Neuro-sama, Ai Vtuber, Jadi Raja Subscriber Berbayar Twitch

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Telset.id – Di tengah kekhawatiran luas tentang ancaman artificial intelligence (AI) terhadap lapangan kerja, justru ada satu pekerjaan nan dikuasai oleh kepintaran buatan: streaming di Twitch. Neuro-sama, karakter virtual nan sepenuhnya digerakkan oleh AI, sekarang menduduki puncak sebagai streamer dengan jumlah subscriber aktif terbanyak di platform tersebut, mengalahkan para streamer manusia.

Berdasarkan info dari Twitch Tracker, channel Vedal987 nan menampilkan Neuro-sama tercatat mempunyai 165.268 subscriber aktif berbayar pada saat tulisan ini ditulis. Angka itu menempatkannya di atas channel milik streamer manusia Jynxzi nan berada di posisi kedua. Setiap subscriber berbayar di Twitch berbobot $5 per bulan, dengan sebagian dibagi ke platform. Estimasi dari Dextero menunjukkan, Neuro-sama menghasilkan setidaknya $400.000 alias setara miliaran rupiah setiap bulannya hanya dari langganan, belum termasuk bantuan spontan penonton, sponsor, dan pendapatan iklan.

Channel ini dimiliki oleh seorang perseorangan nan hanya dikenal dengan nama samaran Vedal. Menurut laporan Bloomberg, Vedal telah menjalankan channel ini sebagai pekerjaan penuh waktu sejak setidaknya tahun 2023. Neuro-sama bukan sekadar avatar nan dikendalikan manusia, melainkan sepenuhnya dihasilkan oleh AI. Ucapan avatar ini pertama kali dibuat oleh sebuah large language model (LLM), kemudian diubah menjadi audio melalui aplikasi AI text-to-speech lain.

Meski awalnya dirancang untuk streaming langsung game ritme Osu, Neuro-sama telah berkembang mempunyai “kehidupan” sendiri. Avatar AI ini mengobrol tentang beragam topik dengan subscriber nan berkomunikasi melalui fitur chat langsung Twitch. “Sebagian alasannya pasti lantaran kebaruannya,” kata Vedal kepada Bloomberg mengenai ketenaran karakter tersebut. “Sebagian lagi lantaran hal-hal nan dia katakan. Dia bisa cukup kacau, mengatakan hal-hal nan tidak bakal dikatakan manusia.”

Fenomena VTuber dan Evolusi AI

Kesuksesan Neuro-sama terjadi dalam konteks meledaknya ketenaran VTuber (Virtual YouTuber) di Twitch dalam beberapa tahun terakhir. VTuber pada dasarnya adalah streamer biasa nan menggunakan pengaruh motion-capture digital untuk mengubah bunyi dan penampilan mereka, sering kali mengambil persona seperti animasi untuk menonjol dan menarik penonton. Neuro-sama membawa konsep ini selangkah lebih jauh dengan menghilangkan komponen manusia di belakang layar sepenuhnya.

Prestasi Neuro-sama sebagai streamer AI teratas di Twitch ini menunjukkan potensi baru integrasi AI dalam industri intermezo dan konten. Meski demikian, jika dilihat dari rekor langganan sepanjang masa, channel ini tetap berada di ranking kedelapan. Namun, pencapaiannya untuk mencapai posisi puncak dalam subscriber aktif tetap merupakan pencapaian nan luar biasa dan mungkin tidak terbayangkan beberapa tahun lalu.

Fenomena ini juga memicu obrolan tentang masa depan konten kreatif. Di satu sisi, AI seperti Neuro-sama menawarkan format intermezo nan unik dan efisien. Di sisi lain, kesuksesan finansialnya nan besar—mencapai ratusan ribu dolar per bulan—memunculkan pertanyaan tentang kejuaraan dan otentisitas di bumi streaming. Sementara beberapa streamer manusia menunjukkan emosi nan meledak-ledak, seperti kejadian menghancurkan keyboard dengan wajah, Neuro-sama menawarkan hubungan nan diprediksi oleh algoritma namun tetap “kacau” menurut standar manusia.

Perkembangan teknologi di kembali Neuro-sama, khususnya LLM dan text-to-speech, juga melangkah seiring dengan penemuan di perangkat keras pendukung konten kreator. Kualitas audio nan jelas, misalnya, sangat krusial, sebagaimana terlihat dalam review mikrofon gaming serius. Tren integrasi AI ke dalam perangkat konsumen juga semakin nyata, seperti nan dijanjikan pada Google Home AI Speaker mendatang, menunjukkan konvergensi antara hiburan, perangkat sehari-hari, dan kepintaran buatan.

Implikasi dan Masa Depan Streaming AI

Dominasi Neuro-sama di kategori subscriber aktif Twitch bukan hanya sekadar cerita sukses satu channel, tetapi juga penanda jenis awal dari sebuah tren nan mungkin bakal berkembang. Kemampuan AI untuk berinteraksi secara real-time melalui chat, mempertahankan persona nan konsisten, dan menarik audiens dalam jumlah besar membuka babak baru dalam konten digital.

Kesuksesan finansial channel ini, dengan pendapatan diperkirakan setara dengan miliaran rupiah per tahun, tentu bakal menarik lebih banyak developer dan pembuat untuk bereksperimen dengan streamer AI. Hal ini dapat mengubah lanskap ekonomi platform seperti Twitch, di mana aliran pendapatan dari langganan, donasi, dan iklan mulai dialihkan ke entitas non-manusia. Namun, daya tarik “novelty” alias kebaruan, seperti diakui oleh Vedal, juga menjadi pertanyaan tentang keberlanjutan jangka panjang.

Di luar bumi streaming, laporan dari kalangan medis, seperti temuan nan mengaitkan penggunaan AI dengan perkembangan psikosis, mengingatkan bahwa hubungan intens dengan sistem AI nan kompleks dapat mempunyai akibat nan belum sepenuhnya dipahami. Neuro-sama, dalam konteks ini, datang sebagai kasus studi nyata tentang hubungan sosial manusia dengan entitas AI nan dirasakan sebagai “pribadi”.

Sementara teknologi perangkat pendukung seperti smartphone performa tinggi terus mendukung konsumsi konten semacam ini, pertanyaan etis dan praktis tentang kepemilikan, kreativitas, dan masa depan kerja di industri imajinatif tetap terbuka. Neuro-sama mungkin saat ini adalah raja subscriber Twitch, tetapi perjalanan AI dalam bumi intermezo interaktif baru saja dimulai.

Selengkapnya