Telset.id – Neuralink, perusahaan implan otak milik Elon Musk, dikabarkan bakal segera mengintegrasikan teknologinya dengan robot humanoid Optimus dari Tesla. Pengumuman mengejutkan ini disampaikan oleh Danish Hussain, Kepala Bedah Neuralink, melalui platform X (sebelumnya Twitter), meskipun perincian teknis tentang gimana antarmuka otak-manusia-robot ini bakal bekerja tetap sangat terbatas.
Dalam unggahannya, Hussain menanggapi komentar seorang pengguna nan bertanya kenapa Optimus tidak dilibatkan dalam demonstrasi terbaru Neuralink. “Kami memulai dengan perihal sederhana, tetapi ini bakal terjadi sangat soon!” tulis Hussain dalam balasannya. Pernyataan ini langsung memicu spekulasi luas tentang kerjasama masa depan antara dua perusahaan milik Musk tersebut.
Konteks dari pernyataan Hussain berasal dari unggahan video oleh staf Neuralink lainnya nan menunjukkan seorang laki-laki mengoperasikan lengan robot secara perlahan “semua melalui telepati” menggunakan perangkat Neuralink. Hussain kemudian menggunakan momen ini untuk memihak reputasi Neuralink, dengan menyatakan bahwa banyak orang menganggap Neuralink sebagai “perusahaan jahat megacorp” padahal sebenarnya mereka “hanya di sini membantu teman-teman makan pretzel.”
Realitas Teknologi nan Masih Prematur
Meskipun janji integrasi antara Neuralink dan Optimus terdengar ambisius, realitas teknologi kedua produk ini tetap jauh dari sempurna. Tesla Optimus, robot humanoid nan dikembangkan Tesla, diketahui tetap mengalami beragam keterbatasan signififik. Robot tersebut dilaporkan kesulitan merespons dengan kalimat komplit dan melangkah dengan langkah nan terhambat, belum lagi keahlian untuk berinterfaces dengan otak manusia.
Di sisi lain, Neuralink sendiri telah mengimplan teknologinya pada 12 subjek tes manusia. Namun hasilnya tidak selalu konsisten. Noland Arbaugh, pasien pertama Neuralink, melaporkan bahwa perangkatnya “tidak bekerja dengan baik lagi” setelah hanya beberapa bulan penggunaan. Kendala teknis semacam ini menunjukkan bahwa jalan menuju integrasi sempurna antara implan otak dan robot humanoid tetap panjang.
Perkembangan teknologi implan otak memang sedang mengalami percepatan, dengan beberapa perusahaan seperti Paradromics juga melakukan uji coba pada manusia. Persaingan dalam industri chip otak semakin ketat dengan beragam penemuan nan ditawarkan.
Strategi Bisnis Elon Musk
Pengumuman Hussain ini muncul di tengah tekanan upaya nan dihadapi perusahaan-perusahaan Musk. Tesla sedang mengalami salah satu tahun terberat dalam sejarahnya, dengan penjualan dan nilai saham nan tertekan. Beberapa waktu lalu, Musk membikin pernyataan bombastis bahwa robot Optimus bakal menyumbang “80 persen” dari nilai perusahaan di masa depan.
Pola pengumuman teknologi futuristik nan belum terbukti ini bukan perihal baru bagi Musk. Analis mencatat bahwa Musk sering mengandalkan janji-janji nan samar dan buzzworthy untuk meningkatkan nilai jangka pendek perusahaannya. Namun, penerapan nyata seringkali tertunda alias tidak sesuai dengan ekspektasi nan diciptakan.
Industri teknologi AI dan neural interface memang sedang berkembang pesat, dengan beragam pendekatan baru nan diteliti. Neuralink bukan satu-satunya pemain di bagian ini, meskipun mendapatkan perhatian media nan lebih besar lantaran keterkaitannya dengan Musk.
Sampai saat ini, Neuralink belum memberikan perincian lebih lanjut tentang gimana integrasi dengan Optimus bakal bekerja, alias timeline nan lebih spesifik selain kata-kata “sangat soon” dari Hussain. Ketidakjelasan ini meninggalkan banyak pertanyaan tentang kepantasan teknis dan waktu penerapan nan sebenarnya.
Dengan track record kedua teknologi nan tetap dalam tahap pengembangan awal, organisasi ilmiah dan teknologi mengambil sikap wait-and-see terhadap janji integrasi Neuralink-Optimus ini. Banyak nan meragukan bahwa antarmuka otak-manusia-robot nan sempurna bakal terwujud dalam waktu dekat, apalagi dengan teknologi nan saat ini dimiliki Neuralink dan Tesla.