Cameo Karakter Di Sora Openai: Bikin Video Ai Dengan Wajah Hewan Peliharaan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Telset.id – Bayangkan menciptakan video dengan karakter penyihir hijau nan berbincang dalam rima, alias hewan piaraan Anda nan menjadi bintang utama dalam produksi AI. Ini bukan lagi khayalan. OpenAI baru saja menghadirkan fitur cameo karakter di aplikasi Sora, membuka kemungkinan imajinatif nan sebelumnya hanya ada di imajinasi.

Fitur ini memungkinkan Anda menciptakan karakter cameo dari beragam sumber – mulai dari hewan peliharaan, coretan tangan, persona orisinal, hingga barang mati. nan menarik, prosesnya sederhana dan hanya memerlukan beberapa detik footage sebagai referensi. Bahkan video nan sebelumnya telah dihasilkan oleh Sora bisa digunakan sebagai bahan baku untuk karakter baru.

Bagaimana langkah kerjanya? Anda cukup membuka laman profil di aplikasi Sora, mengetuk tombol “Create cameo”, kemudian mengunggah video karakter nan mau dijadikan model. OpenAI menyatakan bahwa hanya beberapa detik rekaman sudah cukup untuk menangkap prinsip karakter tersebut.

Demo fitur cameo karakter Sora OpenAI menampilkan karakter penyihir hijau

Setelah mengunggah referensi visual, Anda bisa memberikan nama tampilan untuk karakter tersebut dan mendeskripsikan gimana model kudu menganimasikannya. Contoh nan diunggah OpenAI memperlihatkan penjelasan untuk karakter penyihir hijau jahat: “Dia meluncur dengan anggun nan misterius dan aneh, berbincang dalam rima saat melemparkan mantra, dan topi runcingnya selalu miring seolah mendengarkan rahasia di angin.”

Fitur ini muncul sebagai perkembangan dari keahlian cameo nan sebelumnya hanya terbatas pada avatar pengguna. Seperti nan kita ketahui, Sora 2 diluncurkan dengan fitur cameo nan memungkinkan pembuatan avatar diri, namun aplikasi baru ini memperluas cakupannya secara signifikan.

Aspek keamanan dan privasi menjadi perhatian serius dalam fitur ini. OpenAI menyediakan opsi permission nan komprehensif untuk setiap karakter nan dibuat. Di bagian “Who can use this”, pengguna dapat memilih antara beberapa opsi: Hanya saya, Orang nan saya setujui, Mutuals, Semua orang, dan Semua orang (kecuali pengguna tertentu).

Pertanyaan krusial muncul: gimana dengan potensi penyalahgunaan? Mengingat laporan sebelumnya tentang Sora 2 nan disalahgunakan untuk stalking dan deepfake, fitur cameo karakter ini tentu memerlukan pengawasan ketat. Kemampuan untuk membikin karakter dari footage singkat membuka kesempatan baru untuk kreativitas, namun juga akibat baru untuk manipulasi konten.

Ketika mau menghasilkan video Sora dengan cameo di dalamnya, prosesnya menjadi sangat intuitif. Anda cukup menandai karakter tertentu, dan sistem bakal secara otomatis mengintegrasikannya ke dalam video nan dihasilkan. Ini mengubah paradigma pembuatan konten dari proses teknis nan rumit menjadi pengalaman nan lebih natural dan artistik.

Namun, jalan OpenAI tidak selalu mulus. Perusahaan menghadapi gugatan dari Cameo, aplikasi nan memungkinkan pengguna membeli video dari selebriti. Cameo menuntut OpenAI atas pelanggaran merek jual beli lantaran menggunakan nama “cameo”. Mereka berdasar bahwa penggunaan kata tersebut oleh OpenAI kemungkinan bakal menyebabkan kebingungan konsumen dan melemahkan merek mereka.

OpenAI membantah klaim ini dengan tegas, menyatakan bahwa “tidak ada nan bisa menyatakan kepemilikan eksklusif atas kata ‘cameo'”. Debat norma ini mengingatkan kita pada konflik serupa antara OpenAI dan Google mengenai penggunaan konten YouTube tanpa izin untuk training AI.

Selain fitur cameo karakter, OpenAI juga memperkenalkan “stitching” – keahlian untuk menyambung beberapa klip dan menghubungkan video. Fitur ini, dikombinasikan dengan cameo, menciptakan ekosistem imajinatif nan lebih kohesif di dalam platform Sora.

Untuk meningkatkan engagement, OpenAI menambahkan leaderboard nan menampilkan video dengan cameo terbanyak dan video nan paling sering di-remix. Elemen gamifikasi ini bisa menjadi pendorong bagi pembuat untuk menghasilkan konten nan lebih menarik dan berkolaboratif.

Perkembangan ini tidak terlepas dari praktik training AI dengan konten video nan telah menjadi standar industri. Baik Google, Meta, maupun OpenAI diketahui menggunakan video dari beragam sumber, termasuk YouTube, untuk melatih model AI mereka.

Dari perspektif kreator, fitur cameo karakter ini membuka kesempatan baru untuk storytelling. Bayangkan menciptakan serial animasi dengan karakter konsisten nan dihasilkan AI, alias membikin konten edukasi dengan mascot nan dapat berinteraksi secara dinamis. Batas antara konten buatan manusia dan AI semakin kabur, namun potensi produktivitas justru semakin meluas.

Namun, kita kudu tetap kritis. Seiring dengan kemudahan nan ditawarkan, tanggung jawab etis menjadi semakin penting. Pengaturan permission nan ketat dan kesadaran bakal potensi penyalahgunaan kudu menjadi prioritas bagi setiap pengguna.

Fitur cameo karakter di Sora bukan sekadar tambahan teknis biasa. Ini adalah langkah signifikan menuju pendemokrasian pembuatan konten kreatif. Dengan perangkat ini, siapa pun – terlepas dari skill teknis mereka – dapat mengekspresikan visi artistik mereka melalui medium video AI.

Masa depan produktivitas digital sedang berubah di depan mata kita. Dan perubahan ini, dengan segala potensi dan tantangannya, sedang ditulis oleh tools seperti cameo karakter Sora. Pertanyaannya sekarang: gimana kita bakal menggunakan kekuatan baru ini?

Selengkapnya