Kadena Resmi Tutup Operasi, Harga Kda Langsung Anjlok Tidak Karuan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

– Proyek blockchain Kadena resmi menghentikan seluruh aktivitas upaya dan pemeliharaan jaringannya pada hari Selasa, nan langsung memicu kejatuhan tajam nilai token native-nya, KDA hingga 60 persen hanya dalam 90 menit.

Dalam pengumuman resmi di platform X, tim Kadena menyatakan bahwa mereka tidak lagi bisa melanjutkan operasional lantaran kondisi pasar nan tidak mendukung.

“Kami dengan berat hati mengumumkan bahwa Kadena tidak dapat lagi melanjutkan aktivitas upaya dan bakal segera menghentikan semua aktivitas serta pemeliharaan jaringan. Kami sangat berterima kasih kepada semua nan telah menjadi bagian dari perjalanan ini,” ungkap tim Kadena.

KADENA PUBLIC ANNOUNCEMENT

We regret to announce that the Kadena organization is no longer able to continue business operations and will be ceasing all business activity and active maintenance of the Kadena blockchain immediately.

We are tremendously grateful to everybody who…

— Kadena (@kadena_io) October 21, 2025

Didirikan oleh Eks JPMorgan dan SEC, Gagal Bertahan

Kadena dikenal sebagai blockchain Layer-1 berbasis Proof-of-Work nan difokuskan untuk bisnis. Didirikan pada 2016 oleh Stuart Popejoy dan Will Martino, proyek ini sempat menjadi sorotan lantaran latar belakang pendirinya:

  • Popejoy sebelumnya mengeplai Blockchain Center of Exellence JPMorgan.
  • Martino pernah menjadi ketua teknologi di komite mata uang digital di Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika.

Namun meski sempat mencapai valuasi nyaris US$ 14 miliar pada November 2021, info dari CoinGecko mencatat kapitalisasi pasar KDA sekarang hanya tersisa sekitar US$ 30,9 juta.

Baca Juga: 5 Kripto di Ekosistem Base dengan Apresiasi Tinggi dalam Sehari

Jaringan Masih Aktif, Tapi Tanpa Dukungan Resmi

Meskipun perusahaan telah menghentikan operasional, jaringan Kadena tetap online. Tim inti menyatakan bakal mempertahankan tim mini selama masa transisi. Karena Kadena berkarakter terdesentralisasi, pengesahan transaksi dan penambangan blok tetap bisa dilakukan oleh penambang independen.

“Blockchain Kadena tidak dimiliki alias dijalankan oleh perusahaan. Jaringan ini dijalankan oleh para penambang independen, sementara smart contract dan protokol dikelola oleh organisasi masing-masing,” jelas pihak Kadena.

Dalam waktu dekat, tim Kadena juga bakal merilis jenis perangkat lunak baru (binary) nan memungkinkan node terus melangkah tanpa keterlibatan perusahaan.

Masa Depan Token KDA

Token KDA bakal tetap beredar. Tim Kadena berencana untuk berbincang dengan organisasi mengenai pengedaran 83,7 juta token nan dijadwalkan unlock pada November 2029.

Selain itu, tetap terdapat 566 juta token KDA lainnya nan bakal didistribusikan sebagai bingkisan penambangan hingga tahun 2139.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya