Telset.id – Bagi Anda nan selama ini menggunakan ChatGPT secara gratis, ada berita baik dari OpenAI. Perusahaan nan didukung Microsoft ini akhirnya membuka akses fitur Projects untuk semua pengguna, tak terkecuali nan belum berlangganan. Fitur nan sebelumnya eksklusif untuk pengguna berbayar ini memungkinkan Anda mengorganisir percakapan dengan asisten AI dalam satu wadah tematik.
Bayangkan Anda sedang mengerjakan beberapa proyek sekaligus—mungkin riset untuk skripsi, perencanaan konten media sosial, dan kajian info keuangan. Tanpa sistem pengelolaan nan baik, riwayat chat bisa acak-acakan dan menyulitkan. Di sinilah Projects datang sebagai solusi. Meski pada dasarnya mirip folder, fitur ini dilengkapi keahlian untuk mengatur petunjuk unik gimana AI merespons serta membatasi info dan file nan bisa diakses.
OpenAI juga meningkatkan pemisah unggahan file dalam setiap project. Pengguna cuma-cuma sekarang dapat mengunggah hingga 5 file, sementara pengguna Plus dan Pro masing-masing mendapatkan kuota 25 dan 40 file. Tak hanya itu, semua pengguna—baik cuma-cuma maupun berbayar—bisa menyesuaikan warna dan ikon project sesuai preferensi. Langkah ini memperkuat posisi ChatGPT sebagai perangkat kerjasama nan lebih individual dan terstruktur.

Strategi OpenAI ini bukanlah perihal baru. Sejak beberapa tahun terakhir, mereka kerap “meneteskan” fitur premium ke pengguna cuma-cuma secara bertahap. Deep Research dan ChatGPT Voice adalah contoh fitur nan awalnya hanya untuk pengguna berbayar, namun sekarang bisa dinikmati semua orang. Pola serupa terlihat pada peluncuran GPT-5, nan meski tersedia untuk semua, pengguna cuma-cuma dibatasi jumlah penggunaannya.
Apakah ini langkah lembut OpenAI untuk mengonversi pengguna cuma-cuma menjadi pelanggan? Sangat mungkin. Dengan memberikan taste fitur premium—meski dengan batasan—pengguna diajak merasakan faedah nan lebih besar, nan pada akhirnya bisa mendorong mereka untuk upgrade. Dalam persaingan ketat jasa AI, strategi semacam ini menjadi senjata efektif mempertahankan sekaligus memperluas pedoman pengguna.
Fitur Projects sudah dapat diakses pengguna cuma-cuma melalui jenis web dan aplikasi Android ChatGPT. Untuk pengguna iOS, OpenAI menyatakan fitur ini bakal datang “dalam beberapa hari ke depan”. Kabar ini tentu menyegarkan bagi mereka nan mengandalkan ChatGPT untuk produktivitas sehari-hari namun belum siap berlangganan.
Lalu, gimana dengan kompetitor? Anthropic, dengan Claude AI-nya, juga tak kalah gesit meluncurkan penemuan seperti web search dan mode suara. Sementara itu, perusahaan lain seperti Google dan Indosat bekerja-sama menghadirkan fitur pencarian AI di platform mereka. Persaingan fitur AI makin ketat, dan konsumenlah nan diuntungkan.
Jadi, apakah Projects bakal mengubah langkah Anda berinteraksi dengan ChatGPT? Untuk proyek sederhana, mungkin berkas biasa sudah cukup. Tapi bagi power user nan mengelola multiple topik dengan kebutuhan customisasi, fitur ini jelas jadi game changer. Tertarik mencoba?