Masih Percaya Shib Ke Us$ 1? Ini Realitas Matematisnya

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

– Dulu sempat disebut sebagai ‘pembunuh Dogecoin’, sekarang Shiba Inu (SHIB) justru kesulitan memperkuat di tengah persaingan ketat pasar kripto. Dalam setahun terakhir, performa SHIB termasuk dalam salah satu nan terburuk di antara aset mata uang digital besar, dengan penurunan nyaris 21 persen secara tahunan.

Padahal, saat ini SHIB tetap bertengger di jejeran 25 besar mata uang digital berasas kapitalisasi pasar. Tapi jika dibandingkan dengan rival utamanya, ialah Dogecoin (DOGE), maka selisihnya cukup mencolok. DOGE justru naik nyaris 100 persen di periode nan sama.

Melansir dari finbold.com, nilai SHIB saat ini berada di sekitar US$ 0.00001187, jauh dari puncak hype nan dulu pernah membawanya menyalip Dogecoin dalam kapitalisasi pasar. Kini, kapitalisasi SHIB hanya sekitar US$ 6,97 miliar, dibandingkan dengan DOGE nan mencapai US$ 34,89 miliar, nyaris tujuh kali lipat lebih besar.

Namun, Shiba Inu tetap mempunyai satu kekuatan besar, organisasi ekstrem dan loyal. Token ini tetap menjadi bahan pembicaraan panas di media sosial, dan dipandang oleh sebagian sebagai kesempatan spekulatif beresiko tinggi.

Baca Juga: Pola Wyckoff Terbentuk di Grafik DOGE, Tanda Awal Reli?

Token Burn dan Harapan Lama Apakah Cukup?

Secara teknis, Shiba Inu adalah mata uang digital deflasi, bukan inflasi. Ia mempunyai sistem token burning, ialah penghancuran permanen token dari sirkulasi, nan secara teori bisa menambah tekanan kenaikan nilai seiring berkurangnya suplai.

Namun, meski ratusan triliun token telah dibakar, kenaikan nilai nan signifikan pun belum terlihat. Banyak penanammodal ritel sempat berambisi SHIB bisa mencapai US$ 1, namun kenyataannya sasaran tersebut secara matematis nyaris mustahil tercapai, selain ada ‘keajaiban besar’ nan tidak terduga.

Meski sentimen umum sedang mengalami kelesuan, analis teknikal Jonathan Carter memandang adanya kesempatan teknikal di diagram dua harian. SHIB saat ini berada dalam pola descending triangle, pola konsolidasi nan terbentuk dari tekanan ‘lower high’ dan support nan terus diuji di kisaran US$ 0,00001200 – US$ 0,00001080.

Menurut Carter, jika SHIB sukses memantul dari area support US$ 0,000012, maka ada potensi kenaikan berjenjang ke level:

  • US$ 0,00001420
  • US$ 0.00001600
  • US$ 0.00001850, dan seterusnya.

Namun dia juga menekankan, jika support ini jebol, maka seluruh skenario bullish bakal batal dan nilai beresiko untuk turun lebih dalam.

“Triangle-nya makin sempit. Break ke atas sama dengan peluang. Break ke bawah sama dengan akibat besar,” tulisnya dalam postingan di platform X pada 23 September 2025.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya