Telset.id – Fitbit menggunakan kombinasi info pengguna dan info nan dikumpulkan oleh pelacaknya untuk menghitung kalori nan terbakar setiap hari. Proses ini melibatkan Basal Metabolic Rate (BMR), debar jantung, langkah harian, dan aktivitas nan dicatat, memberikan gambaran komprehensif tentang pengeluaran daya pengguna sepanjang hari.
Perhitungan kalori oleh Fitbit dimulai dengan BMR, ialah perkiraan daya nan digunakan tubuh saat rehat total. Nilai ini ditentukan berasas profil pengguna seperti tinggi badan, jenis kelamin, berat badan, dan usia. Informasi inilah nan menyebabkan aplikasi Fitbit tetap menunjukkan pembakaran kalori meski pengguna hanya berebahan seharian, lantaran tubuh terus membakar daya untuk kegunaan dasar seperti pernapasan dan sirkulasi darah.
Jika pengguna mempunyai timbangan pandai Fitbit Aria, berat badan bakal tersinkronisasi otomatis dengan profil Fitbit setiap kali menimbang. Fitur ini memastikan kalkulasi BMR selalu jeli sesuai perubahan berat badan terbaru tanpa perlu input manual.

Peran Detak Jantung dan Aktivitas Fisik
Sebagian besar pencari Fitbit nan dikenakan di pergelangan tangan bisa mengukur debar jantung dan menyinkronkan info ini untuk meningkatkan kecermatan perkiraan pembakaran kalori. Secara umum, debar jantung nan lebih tinggi mengindikasikan metabolisme nan lebih cepat, sementara debar jantung lebih lambat menunjukkan pembakaran kalori dalam tempo lebih perlahan.
Model Fitbit nan dilengkapi sensor debar jantung termasuk Fitbit Ionic, Fitbit Blaze, semua model Fitbit Versa, Fitbit Charge HR dan seri lebih baru, Fitbit Inspire HR, serta Fitbit Sense. Teknologi ini melengkapi kalkulasi BMR dengan info fisiologis real-time.
Seluruh pencari Fitbit dapat merekam jumlah langkah harian. Teknologi ini tidak hanya mengukur periode aktif, tetapi juga membantu mendeteksi seberapa lama pengguna tidak bergerak. Data ini memberikan wawasan tentang pola aktivitas harian nan memengaruhi total kalori terbakar.
Pelacakan Latihan dan Fitur Penghitung Kalori
Ketika pengguna mencatat aktivitas di aplikasi Fitbit, sistem bakal memperkirakan jumlah kalori nan terbakar berasas jenis aktivitas dan durasinya. Angka ini kemudian ditambahkan ke total harian. Namun, pencatatan latihan dapat menggelembungkan total kalori terbakar lantaran profil bakal mencatat kedua pembakaran BMR dan perkiraan pembakaran mengenai latihan untuk periode nan sama.
Aplikasi Fitbit untuk iOS dan Android menyertakan fitur penghitung kalori nan memungkinkan pencatatan manual makanan nan dikonsumsi sepanjang hari. Fitur ini menggabungkan dengan fitur kalori terbakar untuk menunjukkan komparasi antara kalori nan dikonsumsi versus kalori nan telah dibakar selama sehari.
Untuk menambahkan penghitungan kalori Fitbit ke dasbor aplikasi, pengguna dapat membuka tab Today dan mengetuk tanda plus. Dari sana, pilih Food untuk memindai barcode, memasukkan kalori secara manual, alias mencari makanan tertentu. Fitur ini sangat berfaedah bagi mereka nan merencanakan diet alias agenda latihan.
Bagi nan lebih memilih menghitung kilojoule daripada kalori, Fitbit menyediakan opsi pengubahan satuan. Pengguna dapat memilih gambar profil, lampau ketuk Fitbit settings > Date, time & units > Energy > Kilojoules. Fleksibilitas ini membikin perangkat dapat digunakan oleh beragam kalangan dengan preferensi pengukuran berbeda.
Perkembangan teknologi pencari kebugaran terus menunjukkan penemuan menarik. Seperti kacamata pandai nan bisa menghitung langkah dan kalori, alias apalagi sepatu nan lebih canggih dari gelang fitness tracking, pasar wearable technology semakin beragam dengan solusi nan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Akurasi kalkulasi kalori Fitbit berjuntai pada kelengkapan dan keakuratan info profil pengguna. Semakin perincian info nan diberikan, semakin tepat perkiraan BMR nan dihasilkan. Kombinasi antara info tetap profil dengan info bergerak dari sensor membikin sistem kalkulasi bisa beradaptasi dengan perubahan kondisi pengguna.
Teknologi semacam ini merupakan bagian dari 10 teknologi masa depan nan bakal mengubah langkah hidup kita, di mana perangkat wearable menjadi asisten kesehatan pribadi nan terus memantau dan memberikan wawasan tentang kondisi tubuh. Integrasi antara hardware dan software dalam ekosistem Fitbit menciptakan pengalaman pengguna nan kohesif untuk mencapai tujuan kebugaran.
Pemahaman tentang langkah kerja kalkulasi kalori Fitbit membantu pengguna memanfaatkan perangkat secara optimal untuk memantau progres kebugaran. Dengan mengetahui bahwa pembakaran kalori tidak hanya berasal dari aktivitas bentuk tetapi juga kegunaan dasar tubuh, pengguna dapat mempunyai ekspektasi nan realistis terhadap info nan ditampilkan oleh perangkat mereka.