dalam petualangannya, Barney ditemani oleh beragam karakter lain, termasuk seorang gadis biseksual.

Pembatalan serial setelah dua musim menandakan bahwa aktivitas tersebut mungkin tidak mencapai tingkat ketenaran nan diharapkan oleh Netflix. Namun, keberadaannya nan tetap dapat diakses di platform menjadi titik perhatian utama bagi para kritikus, termasuk Musk.

Pendirian Musk terhadap rumor kelamin dan identitas seksual bukanlah perihal baru. Pada tahun 2022, anak sulungnya, Vivian, secara resmi mengganti nama dari ‘Xavier Alexander Musk’ menjadi Vivian Wilson. Sejak perubahan identitas tersebut, hubungan antara Musk dan anaknya diketahui telah putus.

Pandangan Personal dan Dampak Publik

Elon Musk telah berulang kali menyalahkan apa nan disebutnya sebagai ‘woke mind virus’ atas keputusan Vivian. Dalam beragam kesempatan, Musk menyatakan bahwa baginya, Vivian sudah tiada. Di sisi lain, Vivian sendiri mengaku tidak pernah lagi menghubungi alias meminta support finansial dari ayahnya.

Insiden terbaru dengan Netflix ini memperlihatkan konsistensi pandangan Musk terhadap isu-isu kelamin dan identitas seksual. Seruan boikot nan dilancarkannya terhadap salah satu jasa streaming terbesar di bumi berpotensi memicu akibat signifikan, mengingat pengaruh dan jangkauan nan dimilikinya di media sosial.

Netflix sendiri hingga sekarang belum memberikan pernyataan resmi menanggapi seruan boikot dari Musk. Perusahaan streaming tersebut mempunyai kebijakan konten nan beragam dan inklusif, nan selama ini menjadi bagian dari strategi konten dunia mereka.

Industri streaming saat ini memang berada dalam fase dimana representasi dan inklusivitas menjadi pertimbangan krusial dalam pengembangan konten. Banyak platform nan secara aktif mengembangkan konten dengan karakter dan cerita nan merepresentasikan keberagaman identitas kelamin dan orientasi seksual.

Seruan Musk ini terjadi di tengah meningkatnya polarisasi pandangan mengenai konten-konten nan membahas rumor LGBT di media hiburan, khususnya nan ditujukan untuk penonton muda. Debat mengenai usia nan tepat untuk memperkenalkan konsep identitas kelamin dan orientasi seksual kepada anak-anak terus bersambung di beragam bagian dunia.

Dampak dari seruan boikot ini terhadap nomor langganan Netflix tetap perlu ditunggu. Namun, nan jelas, intervensi Musk telah membawa perbincangan mengenai etika konten anak dan representasi LGBT di media intermezo ke dalam sorotan publik nan lebih luas.

Sebagai pemimpin beberapa perusahaan teknologi paling inovatif di dunia, pendapat Musk seringkali mempengaruhi obrolan publik tentang beragam rumor teknologi dan sosial. Keputusan untuk secara terbuka menentang Netflix dalam masalah ini menunjukkan keyakinannya nan kuat terhadap posisi nan diambilnya.

Perkembangan situasi ini bakal terus dipantau, terutama respons dari Netflix dan reaksi organisasi upaya serta intermezo terhadap seruan boikot dari salah satu figur paling berpengaruh di bumi teknologi.

Selengkapnya