Patah kaki adalah cedera nan bisa terjadi pada siapa saja – mulai dari anak-anak nan bermain, remaja nan berolahraga, hingga orang dewasa nan mengalami kecelakaan.
Memahami apa itu patah kaki, gimana mengenali gejalanya, dan langkah mengobatinya bakal membantu Anda mengambil tindakan nan tepat saat menghadapi situasi ini.
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!
Apa Itu Patah Kaki?
Patah kaki adalah kondisi ketika tulang di kaki mengalami keretakan alias patah. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut fraktur.
Bayangkan seperti ranting pohon nan patah – tulang Anda pun bisa mengalami perihal serupa akibat tumbukan alias tekanan nan berlebihan.
Mengenal Tulang-Tulang di Kaki
Untuk memahami patah kaki lebih baik, mari kenali bagian-bagian tulang kaki:
Tulang Tungkai Bawah:
- Tulang tibia (tulang kering): Tulang besar di bagian depan betis nan menahan sebagian besar berat badan Anda
- Tulang fibula: Tulang nan lebih mini di samping tulang kering, tempat otot-otot kaki melekat
Tulang Kaki Bagian Bawah:
- Tulang tarsal: Tulang-tulang di pergelangan kaki
- Tulang metatarsal: Tulang-tulang di telapak kaki
- Tulang falang: Tulang-tulang di jari-jari kaki
Semua tulang ini bekerja sama untuk menopang tubuh dan membantu Anda bergerak. Ketika salah satunya patah, kegunaan kaki bakal terganggu.


Jenis-Jenis Patah Kaki
Tidak semua patah kaki sama beratnya. Ada beberapa jenis nan perlu Anda ketahui:
1. Patah Tulang Berat (Fraktur Komplit)
Ini adalah kondisi paling serius, di mana tulang betul-betul terputus alias apalagi pecah menjadi beberapa bagian. Biasanya memerlukan operasi untuk memperbaikinya.
2. Retak Tulang (Fraktur Inkomplit)
Tulang mengalami keretakan tapi tidak sampai terpisah. Seperti gelas nan retak tapi belum pecah. Kondisi ini biasanya lebih ringan dan bisa sembuh tanpa operasi.
3. Perbedaan Patah Kaki, Kaki Retak, dan Keseleo
Banyak orang bingung membedakan ketiga kondisi ini:
- Patah tulang: Tulang betul-betul terputus
- Retak tulang: Tulang hanya mengalami retakan
- Keseleo (terkilir): nan cedera bukan tulangnya, tapi ligamen (jaringan penghubung antar tulang)
Gejala Patah Kaki nan Perlu Diwaspadai
Bagaimana Anda tahu jika kaki Anda patah? Berikut tanda-tandanya:
Gejala Utama Patah Kaki:
- Nyeri hebat nan langsung terasa saat cedera terjadi
- Tidak bisa menahan berat badan – Anda tidak bisa berdiri alias melangkah dengan kaki nan cedera
- Bengkak dengan cepat – Kaki membengkak dalam hitungan menit alias jam
- Bentuk kaki terlihat tidak normal – Kaki bengkok alias posisinya aneh
- Memar nan luas di area nan cedera
- Sulit menggerakkan kaki alias jari-jari kaki
Gejala Tambahan Patah Kaki:
- Terdengar bunyi “krek” saat cedera terjadi
- Nyeri lutut nan hebat, terutama jika patahnya terjadi di area tulang kering dekat lutut
- Kulit robek dan tulang terlihat (pada kasus patah tulang terbuka)
Catatan Penting: Kadang patah kaki ringan tidak menunjukkan indikasi nan jelas. Jika Anda ragu, lebih baik periksa ke dokter.


Penyebab Patah Kaki
1. Kecelakaan dan Trauma
Ini adalah penyebab paling umum:
- Kecelakaan lampau lintas
- Jatuh dari ketinggian
- Cedera saat berolahraga (sepak bola, basket, ski)
- Tertimpa barang berat
- Benturan keras pada kaki
2. Kondisi Kesehatan Tertentu
Beberapa penyakit membikin tulang lebih mudah patah:
- Osteoporosis: Tulang menjadi keropos dan rapuh, terutama pada orang tua
- Kanker tulang: Tumor melemahkan struktur tulang
- Infeksi tulang: Membuat tulang tidak sekuat biasanya
3. Aktivitas Berlebihan
Pada atlet alias orang nan banyak berlari, bisa terjadi “fraktur stres” – tulang kering patah secara perlahan nan berkembang lantaran tekanan berulang pada tulang tanpa trauma langsung.
Cara Mendiagnosis Patah Kaki
Ketika Anda datang ke master dengan dugaan patah kaki, inilah nan bakal dilakukan:
1. Pemeriksaan Fisik
Dokter akan:
- Memeriksa area nan sakit
- Menanyakan gimana cedera terjadi
- Melihat apakah ada bengkak alias perubahan bentuk
2. Rontgen (X-ray)
Ini adalah pemeriksaan standar untuk memastikan patah kaki. Rontgen bakal menunjukkan:
- Apakah tulang betul-betul patah
- Di mana letak patahnya
- Seberapa parah kondisinya
3. MRI (Jika Diperlukan)
Pada kasus tertentu, master mungkin memerlukan MRI untuk memandang kerusakan pada:
- Ligamen
- Otot
- Saraf di sekitar tulang nan patah


Pertolongan Pertama pada Patah Kaki
Sebelum sampai ke rumah sakit, lakukan langkah-langkah ini:
Yang HARUS Dilakukan:
- Jangan digerakkan – Jangan mencoba meluruskan alias menggerakkan kaki nan patah
- Pasang bidai darurat – Gunakan papan, tongkat, alias barang keras lainnya untuk menopang kaki agar tidak bergerak
- Kompres dengan es – Bungkus es dengan kain dan tempelkan di area nan bengkak (jangan es langsung ke kulit)
- Tinggikan kaki – Letakkan kaki lebih tinggi dari jantung untuk mengurangi bengkak
- Berikan obat pereda nyeri – Jika ada (seperti paracetamol)
- Segera ke rumah sakit – Jangan ditunda!
Yang JANGAN Dilakukan:
- Jangan memaksa melangkah dengan kaki nan patah
- Jangan mencoba memasang tulang sendiri
- Jangan mengoleskan obat oles apapun ke area patah tulang
Cara Mengobati Patah Kaki
Pengobatan patah kaki tergantung pada seberapa parah kondisinya.
1. Pengobatan Tanpa Operasi
Untuk patah kaki ringan hingga sedang, master biasanya menggunakan:
Gips (Cast)
- Cara paling umum untuk mengobati patah kaki
- Gips terbuat dari fiberglass alias plaster nan keras
- Dipasang untuk menjaga tulang tetap di posisi nan betul selama proses penyembuhan
- Biasanya dipakai selama 6-12 minggu, tergantung jenis patahnya
- Selama pakai gips, Anda tidak boleh membasahi alias menghilangkannya sendiri
Pada beberapa kasus patah tulang nan sedikit bergeser, master mungkin menggunakan metode minimal invasif dengan penggunaan gips, pen, dan plat tulang untuk menstabilkan tulang tanpa perlu operasi besar.
Pen alias kawat mini dimasukkan melalui kulit untuk menahan posisi tulang, lampau diperkuat dengan gips dari luar.
Boot Ortopedi alias Brace Untuk patah tulang nan lebih ringan, master mungkin memberikan sepatu unik alias perangkat penyangga nan bisa dilepas-pasang.
2. Operasi (untuk Kasus Berat)
Jika patah kaki Anda parah, master ortopedi (dokter tulang) mungkin merekomendasikan operasi. Prosedur nan umum dilakukan adalah:
ORIF (Open Reduction Internal Fixation)
- Dokter bakal membuka area nan patah
- Menyusun kembali tulang nan patah ke posisi nan benar
- Memasang pen, plat, alias sekrup logam untuk menahan tulang agar tetap pada tempatnya
- Alat logam ini biasanya bakal tetap di dalam tubuh Anda, meskipun kadang bisa diangkat setelah tulang sembuh
Biaya Operasi Biaya operasi patah kaki bervariasi tergantung:
- Tingkat keparahan patah tulang
- Jenis operasi nan dilakukan
- Rumah sakit tempat Anda dirawat
- Lama rawat inap
Sebaiknya konsultasikan dengan bagian manajemen rumah sakit alias perusahaan asuransi Anda untuk mengetahui perkiraan biaya.


Proses Penyembuhan Tulang
Tubuh Anda mempunyai keahlian luar biasa untuk menyembuhkan tulang nan patah. Prosesnya terjadi dalam beberapa tahap:
Tahap 1: Pembentukan Bekuan Darah (Minggu 1-2)
Darah mengumpul di area patahan dan membentuk “lem” alami pertama.
Tahap 2: Pembentukan Tulang Lunak (Minggu 2-6)
Tubuh membentuk jaringan baru nan seperti tulang rawan untuk menjembatani patahan.
Tahap 3: Pembentukan Tulang Keras (Minggu 6-12)
Tulang rawan berubah menjadi tulang keras nan kuat.
Tahap 4: Remodeling (Bulan 3-12)
Tulang terus memperkuat dirinya dan membentuk kembali strukturnya.
Berapa Lama Patah Kaki Sembuh?
Waktu pengobatan berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung:
- Usia: Anak-anak sembuh lebih sigap (4-6 minggu), dewasa butuh 6-8 minggu, lansia bisa lebih lama
- Lokasi patah: Tulang jari lebih sigap sembuh daripada tulang paha
- Tingkat keparahan: Patah ringan lebih sigap sembuh
- Kesehatan umum: Orang sehat sembuh lebih cepat
- Kepatuhan: Mengikuti rekomendasi master mempercepat penyembuhan
Rata-rata: 6-12 minggu untuk tulang menyatu, tapi butuh 3-6 bulan untuk pulih sepenuhnya.
Makanan nan Mempercepat Penyembuhan
Nutrisi sangat krusial untuk mempercepat pengobatan patah kaki. Ini makanan nan sebaiknya Anda konsumsi:
1. Makanan Tinggi Kalsium
Kalsium adalah bahan utama pembentuk tulang:
- Susu, keju, yogurt
- Ikan teri dan ikan salmon (dengan tulangnya)
- Tahu dan tempe
- Sayuran hijau (bayam, kangkung, brokoli)
2. Makanan Tinggi Vitamin D
Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium:
- Ikan berlemak (salmon, tuna, sarden)
- Telur (terutama kuningnya)
- Jamur
- Atau berjemur di pagi hari 10-15 menit
3. Protein
Protein membantu memperbaiki jaringan:
- Daging ayam, sapi, ikan
- Telur
- Kacang-kacangan
- Tahu dan tempe
4. Vitamin C
Membantu pembentukan kolagen untuk tulang:
- Jeruk, jambu biji, pepaya
- Tomat
- Paprika
- Stroberi
5. Zinc dan Magnesium
Mineral krusial untuk tulang:
- Kacang-kacangan
- Biji-bijian
- Daging merah
- Pisang (magnesium)
Tips: Makan makanan bergizi seimbang 3 kali sehari, ditambah camilan sehat 2 kali sehari.


Fisioterapi dan Rehabilitasi
Setelah gips dibuka, kaki Anda mungkin terasa kaku dan lemah. Ini normal! Di sinilah peran fisioterapi sangat penting.
Mengapa Fisioterapi Penting?
Selama kaki Anda digips:
- Otot-otot menjadi lemah lantaran tidak digunakan
- Sendi menjadi kaku
- Keseimbangan menurun
Fisioterapi membantu:
- Mengembalikan kekuatan otot
- Meningkatkan fleksibilitas
- Melatih melangkah normal kembali
- Mengurangi rasa sakit
- Mencegah cedera berulang
Program Rehabilitasi
Minggu 1-2: Latihan Ringan
- Gerakan menggerakkan jari-jari kaki
- Latihan pergelangan kaki secara perlahan
- Latihan mengencangkan dan melemaskan otot
Minggu 3-4: Latihan Kekuatan
- Latihan dengan beban ringan
- Mulai melangkah dengan perangkat bantu (tongkat/kruk)
- Latihan keseimbangan
Minggu 5-8: Latihan Intensif
- Latihan melangkah tanpa perangkat bantu
- Latihan naik-turun tangga
- Latihan kekuatan nan lebih berat
Bulan 3+: Kembali ke Aktivitas Normal
- Latihan unik untuk kembali berolahraga
- Penguatan lanjutan
- Latihan kelincahan
Penting: Jangan terburu-buru! Ikuti pedoman fisioterapis Anda dengan disiplin.
Tim Medis nan Menangani Patah Kaki
Dokter Ortopedi (Dokter Tulang)
- Mendiagnosis patah kaki Anda
- Menentukan apakah perlu operasi alias tidak
- Melakukan operasi jika diperlukan
- Memantau proses pengobatan tulang
Fisioterapis
- Merancang program latihan unik untuk Anda
- Membimbing latihan pemulihan
- Memastikan Anda pulih dengan optimal
- Mencegah komplikasi seperti kekakuan sendi
Kerja sama antara Anda, master ortopedi, dan fisioterapis adalah kunci kesembuhan nan sempurna.


Komplikasi nan Mungkin Terjadi
Meskipun jarang, patah kaki bisa menimbulkan komplikasi:
1. Infeksi
Terutama pada patah tulang terbuka alias setelah operasi. Tanda-tandanya:
- Demam
- Area jejak luka merah, bengkak, alias keluar nanah
- Nyeri nan semakin parah
- Nyeri lutut alias sendi lain nan tidak kunjung membaik
2. Tulang Tidak Menyatu (Nonunion)
Tulang kandas menyatu setelah beberapa bulan. Ini bisa terjadi karena:
- Infeksi
- Kurang nutrisi
- Merokok
- Tidak mengikuti rekomendasi dokter
3. Tulang Menyatu di Posisi Salah (Malunion)
Tulang menyatu tapi bengkok alias tidak pada posisi nan benar.
4. Kekakuan Sendi Permanen
Jika tidak dilakukan fisioterapi dengan baik, sendi bisa menjadi kaku permanen.
5. Sindrom Kompartemen
Kondisi darurat di mana tekanan di dalam otot meningkat dan mengganggu aliran darah.
Cara Mencegah Komplikasi Patah Kaki:
- Ikuti semua rekomendasi dokter
- Kontrol rutin sesuai jadwal
- Jaga kebersihan area luka (jika ada operasi)
- Makan makanan bergizi
- Lakukan fisioterapi dengan disiplin
- Jangan merokok
- Jangan memaksakan diri terlalu cepat


Tips Selama Masa Pemulihan Patah Kaki
Di Rumah:
- Istirahat nan cukup – Tidur 7-8 jam sehari
- Jaga kebersihan gips – Jangan membasahi gips
- Gunakan perangkat bantu – Pakai tongkat alias kruk sesuai anjuran
- Atur posisi tidur – Tinggikan kaki dengan bantal
- Hindari aktivitas berat – Jangan mengangkat beban berat
Kapan Harus Kembali ke Dokter?
Segera hubungi master jika:
- Nyeri semakin parah meskipun sudah minum obat
- Jari-jari kaki meninggal rasa alias kesemutan
- Gips terasa terlalu ketat
- Ada aroma tidak sedap dari dalam gips
- Demam
- Jari-jari kaki berubah warna menjadi biru alias pucat
Kesimpulan tentang Patah Kaki
Patah kaki memang kondisi nan serius, tapi dengan penanganan nan tepat, sebagian besar orang bisa sembuh total dan kembali beraktivitas normal. Kunci kesuksesan adalah:
- Segera periksa ke master jika mengalami indikasi patah kaki
- Ikuti semua rekomendasi master dengan disiplin
- Makan makanan bergizi untuk mempercepat penyembuhan
- Lakukan fisioterapi dengan tekun
- Bersabar – pengobatan butuh waktu
- Jangan terburu-buru kembali beraktivitas berat
Ingat, kesembuhan Anda sangat tergantung pada kerja sama antara Anda, dokter, dan fisioterapis. Jangan ragu untuk bertanya kepada tim medis jika ada nan tidak Anda pahami.
Jika Anda alias orang terdekat mengalami cedera kaki, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Penanganan sigap dan tepat bakal menentukan hasil pemulihan Anda!
Jika mau berkonsultasi tentang sakit kaki dan nyeri dengkul dengan master mahir Klinik Patella dapat menghubungi melalui WA di 0811-8124-2022. Yuk atasi cedera kaki dan sendi Anda berbareng Klinik Patella!


Pertanyaan Seputar Patah Kaki
Berikut ini adalah beberapa pertanyaan nan muncul seputar topik patah kaki.
Bagaimana langkah membedakan kaki patah, retak, alias hanya keseleo?
- Patah tulang ditandai dengan nyeri hebat, tidak bisa menahan berat badan sama sekali, bengkak sangat cepat, dan kadang terlihat perubahan corak kaki.
- Retak tulang gejalanya mirip tapi lebih ringan, tetap bisa digerakkan meski sakit.
- Sementara keseleo adalah cedera pada ligamen (bukan tulang), biasanya nyerinya di area sendi dan tetap bisa melangkah meski pincang.
Untuk memastikan diagnosis, pemeriksaan rontgen oleh master sangat diperlukan.
Apakah semua patah kaki kudu dioperasi?
Tidak, tidak semua patah kaki memerlukan operasi. Patah kaki ringan hingga sedang nan tidak bergeser bisa diobati dengan pemasangan gips selama 6-12 minggu.
Operasi baru diperlukan jika patah tulangnya parah, tulang bergeser dari posisi normalnya, alias patah menjadi beberapa fragmen.
Dokter ortopedi nan bakal menentukan apakah kasus Anda memerlukan operasi alias cukup dengan gips saja.
Berapa lama waktu nan dibutuhkan untuk sembuh total dari patah kaki?
Waktu pengobatan bervariasi tergantung usia dan tingkat keparahan. Secara umum, tulang memerlukan 6-8 minggu untuk menyatu pada orang dewasa, dan 4-6 minggu pada anak-anak.
Namun untuk pulih sepenuhnya dan bisa beraktivitas normal, biasanya memerlukan 3-6 bulan termasuk masa fisioterapi. Pasien lansia alias nan mempunyai kondisi kesehatan tertentu mungkin memerlukan waktu lebih lama.
Apa saja makanan nan bisa mempercepat pengobatan patah kaki?
Makanan nan membantu pengobatan tulang meliputi:
- Sumber kalsium seperti susu, keju, yogurt, ikan teri, tahu, dan sayuran hijau
- Sumber vitamin D seperti ikan salmon, telur, dan jamur
- Protein dari daging, ayam, ikan, telur, dan kacang-kacangan
- Vitamin C dari jeruk, jambu, pepaya, dan tomat
- Zinc dan magnesium dari kacang-kacangan dan pisang
Kombinasi makanan bergizi ini dapat mempercepat proses pengobatan tulang.

