
Sosial media saat ini memang bermata dua, kita bisa mendapatkan info lebih cepat, namun disamping itu ada banyak akibat negatif nan juga bisa mulai mempengaruhi pengguna, apalagi jika pengguna merupakan orang nan selalu menerima info tanpa memilahnya terlebih dahulu, apalagi di era AI nan semuanya serba canggih namun bisa dengan mudah dimanipulasi.
Nah mengenai perihal tersebut, baru baru ini Negara bagian New York Amerika Serikat membikin sebuah gebrakan baru dalam izin bumi digital, dimana Gubernur Kathy Hochul menandatangani undang-undang S4505/A5346 yang mewajibkan perusahaan media sosial besar seperti Meta dan Google menampilkan label peringatan kesehatan nan mirip dengan apa nan digunakan pada produk tembakau, alkohol dan makanan tinggi gula.
Langkah ini sendiri bermaksud untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai resiko kesehatan mental akibat penggunaan berlebihan pada fitur – fitur nan ada di sosial media.
Jadi, pemerintah New York intinya mau ada peringatan jelas mengenai potensi ancaman di sosial media dan ini disamakan dengan apa nan ada di produk rokok ataupun alkohol.
Nah perihal seperti ini memang bukan perihal aneh, apalagi sebelumnya pemerintah Australia telah menerapkan perihal serupa dimana sosial media sudah dilarang untuk pengguna dibawah umur. Kenapa? lantaran memang sosial media bisa membikin seseorang kecanduan.
Selain lantaran tujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai resiko kesehatan mental, perusahaan nan melanggar kebijakan ini bakal dikenakan denda hingga $5000 per pelanggaran.
Dampak pada kesehatan mental
Berdasarkan penelitian nan dikutip dari instansi Gubernur New York ini dikatakan bahwa remaja nan menggunakan sosial media lebih dari 3 jam perhari mempunyai resiko dua kali lipat mengalami kekhawatiran ataupun depresi, sekitar 50% apalagi merasa sosial media berakibat negatif pada image tubuh mereka.
Baca Juga : Cara Jalankan GUI di Distro Linux Debian via WSL
Nah jadi, mari kita kurang kurangi mengakses sosial media, cukup terapkan timer ataupun screentime untuk mengakses konten TikTok, Reels ataupun Shorts mengingat konten seperti ini meskipun pendek – pendek, namun nyatanya cukup menghabiskan waktu kita.
Bagi sebagian orang memang ini tidak terlalu berakibat negatif, namun bagi orang nan hari – harinya hanya membuka sosial media, mungkin lambat laun pola pikirnya bakal berubah, mulai dari standar nan berubah, pola hidup nan berubah dan perihal lainnya, jika masuk ke pola nan lebih baik sih oke oke saja, namun faktanya justru kadang sebaliknya.
Bagaimana menurutmu? komen dibawah guys.
Via : Techspot
Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.
Written by
Gylang Satria
Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]
Post navigation
Previous Post
6 hari yang lalu