Investasi Sektor Tik Jadi Kunci Transformasi Digital Indonesia

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Telset.id – Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria menegaskan bahwa peningkatan investasi di sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) merupakan fondasi strategis untuk mempercepat transformasi digital dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan saat pembukaan Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Nezar menjelaskan, sektor TIK sekarang memainkan peran krusial dalam membuka kesempatan baru di beragam bagian strategis, seperti kesehatan, pendidikan, logistik, energi, hingga pemerintahan. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan mesin penggerak utama pembangunan ekonomi,” tegasnya.

Dampak Investasi TIK pada Perekonomian

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Nezar menyatakan bahwa percepatan pemanfaatan teknologi digital, terutama melalui peningkatan investasi TIK di sektor prioritas, menjadi strategi utama mencapai sasaran tersebut. “Studi menunjukkan bahwa peningkatan shopping TIK dapat berkontribusi hingga 1 persen poin terhadap PDB,” ujarnya.

Selain akibat makroekonomi, Nezar juga menyoroti potensi kepintaran artifisial (AI) dalam meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Optimalisasi AI secara strategis disebut bisa meningkatkan produktivitas hingga 3,5 persen per tahun. “TIK memberikan nilai tambah nyata bagi industri dan produktivitas,” tambahnya.

Infrastruktur Digital nan Inklusif

Kementerian Kominfo konsentrasi pada pembangunan prasarana dasar nan merata dan pengembangan teknologi generasi mendatang untuk menciptakan ekosistem digital nan sehat dan inklusif. Program seperti 10.000 Desa Digital, ekspansi jaringan Palapa Ring, dan pembangunan BTS 4G di wilayah 3T (terdepan, tertinggal, terluar) terus dilanjutkan.

Selain itu, pembangunan Pusat Data Nasional dan penguatan ekosistem 5G juga menjadi prioritas. “Transformasi digital kudu dibangun di atas fondasi nan kuat dan inklusif,” jelas Nezar. Strategi ini dirancang untuk mengejar ketertinggalan teknologi dunia sekaligus memastikan akses merata di seluruh Indonesia.

Sebagai bagian dari visi jangka panjang, Kementerian Kominfo telah meluncurkan Visi Indonesia Digital 2045. Inisiatif ini bermaksud membentuk ekosistem digital nasional nan handal dan adaptif, dengan tiga pilar utama: tata kelola digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. “Visi ini mendukung tercapainya Indonesia Emas 2045,” ujar Nezar.

Investasi di sektor TIK tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi juga membuka kesempatan baru bagi industri lokal. Seperti nan terjadi pada BOE nan menyuntik biaya investasi ke Honor, kerjasama strategis semacam ini dapat memperkuat ekosistem teknologi dalam negeri.

Sementara itu, tantangan izin juga perlu diperhatikan, seperti kasus SEC nan menghentikan perdagangan produk investasi kripto, menunjukkan pentingnya kerangka norma nan jelas di era digital.

Selengkapnya