Google Dan Korlantas Integrasikan Data Rekayasa Lalu Lintas Mudik 2026

Sedang Trending 12 jam yang lalu

Telset.id – Google Indonesia secara resmi memperkuat kerjasama strategis dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dan Jasa Marga untuk mengintegrasikan info rekayasa lampau lintas serta peta digital guna mendukung kelancaran arus mudik 2026. Sinergi lintas sektor ini difokuskan pada penyediaan info rute, kondisi jalan, dan manajemen lampau lintas nan jeli bagi masyarakat secara real-time.

Langkah ini diambil menyusul rapat koordinasi persiapan mudik 2026 nan digelar di Jakarta. Integrasi info ini menjadi krusial mengingat tingginya mobilitas masyarakat saat periode Lebaran, di mana kecermatan info digital menjadi kunci utama dalam manajemen kemacetan.

Manajer Pengembangan Mitra Strategis Geo Google Indonesia, Richard Darsono, menjelaskan bahwa kerja sama antara raksasa teknologi tersebut dengan otoritas lampau lintas Indonesia telah melangkah selama lima tahun. Fokus utama pada tahun 2026 adalah memastikan pemudik mendapatkan akses info nan sah langsung dari sumber otoritatif.

“Kami bekerja sama dengan Korlantas dan Jasa Marga untuk memperbarui info rute, agenda penutupan jalan, serta titik krusial nan bisa menjadi referensi pemudik di Google Maps,” ujar Richard.

Melalui pembaruan ini, pengguna Google Maps tidak hanya mendapatkan navigasi standar, tetapi juga info spesifik mengenai situasi lapangan. Pengguna dapat memandang beragam pilihan rute perjalanan, agenda transportasi umum seperti kereta api, hingga perkiraan tarif tol nan sangat dibutuhkan untuk perencanaan anggaran perjalanan. Infrastruktur digital ini disiapkan sematang mungkin, mirip dengan gimana Jaringan Telkomsel disiagakan untuk menghadapi lonjakan trafik di momen besar.

Selain itu, Google juga memahami hambatan prasarana telekomunikasi di beberapa jalur mudik. Oleh lantaran itu, fitur unduh peta alias offline maps tetap menjadi jagoan agar navigasi tetap dapat digunakan di wilayah dengan sinyal terbatas alias blank spot.

Pemanfaatan Data Rekayasa Lalu Lintas

Dari sisi penegak hukum, Kasubbag Dalops Bag Ops Korlantas Polri, AKBP Renaldi Oktavian, menegaskan komitmen kepolisian untuk menyalurkan info manajemen dan rekayasa lampau lintas selama periode mudik ke platform digital. Tujuannya adalah pendemokrasian info agar dapat diakses masyarakat secara luas dan transparan.

“Informasi rekayasa lampau lintas perlu diketahui masyarakat agar bisa menentukan pilihan rute dan waktu perjalanan. Skema pengaturan arus disiapkan berasas info lapangan dan pantauan titik krusial,” tegas Renaldi.

Korlantas Polri melakukan pengecekan intensif di beragam titik vital, meliputi jalur tol, jalur arteri, hingga sejumlah ruas fungsional nan direncanakan beraksi unik saat mudik. Data ini kemudian diolah untuk menentukan skema rekayasa lampau lintas, seperti sistem satu arah (one way) alias contraflow, dengan mempertimbangkan kapabilitas jalur pengganti nan tersedia.

Pemanfaatan teknologi dalam manajemen lampau lintas di Indonesia terus berkembang. Meskipun belum mengangkat perangkat canggih seperti Kacamata AI nan digunakan kepolisian China untuk memindai kendaraan, integrasi info real-time ke Google Maps merupakan langkah signifikan dalam modernisasi jasa publik.

Integrasi CCTV Jasa Marga dan Aplikasi Travoy

Di sektor operator jalan tol, Jasa Marga turut ambil bagian dalam ekosistem info ini. Kepala Komunikasi Korporat dan Pengembangan Komunitas Jasa Marga, Lisye Octaviana, menyatakan perusahaan mendukung penuh integrasi info perjalanan melalui aplikasi Travoy nan sekarang terhubung dengan Google Maps.

Melalui aplikasi Travoy, masyarakat dapat mengakses info mendetail nan meliputi tarif tol, letak gerbang tol, lama perjalanan, serta kondisi lampau lintas terkini di ruas tol. Hal ini memberikan transparansi bagi pengguna jalan untuk memprediksi waktu tempuh mereka.

Untuk mendukung kecermatan info tersebut, Jasa Marga saat ini mengoperasikan lebih dari 3.500 kamera pemantau (CCTV) nan tersebar di seluruh jaringan tol mereka. Ribuan kamera ini berfaedah menyediakan info kondisi jalan dan area rehat (rest area) secara waktu nyata (real-time). Ketersediaan info visual ini sangat membantu pemudik dalam merencanakan tempat perhentian, menghindari penumpukan di rest area nan sering menjadi biang kemacetan.

Kolaborasi antara Google, Polri, dan Jasa Marga ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengalaman mudik tahun 2026. Dengan info nan terintegrasi, masyarakat mempunyai kendali lebih besar dalam merencanakan perjalanan mereka, sebuah kemewahan digital nan kontras jika dibandingkan dengan rumor hilangnya opsi Paket Internet murah nan sempat menjadi perbincangan publik belakangan ini.

Selengkapnya