Patreon Luncurkan Quips, Alternatif Sosial Media Untuk Kreator

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Telset.id – Bayangkan platform di mana pembuat bisa tumbuh tanpa kudu tunduk pada algoritma nan tak menentu. Itulah janji nan diusung Patreon selama ini. Namun, dalam langkah mengejutkan, platform keanggotaan ini justru mengangkat fitur-fitur nan membuatnya semakin mirip dengan media sosial konvensional. Apakah ini akhir dari visi awal mereka, alias justru strategi pandai untuk memperkuat di ekosistem digital nan semakin kompetitif?

Patreon, nan selama beberapa tahun terakhir memposisikan diri sebagai pengganti sehat dari platform sosial algoritmik, sekarang memperkenalkan serangkaian fitur sosial baru. nan paling mencolok adalah Quips—format postingan baru nan memungkinkan pembuat berbagi pembaruan tanpa paywall berisi teks, foto, alias video. Pengguna bisa menjelajahi quips dari beragam pembuat melalui feed “beranda” nan didesain ulang, nan sekarang menyertakan rekomendasi konten. Meski terdengar seperti langkah menjadi media sosial biasa, CEO Patreon Jack Conte bersikeras bahwa perubahan ini justru dimaksudkan untuk memberi pembuat langkah berkembang tanpa berjuntai pada platform nan kurang peduli dengan kesuksesan mereka.

“Saya tidak menganggapnya bersaing dengan Instagram… Saya merasa kami bersaing dengan apa nan semestinya dan bisa menjadi Instagram, tetapi tidak,” ujar Conte dalam pembaruan nan dibagikan di Patreon-nya. Pernyataan ini mengungkap ambivalensi nan menarik—di satu sisi mau berbeda dari media sosial mainstream, di sisi lain mengangkat elemen-elemen nan membikin platform tersebut populer.

Ilustrasi logo Patreon ditampilkan di layar smartphone

Jalan Tengah nan Berisiko

Dengan pembaruan ini, Patreon melangkah di atas tali tipis antara menawarkan pengganti media sosial dan menjadi jenis platform algoritmik nan selama ini mereka kritik. Conte tampaknya menyadari ketegangan ini, dengan menekankan bahwa tab unik keanggotaan tetap bakal menampilkan pembaruan hanya dari pembuat nan sudah diikuti pengguna. “Jika kami terlalu banyak berfokus pada penemuan dan Anda tidak memandang pembuat nan Anda langgani dan sukai, maka kami tidak melakukan tugas membantu Anda membina hubungan jangka panjang, dan kami kudu memperbaikinya,” katanya.

Pendekatan ini mengingatkan pada perkembangan platform lain nan awalnya konsentrasi pada konten eksklusif, seperti YouTube dengan fitur-fitur barunya nan terus beradaptasi dengan kebutuhan kreator. Namun, perbedaannya terletak pada komitmen Patreon untuk tetap mempertahankan prinsip platform berbasis keanggotaan.

Hasil Awal nan Menjanjikan

Meski berisiko, perubahan ini menunjukkan hasil positif sejak fase beta. Menurut Conte, pembuat nan telah mencoba jenis beta Quips mengalami peningkatan signifikan dalam keanggotaan cuma-cuma baru dari fitur tersebut. Meski kenaikan pengguna berbayar tetap lebih kecil—sekitar “5 hingga 10 persen” dari keanggotaan berbayar baru berasal dari Quips—Conte mengaku “optimis” dengan potensinya mendorong pertumbuhan berbayar.

Fenomena ini mengingatkan pada gimana YouTuber sekarang bisa merekam video sebelum live streaming, di mana platform terus berinovasi untuk mempertahankan pembuat andal mereka. Perbedaannya, Patreon berupaya menciptakan ekosistem nan lebih terfokus pada organisasi dibandingkan reach massal.

Patreon berencana meluncurkan pembaruan ini secara bertahap, dengan kesiapan penuh dijadwalkan tahun depan. Bagi pembuat nan mau mengakses Quips lebih cepat, mereka bisa berasosiasi dengan waitlist untuk ditambahkan ke beta. Pendekatan berjenjang ini menunjukkan kesadaran Patreon bakal sensitivitas perubahan bagi pedoman pengguna setia mereka.

Masa Depan Platform Kreator

Langkah Patreon ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpuasan pembuat terhadap platform media sosial besar. Banyak nan mengeluh tentang perubahan algoritma tak terduga, monetisasi nan tidak konsisten, dan kejuaraan nan semakin ketat. Dalam konteks ini, Quips bisa menjadi jawaban atas kebutuhan bakal ruang nan lebih stabil dan dapat diprediksi.

Namun pertanyaannya tetap: bisakah Patreon mempertahankan identitasnya sembari mengangkat fitur-fitur nan membikin platform lain sukses? Seperti perangkat Galaxy Z Fold7 dan Z Flip7 nan menjadi senjata baru pembuat muda Indonesia, platform pun perlu terus berinovasi tanpa kehilangan prinsip utama mereka.

Yang jelas, dengan Quips dan fitur sosial lainnya, Patreon sedang menulis babak baru dalam perkembangan platform kreator. Mereka tidak hanya sekadar tempat untuk monetisasi, tetapi juga ruang untuk membangun organisasi dan menemukan audiens baru—semua tanpa kudu meninggalkan kendali penuh atas konten dan hubungan dengan pengikut setia. Di era di mana perhatian adalah mata duit baru, mungkin justru pendekatan inilah nan dibutuhkan pembuat untuk memperkuat dan berkembang dalam jangka panjang.

Selengkapnya