Telset.id – Motorola kembali menggebrak pasar smartphone mid-range dengan meluncurkan duo terbaru: Moto G57 dan Moto G57 Power. nan membikin keduanya istimewa? Mereka menjadi ponsel pertama di bumi nan ditenagai platform teranyar Qualcomm, Snapdragon 6s Gen 4. Sebuah langkah berani nan menunjukkan komitmen Motorola dalam menghadirkan teknologi mutakhir di segmen nilai terjangkau.
Lantas, apa saja nan ditawarkan kedua jenis ini? Apakah cukup untuk membikin pesaing seperti Realme 8i dengan prosesor MediaTek Helio G96 alias Nubia Neo 3 GT 5G merasa terancam? Mari kita telusuri lebih dalam spesifikasi dan positioning produk ini di pasar nan semakin kompetitif.

Dari segi tampilan, kedua ponsel ini menghadirkan konsistensi nan patut diacungi jempol. Mereka sama-sama mengusung layar LCD 6,72 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 120Hz. Dalam penggunaan sehari-hari, kombinasi ini menjamin pengalaman visual nan smooth, baik untuk scrolling media sosial maupun gaming casual. nan menarik, brightness puncaknya mencapai 1050 nits – nomor nan cukup impresif untuk segmen mid-range, memastikan keterbacaan tetap optimal di bawah terik matahari.
Perlindungan layar juga tidak main-main. Corning Gorilla Glass 7i datang untuk melindungi dari goresan dan tumbukan ringan. Sementara untuk kamera selfie, terdapat punch-hole nan menampung lensa 8MP. Desain ini terlihat modern dan minimalis, meski tidak se-spektakuler desain Moto E13 dengan waterdrop notch nan lebih sederhana.
Bagian belakang ponsel ini menyimpan konfigurasi kamera nan cukup solid untuk kelasnya. Sensor utama 50MP dengan Sony LYT-600 (1/1.95″) dan aperture f/1.8 menjadi andalan, didampingi lensa ultra-wide 8MP dengan aperture f/2.2. Kombinasi ini menjanjikan elastisitas dalam beragam kondisi pemotretan, dari landscape nan luas hingga portrait dengan bokeh alami. Meski tidak se-ambisius Moto G72 dengan kamera utama 108 MP, setup ini tetap memadai untuk kebutuhan fotografi sehari-hari.

Dapur pacu adalah jantung dari penemuan duo Moto G57 ini. Kehadiran Snapdragon 6s Gen 4 sebagai platform debutan membawa angin segar dalam perihal performa. Dipadukan dengan RAM 8GB LPDDR4x dan storage internal 256GB UFS 2.2, konfigurasi ini bisa menangani multitasking berat dan gaming dengan lancar. nan menarik, keduanya sudah menjalankan Android 16 out-of-the-box – sebuah kelebihan dalam perihal pembaruan software.
Dari sisi konektivitas, Motorola tidak setengah-setengah. Dukungan 5G, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.1, NFC, dan port USB Type-C melengkapi ponsel ini sebagai perangkat nan siap menghadapi era konektivitas masa depan. Kehadiran jack audio 3.5mm dan speaker stereo dengan Dolby Atmos juga patut diapresiasi, terutama bagi pengguna nan tetap mengandalkan kabel headphone alias sering menikmati konten multimedia.
Aspek ketahanan menjadi perhatian serius Motorola. Kedua model mempunyai rating IP64 untuk perlindungan terhadap debu dan percikan air, plus sertifikasi MIL-STD 810H nan menjamin ketahanan terhadap kondisi ekstrem. Ini adalah nilai tambah signifikan untuk ponsel di segmen harganya.
Perbedaan utama antara Moto G57 dan G57 Power terletak pada kapabilitas baterai. Varian standar membawa baterai 5200mAh, sementara Power version mengusung baterai silicon-carbon berkapasitas raksasa 7000mAh. Keduanya mendukung pengisian sigap 30W TurboPower. Dengan kapabilitas sebesar itu, G57 Power jelas ditujukan untuk power users nan mengutamakan ketahanan baterai di atas segalanya.
Dari segi dimensi, G57 Power memang lebih besar dengan ukuran 166.23 x 76.50 x 8.60 mm dan berat 210g. Sebuah trade-off nan wajar mengingat kapabilitas baterainya nan nyaris 35% lebih besar dari jenis reguler.
Motorola menghadirkan pilihan warna nan menarik dengan kerjasama PANTONE. Moto G57 tersedia dalam Regatta, Pink Lemonade, Corsair, dan Fluidity. Sementara G57 Power datang dalam Meteorite, Pink Lemonade, Corsair, dan Regatta. Pendekatan ini menunjukkan perhatian Motorola terhadap segmen konsumen nan mengutamakan estetika.
Untuk harga, Moto G57 dibanderol €249 (sekitar USD 285) dan sudah tersedia di Timur Tengah. Sedangkan G57 Power dihargai €279 (sekitar USD 320) dan mulai dijual di Eropa. Positioning nilai ini menempatkan mereka sebagai pesaing serius di pasar mid-range global.
Secara keseluruhan, kehadiran Moto G57 dan G57 Power membawa pesan jelas: Motorola serius berkompetisi di segmen mid-range dengan menghadirkan kombinasi antara teknologi terbaru, spesifikasi solid, dan nilai kompetitif. Dengan Snapdragon 6s Gen 4 sebagai senjata andalan, plus beragam fitur premium nan biasanya hanya ada di ponsel flagship, duo ini berpotensi mengubah peta persaingan smartphone mid-range di tahun ini.