Chrome Otomatis Hapus Izin Notifikasi Situs Jarang Dikunjungi

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Telset.id – Google bakal segera meluncurkan fitur baru di Chrome nan secara otomatis mencabut izin notifikasi dari situs web nan jarang dikunjungi pengguna. Fitur ini bermaksud mengurangi “overload notifikasi” di perangkat Android dan desktop, dengan sistem penghapusan otomatis terhadap situs nan mengirim pemberitahuan dalam volume tinggi namun mempunyai engagement pengguna sangat rendah.

Berdasarkan pengetesan internal, Google menemukan bahwa fitur ini sukses menekan overload notifikasi secara signifikan tanpa banyak mempengaruhi total klik notifikasi. nan menarik, info menunjukkan situs nan mengirim notifikasi lebih sedikit justru lebih sering dikunjungi pengguna. Fakta ini memperkuat strategi Google dalam menciptakan pengalaman browsing nan lebih bersih dan relevan.

Screenshots show the new feature on Chrome's Safety Check.

Google menjelaskan sistem kerjanya melalui sistem Safety Check nan sudah ada di Chrome. Fitur ini bakal menganalisis pola kunjungan dan gelombang notifikasi dari setiap situs. Jika sebuah situs terdeteksi mengirim notifikasi dalam jumlah besar namun jarang dikunjungi, Chrome bakal otomatis mencabut izin notifikasinya.

“Chrome secara otomatis menghapus izin dari situs nan menyalahgunakan notifikasi alias nan belum Anda kunjungi baru-baru ini,” jelas Google melalui penjelasan fitur Safety Check. Pengguna bakal mendapat pemberitahuan “Chrome unsubscribed you from notifications” saat fitur ini aktif bekerja.

Cara Kerja dan Restorasi Izin

Fitur baru ini merupakan bagian dari Safety Check Chrome nan diperkenalkan tahun lalu. Selain mengelola notifikasi, Safety Check juga membersihkan izin lokasi, kamera, dan akses lainnya dari situs nan jarang dikunjungi. Langkah ini konsisten dengan upaya Google meningkatkan keamanan pengguna, seperti nan terlihat dalam kebijakan penertiban ekstensi Chrome dan perlindungan terhadap unduhan tidak aman.

Bagi pengguna nan mau mengembalikan izin notifikasi, Google menyediakan dua opsi. Pertama, melalui Settings > Safety Check > “View sites” kemudian pilih Restore. Kedua, dengan mengunjungi langsung situs web tersebut dan menyetujui permintaan notifikasi ulang. Fleksibilitas ini memastikan pengguna tetap memegang kendali penuh atas preferensi notifikasi mereka.

Data dan Implementasi

Statistik dari Google mengungkap kebenaran mengejutkan: kurang dari 1% dari semua notifikasi web menerima hubungan dari pengguna. Angka ini menjadi dasar kuat bagi penerapan fitur otomatis tersebut. Selama pengujian, Google mencatat “pengurangan signifikan dalam overload notifikasi dengan hanya perubahan minimal dalam total klik notifikasi.”

Fitur ini tidak bertindak untuk Progressive Web Apps (PWAs) nan telah diinstal di perangkat. Rencana rilisnya bisa datang minggu depan alias menunggu Android feature drop berikutnya. Perkembangan ini sejalan dengan tren Google dalam mengoptimalkan ekosistem Chrome OS dan aplikasi pendukungnya.

Chrome Browser will soon automatically save you from getting swamped with notifications

Safety Check sendiri awalnya datang untuk mengurangi penerimaan notifikasi rawan oleh pengguna Android. Notifikasi semacam itu seringkali menjadi pintu masuk penipuan online. Google menganalisis pola notifikasi mencurigakan berasas penelitian mendalam tentang modus penipuan digital.

Pengguna dapat memantau fitur ini dengan membuka aplikasi Chrome di Android, mengetuk ikon profil di atas, lampau masuk ke Settings > Safety check. Jika status menunjukkan “Permissions look good”, berfaedah Chrome telah aktif membersihkan izin-izin nan tidak diperlukan.

Inisiatif Google ini mencerminkan pendekatan proaktif dalam mengatasi masalah notifikasi berlebihan nan selama ini mengganggu pengalaman browsing. Dengan memanfaatkan info engagement pengguna, Chrome bisa menyaring notifikasi secara lebih pandai dan kontekstual, sekaligus menjaga keseimbangan antara info krusial dan kebebasan pengguna.

Selengkapnya