Tragedi Driver Ojol Dilindas Brimob, Gojek & Grab Akui Korban Mitranya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Telset.id – Dunia transportasi online Indonesia kembali berduka. Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) berumur 20 tahun, tewas setelah dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob Polri pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Tragedi ini bukan hanya meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, tetapi juga mengguncang ekosistem ojol nan selama ini menjadi tulang punggung mobilitas urban.

Baik Gojek maupun Grab, dua raksasa transportasi online di Indonesia, secara resmi mengakui bahwa Affan adalah bagian dari family besar mereka. Dalam pernyataan tertulis nan dirilis Jumat pagi, 29 Agustus, Grab Indonesia menyatakan, “Bagi kami, setiap mitra adalah bagian krusial dari family besar ojol, baik mitra Grab nan sedang dirawat (rekan Moh Umar Amarduin), maupun mitra ojol terdaftar di Grab nan meninggal bumi (rekan almarhum Affan Kurniawan).”

Sementara itu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga membenarkan bahwa Affan merupakan salah satu mitra driver mereka. “Berdasarkan hasil verifikasi dan investigasi internal nan kami lakukan berbareng pihak terkait, dapat kami sampaikan bahwa Affan Kurniawan merupakan mitra driver Gojek,” tulis perusahaan dalam keterangan resminya.

Kedua platform ini tidak hanya mengakui status Affan sebagai mitra, tetapi juga menyampaikan duka mendalam atas kepergiannya. Mereka berambisi family dan rekan-rekan mitra ojol nan kehilangan diberi ketabahan. Lebih dari itu, Gojek dan Grab berkomitmen untuk terus mendampingi family korban dan memberikan upaya terbaik dalam penanganan kejadian berdarah ini.

Lalu, apa nan sebenarnya terjadi pada malam tragis itu? Meskipun perincian kejadian tetap dalam penyelidikan, nan jelas, nyawa seorang anak muda kudu melayang dalam usia nan semestinya tetap penuh dengan semangat dan harapan. Affan, seperti ribuan driver ojol lainnya, adalah pahlawan tanpa tanda jasa nan menjaga mobilitas kita di tengah hiruk-pikuk kota.

Komitmen Platform: Lebih dari Sekadar Pernyataan

Dalam bumi nan semakin digital, peran driver ojol seringkali dipandang sebelah mata. Mereka bukan sekadar penyedia jasa transportasi, tetapi juga ujung tombak dari ekosistem ekonomi digital nan begitu kompleks. Ketika tragedi seperti ini terjadi, tanggung jawab platform tidak boleh berakhir pada pernyataan duka dan komitmen moral.

Baik Gojek maupun Grab menyatakan bakal memberikan pendampingan kepada family korban. Namun, pertanyaannya adalah: sejauh mana pendampingan ini bakal dilakukan? Apakah hanya sekadar support finansial, alias juga mencakup support norma dan psikologis jangka panjang? Kedua perusahaan perlu menunjukkan bahwa komitmen mereka bukanlah sekadar retorika media.

Kita juga patut mempertanyakan sistem perlindungan nan diberikan kepada mitra driver. Sudahkah platform menyiapkan sistem nan memadai untuk melindungi mitra mereka dari akibat kerja, termasuk kejadian di jalan raya? Sebagai informasi, banyak driver ojol mengandalkan ponsel nan cocok untuk driver ojek online untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari. Namun, perlindungan nyawa dan keselamatan mereka kudu menjadi prioritas utama.

Duka Bersama dan Seruan untuk Kondusivitas

Tragedi Affan Kurniawan bukan hanya menjadi duka bagi keluarganya, tetapi juga bagi seluruh organisasi ojol di Indonesia. Driver ojol adalah kerabat sebangsa nan setiap hari berjuang memutar roda ekonomi, seringkali dengan mengorbankan waktu dan keselamatan pribadi. Kisah-kisah inspiratif seperti driver nan selalu selfie dengan penumpang cantik mungkin menghangatkan hati, tetapi keselamatan mereka kudu selalu diutamakan.

Kedua platform juga mengimbau seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif dan aman. Imbauan ini sangat relevan mengingat kejadian ini berpotensi memicu ketegangan di masyarakat. Kita semua perlu bersikap bijak dan tidak terpancing oleh emosi sesaat.

Di sisi lain, pemerintah juga mempunyai peran krusial dalam menciptakan izin nan melindungi semua pihak, termasuk driver ojol. Proses penyusunan aturan transportasi online nan melibatkan multi-pihak kudu dipercepat agar tidak ada lagi korban nan berjatuhan.

Selain itu, operator telekomunikasi juga turut berkontribusi dalam ekosistem ini. Sebagai contoh, IM3 Oreedoo nan menawarkan paket ‘Online Gaspol’ untuk driver Gojek menunjukkan bahwa kerjasama antar-sektor dapat memberikan faedah nyata. Namun, sekali lagi, keselamatan kudu menjadi nilai mati.

Kita semua berambisi agar tragedi seperti ini tidak terulang lagi. Pemerintah, platform, dan masyarakat kudu bersinergi untuk menciptakan lingkungan nan kondusif bagi semua pengguna jalan, termasuk driver ojol nan menjadi tulang punggung mobilitas kita.

Affan Kurniawan mungkin telah pergi, tetapi semangat dan perjuangannya kudu menjadi pengingat bagi kita semua: bahwa di kembali kemudahan dan kenyamanan jasa transportasi online, ada nyawa manusia nan patut kita lindungi. Selamat jalan, Affan. Semoga family nan ditinggalkan diberi ketabahan.

Selengkapnya