– Minggu lampau bumi mata uang digital bergerak di bawah bayang-bayang satu peristiwa besar, ialah pemangkasan suku kembang pertama oleh The Fed di tahun 2025. Melansir dari ambcrypto.com, pada 17 September The Fed resmi memangkas suku kembang sebesar 25 pedoman poin.
Namun alih-alih mendorong pasar secara menyeluruh, pergerakan justru terfokus pada segelintir altcoin dan token baru dengan hype tinggi.

Bitcoin (BTC) tetap datar, sementara Ethereum (ETH) dan beberapa altcoin mencatat reli singkat. Tapi bintang utama minggu ini jelas datang dari kancah token baru, ialah ASTER.
Pemenang Mingguan
ASTER: DEX Baru, Hype Baru, dan Lonjakan 1.500 Persen

Aster (ASTER), token dari DEX baru, resmi mencetak lonjakan empat digit minggu ini. Peluncurannya bertepatan dengan keputusan The Fed, nan memicu arus modal dengan cepat. Harga ASTER melonjak dari US$ 0,08 ke US$ 2 dalam waktu kurang dari seminggu, sebelum akhirnya terkoreksi ke US$ 1,50-an.
Dukungan publik dari mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), memperkuat reli ini. Ia menyebut Aster sebagai DEX multi-chain dengan fitur canggih seperti hidden orders. Pasar merespon cepat, dan kapitalisasi ASTER nyaris menembus US$ 1 miliar hanya dalam beberapa hari.
Walau sekarang nilai terkoreksi 20 persen dari puncak, struktur nilai tetap bullish. Jika support di area US$ 1,50 bertahan, kesempatan breakout lanjutan tetap terbuka.
DeXe [DEXE]: Breakout Pertama Tahun Ini
DEXE akhirnya keluar dari konsolidasi berbulan-bulan dan mencetak kenaikan 67,17 persen. Setelah tertahan sejak Februari, token platform social trading ini sukses menembus resisten US$ 9,51 dan mencetak candle hijau mingguan terpanjang sejak awal 2024.
Katalis datang dari integrasi terbaru dengan TheOneTradeAI, serta dorongan teknikal nan akhirnya bisa menahan tekanan jual. Meski RSI mulai panas, selama nilai memperkuat di atas area US$ 9,50 – US$ 9,60, prospek jangka pendek tetap positif.
Story (IP): Naik Bertahap, Struktur Tetap Kuat
Token NFT Story [IP] terus mencetak kenaikan konsisten, dengan minggu ini naik 27 persen ke US$ 12,45. Berbeda dengan lonjakan tiba-tiba ASTER, IP menunjukkan kekuatan teknikal murni, dengan empat minggu berturut-turut menutup candle lebih tinggi.
Volume naik 12 persen ke US$ 290 juta, dan sasaran resisten selanjutnya berada di sekitar US$ 14. Jika tren ini berlanjut, IP bisa jadi salah satu nama nan menonjol di segmen NFT bulan ini.
Baca Juga: 5 Kripto nan Masih Positif Dalam Kondisi Bullish: AVAX, SOL, NEAR, PENGU, HBAR
Pecundang Mingguan
Fartcoin (FARTCOIN): Dari Meme ke Masalah
Token meme ini menjadi token dengan performa terburuk minggu ini, turun 12,45 persen ke US$ 0,87. Harga terus mencetak lower lows sejak puncak US$ 1,69 di akhir Juli, dan resisten psikologis US$ 1 sekarang menjadi tembok kokoh nan kandas ditembus empat kali berturut-turut.
Jika tekanan jual berlanjut, FARTCOIN bisa kembali menguji support di kisaran US$ 0,80. Breakout ke atas US$ 1 tetap menjadi syarat wajib untuk membalikkan struktur mingguan nan bearish.
SPX6900 (SPX): Index Tracker Gagal Bertahan
Token indeks ini kehilangan 10.46 persen minggu ini, turun ke US$ 1.20. Meski sempat bangkit ke US$ 2.30 awal bulan, tekanan supply di area US$ 1.50 terus membatasi kenaikan. Volatilitas tetap tinggi, tapi struktur jangka pendek tetap milik bear.
Raydium (RAY): Struktur Bearish Berlanjut
Sebagai salah satu DEX di ekosistem Solana, RAY turun 8,10 persen minggu ini. Harga menembus support krusial di US$ 3,10 dan mencetak empat weekly lower lows berturut-turut. Tanpa support volume nan kuat, tekanan jual tetap dominan.
Altcoin Liar
Di luar nama-nama besar, beberapa altcoin dengan volume mini telah mencuri perhatian, yakni:
- APX: Melejit 1.413 persen.
- CreditLink Token (CDL): Naik 299 persen.
- Hypurr Fun (HFUN): Rally 180 persen.
Sebaliknya, dari sisi penurunan:
- TROLL: Turun 42,5 persen.
- CARDS: Anjlok 41,6 persen.
- FORM: Merosot 38,9 persen.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
3 bulan yang lalu