Objek Misterius 3i/atlas Berubah Bentuk Saat Masuk Tata Surya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Telset.id – Sebuah objek misterius berjulukan 3I/ATLAS nan memasuki tata surya kita dari ruang antarbintang menunjukkan perubahan corak nan signifikan, dengan ekornya nan terus memanjang. Pengamatan terbaru menggunakan teleskop Gemini South di Chile mengungkapkan bahwa komposisi kimiawinya semakin mirip dengan komet lokal di tata surya, menantang dugaan awal para astronom.

Objek antarbintang ketiga nan pernah dikonfirmasi ini awalnya diamati mempunyai proporsi karbon dioksida nan tidak biasa melalui empat teleskop NASA. Namun, info spektroskopi terbaru justru menunjukkan kemiripan mencolok dengan komet nan terbentuk dalam tata surya kita. “Kami senang memandang pertumbuhan ekornya, nan menunjukkan perubahan partikel dari gambar Gemini sebelumnya,” ujar Karen Meech, astronom dari University of Hawai‘i Institute for Astronomy nan memimpin program Gemini South.

Meech menambahkan bahwa tim sukses mendapatkan gambaran pertama tentang komposisi kimia dari spektrum nan diambil. Pengamatan ini tidak hanya memberikan wawasan tentang komposisi 3I/ATLAS, tetapi juga tentang proses perkembangan nan mungkin dibaginya dengan komet-komet lain di alam semesta.

Perubahan Signifikan dalam Perjalanan Antariksa

3I/ATLAS, nan sering dijuluki “bola salju kotor” oleh para astronom, merupakan tubuh es nan melepaskan gas saat mendekati Matahari. Semakin dekat objek ini dengan perihelionnya—titik terdekat dengan Matahari dalam orbitnya—aktivitasnya semakin meningkat, terkadang menghasilkan semburan epik.

Gambar nan diambil oleh Multi-Object Spectrograph (GMOS) pada teleskop Gemini tidak hanya menunjukkan ekor nan memanjang, tetapi juga koma nan luas dan bercahaya. Koma adalah atmosfer besar gas dan debu nan mengelilingi inti komet. Penemuan ini mengindikasikan bahwa debu dan es nan membentuk batuan antariksa ini menyerupai material nan menyusun komet lain dalam tata surya kita.

Penemuan objek antarbintang seperti 3I/ATLAS memberikan kesempatan langka bagi para intelektual untuk mempelajari material dari sistem bintang lain. Sebelumnya, objek serupa seperti Oumuamua juga telah memicu beragam spekulasi, termasuk kemungkinan sebagai pesawat alien, meskipun akhirnya teridentifikasi sebagai kejadian alam.

Implikasi untuk Pemahaman tentang Alam Semesta

Data terbaru ini menunjukkan bahwa objek antarbintang seperti 3I/ATLAS mungkin berbagi banyak proses perkembangan dengan komet nan lebih lokal dan familiar. Kesimpulan menarik ini dapat mempunyai implikasi signifikan terhadap pemahaman kita tentang gumpalan es dan debu nan kesenyapan ini.

“Saat 3I/ATLAS melesat kembali ke kedalaman ruang antarbintang, gambar ini merupakan tonggak ilmiah sekaligus sumber keajaiban,” kata Meech. “Ini mengingatkan kita bahwa tata surya kita hanyalah bagian dari galaksi nan luas dan dinamis—dan bahwa apalagi visitor nan paling singkat pun dapat meninggalkan akibat nan langgeng.”

3I/ATLAS diperkirakan bakal mencapai perihelionnya pada akhir Oktober, membawanya sangat dekat dengan Mars. Kedekatan ini memberikan kesempatan emas bagi para astronom untuk melakukan pengamatan lebih detail. Objek ini merupakan contoh langka dari material antarbintang nan dapat dipelajari secara langsung.

Penemuan objek-objek antarbintang seperti 3I/ATLAS dan eksoplanet lainnya terus memperkaya pemahaman kita tentang keragaman sistem planet di alam semesta. Masing-masing penemuan ini memberikan petunjuk tentang gimana planet dan komet terbentuk di beragam lingkungan bintang.

Pengamatan berkepanjangan terhadap 3I/ATLAS bakal terus memberikan info berbobot tentang komposisi dan perilaku objek antarbintang. Para astronom di seluruh bumi terus memantau pergerakan objek langka ini sebelum akhirnya meninggalkan tata surya kita dan melanjutkan perjalanannya melalui ruang antarbintang.

Selengkapnya