Rusia Mulai Batasi Akses Whatsapp, Sinyal Blokir Total?

Sedang Trending 6 jam yang lalu

Telset.id – Otoritas pemerintah Rusia dilaporkan mulai membatasi akses terhadap jasa pesan instan WA di beberapa wilayah, sebuah langkah nan diyakini sebagai pembukaan sebelum pemblokiran total. Langkah drastis ini menandai babak baru dalam upaya Kremlin untuk mengendalikan arus info digital di tengah situasi geopolitik nan memanas.

Berdasarkan laporan dari pengguna lokal dan pantauan trafik internet, gangguan akses ini tidak terjadi secara serentak, namun menyasar fitur-fitur spesifik seperti panggilan bunyi dan video, serta penurunan kecepatan pengiriman media. Fenomena ini memperkuat dugaan bahwa regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, sedang menguji coba sistem pemblokiran nan lebih komprehensif terhadap aplikasi milik Meta tersebut.

Ilustrasi pemerintah Rusia mulai batasi akses jasa WA dan bakal blokir total.

Eskalasi Ketegangan Digital

Posisi WA di Rusia sebenarnya cukup unik. Ketika Meta—induk perusahaan WhatsApp—dinyatakan sebagai organisasi “ekstremis” oleh pengadilan Rusia pada tahun 2022, FB dan IG langsung diblokir. Namun, WA saat itu lolos dari jerat pemblokiran lantaran dianggap sebagai perangkat komunikasi pribadi, bukan penyebar info publik. Kini, status “kebal” tersebut tampaknya mulai dicabut.

Pola pembatasan ini mengingatkan pada strategi nan diterapkan oleh negara lain dengan kontrol internet ketat. Tiongkok, misalnya, telah lebih dulu mengambil langkah tegas. Negeri Tirai Bambu tersebut akhirnya Resmi Blokir WA sepenuhnya setelah periode gangguan jasa nan berkepanjangan, memaksa warganya beranjak ke aplikasi lokal.

Alasan utama di kembali pembatasan terbaru ini disinyalir berangkaian dengan ketidakmampuan otoritas keamanan Rusia untuk mendekripsi pesan end-to-end encryption milik WhatsApp. Selain itu, fitur Channels nan baru diperkenalkan WA dianggap berpotensi menjadi sarana penyebaran info nan tidak terkontrol oleh narasi negara.

Dampak Bagi Pengguna

Bagi jutaan pengguna di Rusia, WA adalah perangkat komunikasi primer. Pembatasan ini tentu menimbulkan kepanikan digital. Banyak pengguna nan sekarang mulai mencari pengganti alias menggunakan VPN untuk menembus pembatasan tersebut. Situasi ini juga memicu kekhawatiran privasi, di mana pengguna mulai mencari langkah untuk Membatasi Chat dan mengamankan info mereka sebelum akses betul-betul tertutup.

Ilustrasi pemerintah Rusia mulai batasi akses jasa WA dan bakal blokir total.

Ironisnya, ketika satu pintu ditutup, pintu lain justru semakin ramai. Telegram, nan didirikan oleh Pavel Durov (asli Rusia), diprediksi bakal menjadi penerima faedah terbesar dari kebijakan ini. Hal ini cukup kontradiktif mengingat sejarah hubungan Telegram dan Rusia nan juga pasang surut. Namun, dalam konteks global, pergeseran ini bukan perihal baru. Sebelumnya, dilaporkan bahwa Bukan Telegram nan menjadi sasaran utama di beberapa negara, melainkan produk-produk Meta nan dianggap lebih susah diajak “kompromi” soal data.

Hingga buletin ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Meta mengenai gangguan masif di wilayah Rusia. Namun, jika pola ini berlanjut, Rusia bakal segera berasosiasi dengan daftar pendek negara nan sepenuhnya mengisolasi warganya dari platform pesan instan terpopuler di bumi tersebut.

Selengkapnya