Akhirnya Di Android! Mode Pvp Catur Duolingo Tantang Adu Strategi Real-time

Sedang Trending 16 jam yang lalu

Telset.id – Jika Anda berpikir aplikasi “burung hijau” ini hanya tempat untuk belajar bahasa asing sembari menghindari notifikasi pasif-agresif, Anda perlu memikirkan ulang strategi Anda. Duolingo, platform edukasi nan telah menjadi kejadian global, baru saja melakukan langkah besar di ekosistem Android nan pastinya bakal mengubah langkah kita memandang papan catur digital.

Tepat pada 12 Februari 2026, Duolingo secara resmi memboyong mode Chess Player-vs-Player (PvP) ke perangkat Android. Langkah ini diambil setelah debut sukses fitur serupa di iOS pada akhir tahun 2025 lalu. Bagi pengguna di Indonesia, ini bukan sekadar pembaruan aplikasi biasa, melainkan sebuah undangan terbuka untuk mengasah otak dengan langkah nan jauh lebih menyenangkan.

Kehadiran fitur ini di Android menjadi sangat strategis mengingat kekuasaan perangkat tersebut di tanah air. Duolingo tampaknya sangat mengerti bahwa untuk menjangkau pasar Indonesia secara masif, Android adalah kunci utamanya. Kini, jutaan pengguna dapat langsung menjajal keahlian berpikir kritis mereka melawan pemain nyata, bukan lagi sekadar melawan komputer nan terkadang terasa kaku.

Gamifikasi: Kunci Mengubah Catur Menjadi Candu

Mengapa catur? Dan kenapa sekarang? Jawabannya terletak pada info perilaku pengguna. Sebuah studi nan melibatkan siswa di Indonesia mengungkapkan kebenaran menarik: 75 persen responden merasa jauh lebih termotivasi dan terlibat ketika materi pembelajaran disajikan melalui pendekatan gamifikasi. Angka ini mencerminkan sungguh tingginya minat masyarakat terhadap format edukasi nan interaktif, meninggalkan metode konvensional nan kerap membosankan.

Duolingo tidak sekadar memindahkan papan catur bentuk ke layar ponsel. Mereka menyuntikkan “Metode Duolingo” nan ikonik ke dalam permainan strategi tertua di bumi ini. Alih-alih memaksa pengguna menghafal teori pembukaan nan rumit, aplikasi ini menekankan pembelajaran melalui praktik langsung. Ini adalah pendekatan nan membikin kursus catur mereka terasa lebih ramah, apalagi bagi mereka nan belum pernah menyentuh bidak kuda sekalipun.

Dalam kursus ini, pengguna bakal dipandu oleh Oscar, salah satu karakter pembimbing catur di dalam aplikasi. Sekitar 75 persen materi disajikan dalam corak teka-teki pandai nan dirancang untuk melatih penguasaan strategi dasar secara instan. Sisanya? Anda bakal disuguhi permainan mini dan simulasi permainan penuh untuk menerapkan strategi nan baru saja dipelajari. Kurikulum ini disusun dengan tingkat kesulitan nan meningkat secara bertahap, membimbing pemain dari sekadar tahu langkah memindahkan bidak hingga bisa melakukan skakmat secara mandiri.

Menghapus Rasa Intimidasi dalam Kompetisi

Salah satu halangan terbesar bagi pemula dalam bermain catur adalah rasa intimidasi saat kudu berhadapan dengan musuh manusia. Irene Tong, Regional Marketing Manager Duolingo untuk Asia Tenggara, menyoroti perihal ini sebagai konsentrasi utama pengembangan fitur mereka. Menurutnya, temuan tim Duolingo menunjukkan bahwa bermain melawan orang lain kerap menjadi momok bagi sebagian pengguna.

“Kami memandang keterlibatan nan kuat dari para pembelajar nan mencoba mode Chess PvP di iOS. Dengan menghadirkannya ke Android, kami dapat menjangkau lebih banyak pengguna, terutama di pasar nan mengutamakan perangkat seluler seperti Indonesia,” ujar Irene Tong. Ia menegaskan bahwa ke depannya, timnya tengah menyiapkan pembaruan agar pengalaman PvP terasa lebih inklusif dan tidak menakutkan.

Untuk mengakses mode ini, caranya cukup sederhana. Pengguna hanya perlu membuka tab Matches dan memilih opsi “Play a Person”. Di sinilah kepintaran sistem bekerja. Sistem bakal memasangkan Anda dengan musuh nan mempunyai tingkat keahlian setara. Fitur ini memastikan bahwa Anda tidak bakal “dibantai” oleh Grandmaster saat baru belajar melangkahkan bidak pion. Ini adalah penerapan teknologi nan mirip dengan gimana kualitas belajar dijaga agar tetap seimbang dan kompetitif.

Tong juga menambahkan konsep menarik mengenai “likuiditas” pertandingan. Dengan masuknya pengguna Android, kolam pemain bakal menjadi jauh lebih besar. Hal ini diharapkan dapat mempersingkat waktu tunggu (matchmaking) secara global, terutama bagi pemain nan nantinya mencapai ranking ELO tinggi. Semakin banyak pemain, semakin sigap Anda mendapatkan musuh nan seimbang.

Ekspansi Besar dan Aktivasi di Jakarta

Duolingo tidak berakhir pada peluncuran fitur semata. Mereka telah menyiapkan peta jalan (roadmap) nan ambisius untuk kursus Catur ini. Beberapa pembaruan nan tengah disiapkan meliputi fitur bermain berbareng teman, ulasan permainan (game review) untuk menganalisis kesalahan, ekspansi ke platform web, serta pengembangan konten tingkat lanjut. Tujuannya jelas: menjadikan kursus Catur ini relevan bagi semua tingkat kemampuan, dari pemula hingga mahir.

Sebagai corak seremoni peluncuran ini, Jakarta dipilih sebagai letak aktivasi spesial. Bertempat di Taman Literasi Blok M pada 6–13 Februari, Duolingo menggelar pop-up Catur nan unik. Area ini disulap menjadi area pembelajaran interaktif komplit dengan papan catur raksasa. Pengunjung apalagi bisa berjumpa langsung dengan King Duo, maskot burung hantu hijau jenis catur, serta mengikuti tantangan teka-teki berhadiah.

Saat ini, kursus Catur Duolingo dapat diakses secara cuma-cuma di perangkat Android. Materi tersedia dalam enam bahasa utama dunia, ialah Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman, Italia, dan Portugis. Bagi Anda nan mau mengasah otak sembari bersosialisasi secara global, tampaknya sudah saatnya mengunduh pembaruan terbaru ini dan mulai meneriakkan “Skakmat!”.

Selengkapnya