– Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan analis teknikal setelah pergerakan nilai dalam beberapa pekan terakhir dinilai semakin mirip pola penurunan pasca puncak 2021-2022. ‘CrypFlow’, nan merupakan salah satu analis teknikal, mengungkapkan bahwa kombinasi Wave Trend dan moving average 50 minggu (50-SMA) selama siklus ini menjadi ‘paket’ nan relatif konsisten dalam membaca perubahan fase pasar, hingga ritmenya berubah pada akhir 2025.
Dalam penjelasannya, CrypFlow mengatakan bahwa sepanjang bull market, Bitcoin condong menghormati 50-SMA sebagai area support.

“Setiap koreksi besar biasanya bertepatan dengan Wave Trend nan turun mendekati level -14, lampau memantul dan diikuti dorongan naik berikutnya,” ungkap CrypFlow.
Ia menjelaskan, pola nan turun kemudian menyentuh support, dan dilanjut dengan impuls tersebut berulang beberapa kali, membentuk ritme nan mudah dikenali pada timeframe mingguan.
Namun, CrypFlow menilai dinamika tersebut berubah pada November 2025. Pada periode itu, Bitcoin tidak hanya kehilangan 50-SMA sebagai support, namun juga kehilangan support Wave Trend di -14. Bagi CrypFlow, dua sinyal ini menandai tradisi nan lebih tegas menuju fase bear market, lantaran struktur nan sebelumnya menopang tren naik berakhir bekerja.
Baca Juga: Minat Beli Muncul, Analis Klaim Bitcoin Berpeluang Naik dalam 1–2 Pekan
Setelah kehilangan level-level tersebut, Bitcoin sempat mencoba merebut kembali 50-SMA. Akan tetapi, upaya itu berakkhir dengan penolakan.
“Pola ini mengingatkan saya pada siklus sebelumnya ketika Bitcoin kandas merebut kembali moving average kunci, lampau berbalik turun lebih keras,” ujarnya.
Sejak itu, lanjutnya, perilaku nilai dinilai mulai ‘bercermin’ pada apa nan terjadi setelah puncak 2021, ketika pasar memasuki periode penurunan dan konsolidasi nan panjang.
Kendati gambaran besarnya tetap bearish, CrypFlow juga menyoroti satu detil nan membikin pasar patut waspada terhadap potensi mobilitas reaksi jangka pendek.
“Wave Trend sekarang berada pada level oversold nan secara historis hanya muncul tiga kali dalam sejarah Bitcoin. Artinya, pasar memasuki area ekstrem nan sering diikuti jarak tekanan, pantulan sementara meski bukan berfaedah tren turun otomatis selesai,” kata CrypFlow.
Dirinya juga menekankan, kondisi oversold bukan sinyal pasti bahwa bear market berakhir. Namun, dia mengisyaratkan bahwa fase seperti ini kerap menjadi area di mana pasar berakhir secara jatuh secara lurus, lampau memberi ruang pada pergerakan ‘napas’ sebelum arah berikutnya lebih jelas.
$BTC (1W) – The Wave Trend tells the story
Throughout this cycle, one combo has been consistently reliable on the higher timeframe:
Wave Trend + the 50 SMA.
During bull markets, price respects the 50 SMA as support.
Each major correction lined up with the Wave Trend dropping… pic.twitter.com/ZPIbGRhWB4
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
18 jam yang lalu