Pernahkah Anda membayangkan hidup berdampingan dengan robot nan mempunyai corak dan kepintaran menyerupai manusia? Jika dulu perihal tersebut hanya terlihat di layar perak movie fiksi ilmiah, sekarang pemisah antara khayalan dan realitas semakin kabur. Tahun 2025 telah menjadi titik kembali nan signifikan bagi industri teknologi global, di mana keberadaan robot humanoid bukan lagi sekadar prototipe di laboratorium tertutup, melainkan entitas nyata nan mulai mengisi ruang-ruang komersial.
Pergeseran besar ini ditandai dengan fase ekspansi nan jelas dalam pasar robot humanoid global. Berdasarkan penilaian industri terbaru dari Omdia, tahun 2025 mencatat sejarah baru dengan total pengiriman robot humanoid mencapai nomor 13.000 unit di seluruh dunia. Angka ini mungkin terdengar mini jika dibandingkan dengan penjualan smartphone, namun dalam konteks robotika canggih, ini adalah lonjakan monumental nan menandakan bahwa permintaan komersial telah tumbuh jauh melampaui sekadar proyek percontohan alias riset akademis.
Momentum ini diprediksi tidak bakal melambat, melainkan justru bakal berakselerasi dengan kecepatan nan mencengangkan dalam satu dasawarsa ke depan. Omdia memproyeksikan bahwa seiring dengan keahlian robot nan semakin canggih dan biaya produksi nan kian efisien, nomor pengiriman tahunan bakal meroket hingga nyaris 2,6 juta unit pada tahun 2035. Kita sedang menyaksikan awal dari sebuah revolusi industri baru, di mana mesin pandai berbentuk manusia bakal menjadi pemandangan umum dalam kehidupan sehari-hari.
Dominasi Pemain Baru Menggeser Raksasa Lama
Dalam lanskap kejuaraan nan kian memanas ini, kejutan datang dari para pemain nan mungkin belum terlalu familiar di telinga masyarakat awam, namun sukses mengungguli nama-nama besar. AGIBOT muncul sebagai pemimpin pasar nan tak terbantahkan pada tahun 2025. Perusahaan ini sukses mengirimkan lebih dari 5.100 unit robot humanoid sepanjang tahun tersebut. Prestasi ini mengamankan posisi AGIBOT di puncak klasemen dengan penguasaan pangsa pasar dunia sekitar 39%.
Keberhasilan AGIBOT menduduki ranking teratas, baik dalam volume pengiriman maupun pangsa pasar keseluruhan, merupakan parameter kuat bahwa penemuan dan kecepatan eksekusi menjadi kunci utama di sektor ini. Mereka sukses mengungguli pesaing handal lainnya, termasuk Robot Humanoid Unitree nan menempati posisi kedua.

Data perkiraan pangsa pasar menunjukkan Unitree memegang kendali sekitar 32% dari pasar global. Persaingan antara AGIBOT dan Unitree ini menciptakan duopoli menarik di papan atas, sementara sisa pangsa pasar diperebutkan oleh beragam perusahaan teknologi lainnya. Nama-nama seperti UBTech, Leju Robotics, dan EngineAI turut meramaikan ekosistem ini dengan penemuan mereka masing-masing.
Yang menarik untuk dicermati adalah posisi perusahaan-perusahaan nan selama ini sangat vokal mengenai ambisi robotika mereka. Kontribusi nan lebih mini justru datang dari nama-nama besar seperti Tesla dan Agility Robotics. Meskipun Robot Optimus Tesla sering menjadi headline berita, info pengiriman tahun 2025 menunjukkan bahwa lanskap persaingan ini sangat padat dan berkembang dengan cepat, di mana ketenaran merek tidak selalu berbanding lurus dengan volume pengiriman unit di tahap awal ini.
Evolusi Kecerdasan dan Fleksibilitas Penggunaan
Apa nan membikin robot-robot ini begitu diminati? Jawabannya terletak pada lini produk nan semakin beragam dan keahlian teknis nan mumpuni. AGIBOT, sebagai pemimpin pasar, tidak hanya menawarkan satu jenis robot. Lini produk mereka mencakup robot humanoid ukuran penuh (full-size), model separuh ukuran (half-size) nan lebih ringkas, hingga robot pandai berjantera nan mempunyai mobilitas tinggi.
Fleksibilitas corak ini memungkinkan penerapan di beragam sektor praktis nan sebelumnya susah dijangkau oleh otomatisasi konvensional. Sistem-sistem ini sudah mulai digunakan secara aktif dalam pengaturan bumi nyata. Mulai dari sektor perhotelan (hospitality) nan menuntut hubungan halus, hingga lingkungan keras seperti manufaktur industri dan operasi logistik. Bahkan, Robot Humanoid CATL dan sejenisnya mulai dilirik untuk efisiensi pabrik.
Selain tugas-tugas fisik, robot-robot ini juga diterjunkan untuk patroli keamanan dan tugas nan sangat krusial bagi perkembangan teknologi itu sendiri: pengumpulan info untuk training AI. Sektor pendidikan dan penelitian ilmiah juga muncul sebagai kasus penggunaan (use cases) nan penting, menandakan bahwa robot humanoid juga berkedudukan sebagai perangkat pembelajaran dan eksplorasi pengetahuan pengetahuan.
Standar Baru Robotika Umum
Kualitas teknis menjadi penentu utama dalam persaingan ini. Dalam pertimbangan teknis nan dilakukan oleh Omdia terhadap robot berbentuk (embodied robots) tujuan umum, AGIBOT menerima ranking lanjutan di sebagian besar kategori utama. Penilaian ini mencakup aspek-aspek vital seperti mobilitas, manipulasi objek, pembelajaran AI, dan skalabilitas.

Berdasarkan hasil pertimbangan nan ketat tersebut, Omdia menempatkan AGIBOT di tingkat pertama (first tier) dunia developer robot humanoid. Posisi prestisius ini ditempati berbareng dengan perusahaan elit lainnya seperti Unitree dan Tesla. Hal ini menegaskan bahwa meskipun volume pengiriman berbeda, perusahaan-perusahaan ini berada di garis depan dalam mendorong kepintaran robotik nan lebih mudah beradaptasi dan berkarakter tujuan umum (general-purpose).
Kemampuan untuk beradaptasi adalah kunci. Robot masa depan tidak lagi diprogram untuk satu tugas spesifik nan kaku, melainkan dirancang untuk memahami lingkungan, belajar dari interaksi, dan melakukan beragam tugas layaknya manusia. Dengan proyeksi 2,6 juta unit di tahun 2035, kita sedang menatap masa depan di mana robot humanoid bakal menjadi mitra kerja, asisten, dan bagian tak terpisahkan dari prasarana sosial ekonomi global.