Ai Agen Taruhan Olahraga: Revolusi Atau Ilusi Judi Online?

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Telset.id – Bayangkan mengubah $5 menjadi lebih dari $1.000 hanya dengan satu taruhan olahraga. Bukan lantaran keberuntungan alias skill kajian nan mendalam, melainkan berkah support AI pemasok taruhan. Inilah nan dialami Carson Szeder, pendiri startup AI gambling MonsterBet, nan sekarang menjadi bagian dari gelombang baru dalam industri gambling online.

Sejak larangan federal terhadap taruhan olahraga dicabut di Amerika Serikat tujuh tahun lalu, pertaruhan daring meledak popularitasnya. Tahun lalu, orang Amerika menghabiskan lebih dari $150 miliar untuk taruhan mengenai olahraga, dengan banyak nan memasang taruhan melalui ponsel mereka alih-alih terbang ke Las Vegas. Asosiasi Perjudian Amerika melaporkan nyaris 24 persen peningkatan ketenaran taruhan olahraga di AS pada tahun 2024, dan obsesi ini tidak menunjukkan tanda-tanda melambat.

Demam gambling ini bertepatan dengan demam emas AI modern. Kini, perlombaan telah dimulai untuk menggabungkan dua bagian nan mengguncang ekonomi ini, dan industri rumahan telah muncul untuk memberikan keahlian kepada bot untuk memasang taruhan. Meskipun belum ada gelombang besar jutawan baru nan duduk di atas tumpukan duit nan dimenangkan menggunakan pemasok AI, beberapa pemburu keberuntungan sudah bersaing untuk mendirikan jasa berkekuatan AI nan bakal mengubah penjudi biasa menjadi pemenang.

Dari Hobi Menjadi Bisnis: MonsterBet dan Janji Keuntungan AI

Szeder, lulusan pengetahuan komputer, pertama kali mulai membangun algoritma taruhan olahraga sebagai mahasiswa, atas permintaan teman-teman kuliahnya nan doyan berjudi. Dia mulai memasukkan AI ke dalam penelitian ini pada awal 2025, ketika dia menciptakan asisten berjulukan MonsterGPT untuk memilih taruhan pada olahraga ahli di AS.

“Kami mempunyai beberapa orang nan mungkin sukses sekitar 56 hingga 60 persen dari waktu, termasuk saya sendiri,” klaim Szeder. Angka ini cukup signifikan mengingat odds standar berada di sekitar 52 persen. MonsterGPT menggunakan model proyeksi nan dirancangnya dikombinasikan dengan info nan diambil dari seluruh internet melalui proses retrieval-augmented generation (RAG).

Kini, Szeder mencoba mengubah hobinya menjadi upaya penuh, nan dia promosikan di platform media sosial dengan postingan seperti “Inilah Cara Saya Menghasilkan $1,2K Dari Perangkat Lunak Taruhan Olahraga Saya Kemarin.” Dia mengenakan biaya $77 per bulan untuk akses ke MonsterGPT dan perangkat lainnya.

Persaingan Ketat dan Pendekatan nan Berbeda-Beda

Tidak kekurangan kejuaraan di pasar nan sedang berkembang ini. Rithmm, startup berbasis di Massachusetts, mengenakan biaya $30 untuk paket “kecerdasan olahraga berkekuatan AI” dasarnya. Sebuah perusahaan berjulukan JuiceReel menawarkan aplikasi dasar cuma-cuma untuk tujuan nan sama.

Beberapa perusahaan ini menawarkan pemasok AI nan memilih pilihan tetapi tidak betul-betul memasang taruhan atas nama pengguna. nan lain hanya memasarkan diri sebagai jasa tips taruhan nan kebetulan menggunakan AI tanpa menyebut pemasok sama sekali. Ini adalah rute nan condong diambil oleh pemain nan lebih besar dan mapan di industri ini.

Musim semi ini, FanDuel meluncurkan chatbot berjulukan Ace, nan menawarkan kajian dan tips tentang olahraga tertentu tetapi tidak mengizinkan taruhan otomatis. “Kekuatan untuk memasang taruhan kudu selalu berada di tangan pengguna kami sendiri—bukan bot, pemasok AI, alias apa pun (atau siapa pun) lainnya,” kata Jon Sadow, wakil presiden penemuan dan transformasi produk FanDuel.

Tantangan Teknis: Mimpi Taruhan Otomatis nan Sulit Diwujudkan

Beberapa pendatang baru berupaya membikin pemasok nan betul-betul dapat memasang taruhan alih-alih hanya memberikan tips, tetapi bagian ini memulai dengan kasar. Tom Fleetham sebelumnya bekerja sebagai kepala pengembangan upaya untuk platform blockchain berjulukan Zilliqa nan bereksperimen dengan pemasok gambling AI berjulukan Ava, nan berfokus pada memilih pemenang balapan kuda.

“Dia mempunyai kajian nan baik, hasil nan baik,” katanya. “Yang menjadi susah adalah betul-betul mencoba memasang taruhan.” Perusahaan tidak bisa membikin Ava secara andal memasang taruhan menggunakan dompet mata uang digital secara tepat waktu. “Butuh waktu lama,” kata Fleetham. “Kami menyerah.”

YouTube dipenuhi tutorial tentang langkah membikin dan mengelola pemasok gambling nan dapat memasang taruhan atas nama manusia. Namun sekali lagi, jasa ini tampaknya tidak mencetak jutawan baru—atau apalagi ribuan. Siraj Raval, YouTuber nan menerbitkan video tentang langkah menghasilkan duit menggunakan AI, telah mempromosikan proyek sampingan berjulukan WagerGPT di salurannya.

Integrasi Kripto dan Masa Depan Taruhan AI

Karena pemasok AI tidak dapat mengontrol rekening bank tradisional, sebagian besar produk taruhan otomatis penuh berfokus pada situs web gambling olahraga dan pasar prediksi nan menerima cryptocurrency, lantaran banyak pemasok dapat dan memang mengoperasikan dompet kripto.

Salah satu proyek arus utama terbesar nan memungkinkan pemasok AI melakukan semua jenis transaksi atas nama manusia adalah AgentKit milik Coinbase. Ini membayangkan bumi di mana pemasok dapat mengeksekusi sejumlah transaksi keuangan, dari membeli tiket pesawat hingga memperdagangkan mata uang digital dan, ya, memasang taruhan pada olahraga.

Lincoln Murr, manajer produk AI di Coinbase, mengatakan bahwa banyak kasus penggunaan awal AgentKit “bersifat spekulatif” dan mencatat bahwa dia belum memandang sesuatu nan sangat sukses. “Seberapa menguntungkan agen-agen ini sebenarnya, saya tidak tahu,” katanya.

Proyek lain nan sangat berbelitan nan sudah melangkah penuh adalah Memetica, nan dijalankan oleh startup AI berjulukan QStarLabs. CEO QStar nan Tang menekankan bahwa sebagian besar model upaya Memetica berpusat pada penggunaan “agen” sebagai perangkat promosi untuk beragam token kripto. “Kami adalah perusahaan kripto,” tekannya pada Maret.

Antara Harapan dan Realita: Bisnis AI Gambling nan Masih Berkembang

Platform taruhan olahraga besar belum menghadapi ancaman eksistensial atas agen-agen berkekuatan super nan bisa mengalahkan peluang. Namun upaya untuk memasang perangkat “agentic” pada industri pertaruhan nan sedang booming patut diperhatikan, baik sebagai contoh gimana hype tentang pemasok AI sering kali melampaui utilitas—dan lantaran kita mungkin hanya berada di awal dorongan untuk menyatukan pertaruhan dan AI menjadi satu teknologi.

Menurut Yang, dia sudah memandang scammer mencoba menipu orang menggunakan strategi nan sudah ada lama sebelum munculnya kepintaran buatan. Salah satu scam melibatkan jasa tips taruhan nan memberi tahu separuh pelanggannya bahwa satu tim bakal menang dan setengahnya lagi tim lain bakal menang, dengan dugaan mereka dapat mengonversi cukup banyak orang menjadi pengguna berbayar untuk menghasilkan keuntungan, sembari membuang mereka nan diberikan tips kalah.

“Kami bukan orang jahat, jadi kami tidak melakukan itu dengan pemasok kami,” kata Yang. “Tetapi semua trik ini sudah dikenal.”

Seperti nan terjadi di banyak sektor lainnya, perdebatan etis dan hukum terus mengikuti perkembangan teknologi AI dalam perjudian. Meskipun janji untung besar menarik banyak minat, realitasnya tetap jauh dari angan nan dijanjikan oleh para developer pemasok taruhan AI ini.

Selengkapnya