Bayangkan sebuah jendela raksasa di tembok ruang family Anda. Bukan jendela biasa nan menghadap ke taman, melainkan portal ke bumi lain—dunia dengan warna paling hidup, kontras paling dalam, dan perincian nan begitu nyata hingga Anda nyaris bisa merasakannya. Inilah bukan sekadar imajinasi, melainkan realitas nan dibawa Samsung ke CES 2026 dengan peluncuran TV Micro RGB 130 inci, R95H. Sebuah pernyataan berani: bahwa televisi masa depan bukan lagi perangkat elektronik, melainkan bagian dari arsitektur dan seni.
Selama bertahun-tahun, industri TV terjebak dalam perlombaan angka: inci nan lebih besar, ketebalan nan lebih tipis, nomor nits nan lebih tinggi. Hasilnya? Sebuah “persegi panjang hitam raksasa” nan terasa mengganggu ketika tidak dinyalakan. Samsung, dengan warisan inovasinya, tampaknya bertanya: kenapa TV kudu menjadi barang asing di rumah? Mengapa tidak menjadi bagian nan harmonis, apalagi memperkaya estetika ruangan? Pertanyaan retoris ini membawa kita pada konsep nan jauh lebih visioner daripada sekadar spesifikasi teknis.
Jawabannya datang dalam bentuk Samsung R95H, nan tidak hanya memamerkan teknologi layar mutakhir, tetapi juga filosofi kreasi nan mengubah langkah kita memandang televisi. Ini bukan lagi tentang menonton; ini tentang mengalami. Mari kita selami lebih dalam gimana Samsung membentuk ulang arti layar terbaik di rumah.
Dari “Black Rectangle” ke Karya Seni: Revolusi Desain R95H
Samsung secara terang-terangan mengakui bahwa TV 130 inci bisa terasa overwhelming. Alih-alih memaksakan kehadirannya, R95H justru mengangkat pendekatan nan lebih elegan dan cerdas: kreasi bingkai seperti jendela. Konsep ini adalah perkembangan modern dari pendapat “Timeless Gallery” nan pernah diperkenalkan Samsung pada 2013. Kini, dengan “Timeless Frame” nan membungkus panel raksasa tersebut, R95H datang dengan penampilan nan terinspirasi galeri seni.
Bingkai ini bukan sekadar hiasan. Di dalamnya, tersembunyi sistem audio nan telah disetel secara unik untuk menyelaraskan dengan ukuran layar. Hasilnya? Suara dan gambar terasa terhubung secara alami, seolah-olah berasal dari satu kesatuan nan utuh, bukan dari speaker terpisah nan terasa seperti tempelan. Pendekatan holistik ini menggeser konsentrasi dari komponen perseorangan ke pengalaman menyeluruh. Seperti halnya LG Gallery TV nan juga memposisikan diri sebagai kanvas digital, Samsung R95H berambisi menjadi pusat perhatian nan anggun di rumah Anda.

Jantung Teknologi: Micro RGB dan Sihir AI di Balik Warna Sempurna
Di kembali kreasi nan memukau, terletak teknologi nan menjadi tulang punggung R95H: sistem display Micro RGB terbaru Samsung. Inilah inti dari klaim “yang pertama di dunia”. Sistem ini merupakan konvergensi dari tiga pilar utama: Micro RGB AI Engine Pro, Micro RGB Color Booster Pro, dan Micro RGB HDR Pro. Ketiganya bekerja sinergis untuk menangani warna, kontras, dan kecerahan pada level nan belum pernah ada sebelumnya.
Bagaimana caranya? Di sinilah kepintaran buatan berkedudukan penting. AI digunakan untuk menyempurnakan nada gelap, meningkatkan kontras lembut nan sering hilang, dan menjaga kecermatan warna baik dalam segmen terang benderang maupun remang-remang. Hasilnya adalah reproduksi warna nan presisi, nan dibuktikan dengan sertifikasi VDE dan support 100% terhadap gamut warna BT.2020—standar warna terluas nan ada saat ini. Bagi Anda nan terbiasa dengan lomba kamera smartphone, pencapaian warna setajam ini mirip dengan lompatan nan ditawarkan beberapa ponsel mid-range unggulan di masanya, namun ditingkatkan dalam skala dan kompleksitas nan jauh lebih besar.
Tak ketinggalan, lapisan anti-silau dan refleksi rendah Samsung memastikan kejernihan warna dan kontras tetap terjaga apalagi di ruangan dengan pencahayaan kuat. Fitur ini mengubah kekhawatiran lama tentang menonton siang hari menjadi sesuatu nan usang.
Lebih dari Tontonan: Vision AI Companion dan Ekosistem Cerdas
Samsung R95H memahami bahwa televisi modern adalah pusat kendali rumah pintar. Oleh lantaran itu, dia dilengkapi dengan Vision AI Companion nan telah diperbarui. Bayangkan Anda bisa melakukan pencarian dengan percakapan alami, mendapatkan rekomendasi konten nan betul-betul personal, alias mengakses fitur-fitur unik seperti AI Football Mode Pro untuk menganalisis pertandingan sepak bola secara detail.
Fitur Live Translate bisa menjadi penyelamat saat menonton movie alias konvensi berkata asing, sementara Generative Wallpaper memungkinkan Anda mengubah layar menjadi karya seni bergerak nan sesuai dengan mood. Integrasi dengan Microsoft Copilot dan Perplexity membuka pintu bagi produktivitas dan akses info nan lebih luas langsung dari sofa Anda. Kemampuan multifungsi ini mengingatkan kita pada gimana perangkat seperti laptop premium tertentu berupaya menjadi hub produktivitas nan lengkap.
Dukungan untuk HDR10+ Advanced dan Eclipsa Audio memastikan bahwa setiap konten, dari movie blockbuster hingga konser virtual, disajikan dengan dinamika dan kedalaman bunyi nan maksimal. Pengalaman audiovisual nan imersif ini bukan lagi kemewahan, melainkan standar baru nan ditetapkan oleh R95H.
Pertanyaan nan Masih Menggantung: Harga dan Ketersediaan
Saat ini, Samsung R95H tetap berada di area pamer CES 2026 di Las Vegas. Seperti banyak penemuan radikal nan pertama kali diperkenalkan, perincian krusial seperti nilai dan tanggal kesiapan komersial tetap menjadi misteri. Dapat dipastikan, dengan teknologi Micro RGB, panel berukuran 130 inci, dan kreasi custom nan rumit, harganya bakal berada di strata nan sangat premium, diperuntukkan bagi early adopters dan pecinta teknologi nan mengutamakan nan terbaik.
Kehadiran R95H lebih dari sekadar pengumuman produk; ini adalah pernyataan visi. Ia menandai arah di mana televisi premium bakal bergerak: integrasi nan mulus ke dalam hidup, konsentrasi pada pengalaman holistik, dan pemanfaatan AI bukan sebagai gimmick, tetapi sebagai inti dari peningkatan kualitas. Ia memaksa kita untuk memikirkan kembali: apakah nan kita cari dari sebuah layar di rumah? Sekadar perangkat untuk menonton, alias sebuah jendela ke kemungkinan tanpa batas?
Dengan R95H, Samsung tidak hanya menjawab pertanyaan itu, tetapi juga mengusulkan pertanyaan baru tentang masa depan intermezo dan kehidupan digital di rumah. Satu perihal nan pasti, perlombaan penemuan TV telah memasuki babak nan sama sekali baru, di mana seni dan teknologi melangkah beriringan.