– Dalam diam, Bitcoin (BTC) sedang membangun ledakan terbesarnya. Sudah 1.038 hari berlalu sejak nilai BTC menyentuh titik terendah pada November 2022. Dan jika pola kembali terulang, seperti nan sering terjadi di bumi kripto, maka pasar sedang berada di 2,5 persen terakhir dari siklus bull run.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pengamat pasar mata duit kripto, dengan nama julukan ‘CryptoBirb’. Dalam penjelasannya, dia mengibaratkan fase ini sebagai ‘endgame’, bukan lantaran pasar selesai melainkan lantaran ledakan besar sedang disiapkan.

Hari-hari ini terasa asing bagi sebagian trader. Bitcoin tampak stagnan, hanya bergerak di antara US$ 110.500 hingga US$ 116.000, rentang nan sangat sempit. Tapi justru itulah sinyalnya.
“Pasar tidak pernah mencapai puncaknya dalam keheningan. Volatilitas rendah ekstrem seperti ini selalu diikuti oleh ekspansi besar, dan waktunya sudah dekat,” ungkap CryptoBirb.
ATR (rata-rata pergerakan nilai harian) sekarang turun ke nomor 2.250, level terendah sepanjang 2025. Ini bukan tanda lemah. Ini seperti anak panah nan ditarik makin jauh ke belakang sebelum dilepaskan ke depan dengan kekuatan penuh.

CryptoBirb mematok 24 Oktober sebagai hari ke-30 dari fase krusial ini, titik waktu nan berada tepat di tengah jendela historis ‘zona puncak‘ siklus Bitcoin, nan terjadi antara hari ke-518 hingga 580 setelah halving.
“Semua puncak besar Bitcoin sebelumnya muncul di rentang waktu ini. Kita sekarang berada tepat di tengahnya,” ujarnya.
Ia apalagi menyebut beberapa tanggal potensi lain seperti 20,22 dan 27 Oktober sebagai hari-hari rawan ledakan harga, ke atas alias ke bawah.
Baca Juga: US$ 112 Juta Dilenyapkan, Koreksi Solana Hajar Posisi Long Leverage
Institusi Sudah Bergerak, Tapi Belum Menyerang
Di kembali layar, dana-dana besar mulai mengambil langkah defensif. Arus keluar dari ETF Bitcoin telah mencapai US$ 363 juta, sementara volume perdagangan menurun signifikan dibanding bulan lalu.
Ini bukan pertanda pasar menyerah. Ini pertanda smart money sedang menunggu sesuatu, mungkin sinyal teknikal, mungkin momentum makro. nan jelas, mereka belum keluar, hanya mengurangi eksposur.
Di permukaan, sentimen pasar sedang ragu. Indeks Fear and Greed turun ke nomor 44, wilayah ketakutan ringan. RSI harian berada di 46, netral-lemah.
Tapi salah satu perihal nan menarik, ialah euforia tidak pernah muncul dari pasar nan optimis. Justru dari ketakutan dan keraguan inilah biasanya dimulai pelarian nilai nan paling liar.
“Ini adalah setup klasik pra-puncak. Saat semua orang takut, itulah saat pasar bisa melompat tanpa beban,” kata CryptoBirb.
Meskipun permukaan terlihat tenang dan volume menurun, info on-chain justru bicara sebaliknya.
- NUPL menunjukkan pasar tetap di fase ‘belief’, belum mencapai euforia.
- MVRV tetap di US$ 2,16 jauh dari level berlebihan.
- Rasio mining tetap sehat di US$ 0,90, tanpa sinyal kapitulasi penambang.
Artinya, tidak ada tanda bahwa ini sudah puncak. Justru tetap ada ruang untuk satu leg besar terakhir.
Biasanya, September dikenal sebagai bulan paling lemah untuk Bitcoin. Tapi tahun ini, BTC justru mencatat +4,4 MTD, jauh lebih baik dari rata-rata historis -6,2 persen.
Kalau bulan terburuk bisa berubah jadi positif, apa nan bakal terjadi di Q4?
CryptoBirb percaya bahwa ledakan nilai bakal lebih kuat dari perkiraan siapapun.
Bull run ends in 30 days.
We're 1,038 days in (97.5% done). Ultra low volatility signals monster breakout ahead. Endgame is here.
Ignore at your own risk.
(Thread) 🧵 pic.twitter.com/elNyFUYJFC

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
3 bulan yang lalu