Data On-chain Tunjukkan Akselerasi Penarikan Bitcoin

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

– Cadangan Bitcoin (BTC) di bursa terpusat kembali menyusut tajam dalam sepekan terakhir. Sekitar 20.000 BTC dilaporkan keluar dari centralized exchange, nan mana menjadikannya salah satu periode penarikan terbesar dalam waktu dekat, tepat ketika nilai Bitcoin bergerak mendekati level US$ 90.000.

Berdasarkan info terbaru on-chain CryptoQuant, tampak lonjakan signifikan pada metrik exchange net position change. Pada 19 Desember 2025, arus keluar bersih tercatat sekitar 16.563 BTC. Hingga 1 Januari 2026, nomor tersebut melonjak menjadi sekitar 38.508 BTC, alias meningkat lebih dari 130 persen dalam waktu kurang dari dua minggu.

Pergerakan sigap ini mengindikasikan perubahan perilaku investor. Semakin banyak pemegang Bitcoin memilih memindahkan aset mereka ke dompet pribadi.

Secara historis, jumlah Bitcoin nan disimpan di centralized exchanges pernah mencapai puncaknya di kisaran US$ 2,5 juta BTC. Namun sejak 2018, nomor tersebut terus menurun secara konsisten. Penarikan besar-besaran kembali terlihat antara Desember 2023 hingga akhir November 20254, ketika sekitar 500.000 BTC meninggalkan bursa. Tren ini bersambung hingga akhir 2025, dan menciptakan kondisi pasar dengan pasokan likuid nan semakin terbatas.

Penyusutan persediaan ini sering dipandang sebagai sinyal struktural penting. Dengan semakin sedikit Bitcoin nan tersedia untuk diperdagangkan secara instan, pasar menjadi lebih sensitif terhadap lonjakan permintaan. Dalam kondisi seperti ini, kenaikan permintaan nan relatif mini sekalipun berpotensi mendorong pergerakan nilai nan tajam.

Baca Juga: Bitcoin Bersiap Uji Resisten Penting Jelang Pekan Baru

Di kembali angka-angka tersebut, perubahan sikap penanammodal terhadap resiko turut berperan. Runtuhnya sejumlah bursa mata uang digital dalam beberapa tahun terakhir memperkuat kesadaran resiko pihak ketiga. Baik penanammodal ritel maupun institusional sekarang semakin memprioritaskan penguasaan langsung atas aset mereka, memindahkan Bitcoinke cold storage alias solusi kustodian mandiri.

Peralihan ke self-custody tidak hanya soal keamanan, tetapi juga mencerminkan horizon investasi nan lebih panjang. Koin nan dipindahkan dari bursa condong tidak siap dijual dalam waktu dekat, sehingga tekanan jual langsung berkurang. Dalam jangka pendek, perihal ini membikin menahan volatilitas, meskipun nilai tetap bergerak dalam rentang terbatas.

Pada saat nan sama, prasarana kustodian terus berkembang. Solusi seperti ClearLoop by Copper memungkinkan penanammodal tetap berbisnis tanpa kudu menyimpan aset di bursa. Inovasi semacam ini mempercepat transisi menuju model pasar nan lebih matang, di mana peran bursa bergeser dari tempat penyimpanan utama menjadi sekedar titik likuiditas.

Namun, pengetatan pasokan ini belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi reli nilai nan kuat. Menjelang akhir 2025, arus institusional justru menunjukkan kehati-hatian. Produk ETF Bitcoin Spot di Amerika mencatat arus keluar bersih sekitar US$ 4,57 miliar, nan sebagian besar dikaitkan dengan strategi pajak dan penyesuaian portfolio akhir tahun.

Kontras antara akumulasi pemegang jangka panjang dan de-risking institusional inilah nan menjelaskan kenapa nilai Bitcoin tetap bergerak dalam kisaran sempit meski pasokan likuid terus menyusut. Pasar berada dalam posisi tarik menarik antara pasokan nan semakin ketat dan permintaan institusional nan melemah.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya